Ziarah Kubur di Bulan Sya'ban
Bulan sya'ban telah tiba, sebagian masyarakat kita menamakan bulan sya'ban dengan bulan ruwah. Kata ruwah identik dengan kata arwah, memang keduanya saling berhubungan.
Temukan semua artikel keislaman terbaru
Bulan sya'ban telah tiba, sebagian masyarakat kita menamakan bulan sya'ban dengan bulan ruwah. Kata ruwah identik dengan kata arwah, memang keduanya saling berhubungan.
Syekh Abu Utsman Sai’d bin Ismail al-Hirri, seorang ulama sufi asal Naisabur, pernah memergoki seorang pemuda mabuk dalam sebuah perjalanan. Bersama kecapinya, pemuda nakal ini berjalan sempoyongan menyusuri jalanan.
Pesan tak biasa dari Rasulullah SAW diterima Abdullah bin al-Mubarak dalam sebuah kesempatan ibadah haji. Abdullah yang kala itu tertidur singkat di Hijir Ismail berjumpa Nabi, memperoleh amanat yang membuatnya sedikit bingung.
Lagi-lagi bom bunuh diri terjadi di Indonesia, tepatnya di Poso. Tidak terbayang di benak bangsa ini ada tindak kekerasan dan teror semacam bom bunuh diri. Mengingat posisi negara ini dalam keadaan damai dan bukan di tengah peperangan. Apalagi jika menilik umur bangsa Indonesia ini yang memiliki sejarah panjang semenjak Nusantara. Tentunya bangsa ini telah menginjak masa dewasa dan bukan bangsa yang masih muda.
Setelah Sayyidina Umar bin Khattab wafat, para sahabat berjumpa khalifah kedua ini melalui mimpi. Mereka pun bertanya, ”Bagaimana Allah memperlakukanmu?”
Sejarah ulama-ulama sufi ternama periode klasik menyimpan dengan baik nama Syekh Abu Ishaq Ibrahim bin Adham. Kepribadiannya dipuji banyak kalangan lantaran sikap zuhud dan tawaduknya.
Demikianlah Allah swt mensyariatkan gerakan shalat melalui Rasulullah saw. Sebagaimana dalam hadits yang popular shallu kama roaitumuni ushalli (shalatlah kalian sebagaimana, aku menjalankan shalat). Jika diamati dengan seksama, harmonisasi gerakan shalat sungguh luar biasa. Hampir semua anggota badan terlibat di dalamnya. Oleh karena itu, jika dilaksanakan dengan baik dan benar shalat akan mengantarkan kita pada kehidupan yang sehat secara jasmani dan rohani.
Saat berada di Mekkah, Imam Junaid al-Baghdadi pernah menghampiri seorang tukang pangkas rambut. Ia menyaksikan tukang pangkas rambut itu sedang mencukur rambut seorang laki-laki terhormat.
Masih umum kita temukan di lingkungan masyarakat awam adanya kepercayaan yang tidak sejalan dengan syariah. Terutama kepercayaan memantang (meninggalkan) sesuatu perkara dengan alasan kalau-kalau apa yang dilakukan itu mendatangkan mudharat pada dirinya ataupun keluarganya.
Rasulullah saw pernah bersabda قَالَ رَسÙول٠اللَّه٠صَلَّى اللَّه٠عَلَيْه٠وَسَلَّمَ : ثَلاثٌ Ù…ÙهْلÙكَاتٌ Ø´ÙØÙŒÙ‘ Ù…ÙØ·ÙŽØ§Ø¹ÙŒ ØŒ وَهَوًى Ù…ÙØªÙŽÙ‘بَعٌ ØŒ ÙˆÙŽØ¥ÙØ¹Ù’جَاب٠الْمَرْء٠بنÙْسÙÙ‡Ù “Tiga perkara yang merusak yaitu, menuruti kebakhilan, mengikuti hawa nafsu dan megagumi diri sendiri”. Sesungguhnya ketiga perkara itu adalah urusan bathiniyah tetapi jika dibiarkan ketiganya dapat merusak urusan lahiriyah, mulai dari merusak tatanan keluarga, budaya hingga tataran ekonomi.
Di atas padang pasir yang tandus seorang perempuan berusia nenek-nenek tampak sedang berjalan sendirian. Beban berat tergambar jelas di pundaknya. Sengatan matahari gurun dan barang bawaan yang ia pikul cukup membuat lutut rentanya lemas kepayahan.
Rasulullah saw pernah bersabda "Walaupun engkau shalat sampai bungkuk, dan puasa sampai kurus seperti tali tampar, semua itu tidaklah diterima Allah swt tanpa wira'i". Mengapa konsep wira'i demikian penting? Karena konsep itulah yang dapat menyelamatkan bangsa dan negeri ini dari kebangkrutan.