NU Online
Keislaman
Advertisement Banner
600×80

Indeks Artikel

Temukan semua artikel keislaman terbaru

Menampilkan 12 artikel (Halaman 999 dari 1028)
Dua Rukun Puasa
Syariah

Dua Rukun Puasa

Puasa memiliki dua rukun, yaitu Pertama, menahan, al-Imsak. Yang dimaksud menahan atau imsak di  sini adalah menahan diri dari makanan, minuman, dan hubungan suami-isteri (setubuh, jima') sejak terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Firman Allah: "Maka sekarang campurilah mereka (istri-istrimu) dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu, makan dan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam" (QS. 2. al-Baqarah: 187)

Dua Sisi Ibadah dan Keistimewaan Puasa
Khutbah

Dua Sisi Ibadah dan Keistimewaan Puasa

Ma&#039asyiral Muslimin RahimakumullahRukun Islam ada lima perkara. Membaca syahadat, mengerjakan shalat, membayar zakat, berpuasa dan menunaikan ibadah haji bagi yang mampu. Bila diperhatikan dengan seksama kelima rukun Islam tersebut bersifat positif (syatrul iktisab), kecuali puasa. Karena sesungguhnya perintah puasa adalah bersifat negative (syatrul ijtinab), yaitu perintah untuk meninggalkan sesuatu (makan, minum, menahan nafsu dan lain-lain). Artinya, apabila syahadat harus diucapkan, shalat harus dikerjakan, zakat harus ditunaikan, haji harus dilaksanakan, maka puasa harus menahan segala hal yang membatalkannya. Inilah satu keistimewaan ibadah puasa dibandingkan dengan ibadah lainnya.

Puasa sebagai Pintu Ibadah
Khutbah

Puasa sebagai Pintu Ibadah

Oleh: Ust. Yusuf SuhartoMa&#039asyiral Muslimin RahimakumullahMarilah kita bersama-sama menjadikan bulan Ramadhan ini sebagai ruang untuk meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah swt. dengan meninggalkan kemaksiatan dan berbondong-bondong pada amal kebaikan. Karena dalam ramadhan amal kebaikan akan ilipat-gandakan. Ingatlah sebuah hadits Rasulullah saw &#039Barang siapa datang ke majlis ta&#039lim di bulan Ramadhan, maka Allah memerintahkan malaikat mencatat setiap langkahnya sebagai pahala ibadah satu tahun penuh. Dan Aku (Kanjeng Nabi Muhammad saw) akan bersamanya pada hari kaimat nanti di bawah Arasy-NYa.