Jateng

Tips Aman dan Sehat Mudik Lebaran ala LKNU Jateng

NU Online  ·  Senin, 16 Maret 2026 | 09:00 WIB

Tips Aman dan Sehat Mudik Lebaran ala LKNU Jateng

Ilustrasi mudik lebaran (Foto: Fahmi Zulkarnain/LTNNU Jateng)

Semarang, NU Online

Tradisi mudik Lebaran kembali menjadi momen besar bagi masyarakat Indonesia. Tahun ini, arus pemudik menuju Jawa Tengah diperkirakan meningkat signifikan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat sekitar 17,7 juta orang diprediksi akan mudik ke wilayah tersebut pada Lebaran 1447 H/2026 M.

 

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko, menyebutkan jumlah tersebut naik sekitar 30 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai sekitar 13 juta pemudik. Lonjakan ini membuat berbagai pihak menyiapkan langkah antisipasi demi menjamin kelancaran perjalanan.

 

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mengoperasikan Posko Terpadu selama 24 jam dengan tiga pembagian shift petugas. Personel yang terlibat berasal dari berbagai instansi, di antaranya Polda Jateng, Basarnas, Jasa Marga, dan BMKG.

 

Selain itu, dukungan layanan kesehatan turut disiapkan untuk melayani para pemudik. Tercatat sebanyak 369 rumah sakit, 883 puskesmas, empat Balkesmas, satu Balai Kesehatan PAK Provinsi, 430 klinik utama, serta 2.067 klinik pratama disiagakan selama periode Lebaran 2026.

 

Di tengah tingginya mobilitas masyarakat tersebut, Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Jawa Tengah mengimbau para pemudik untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik agar tetap aman dan sehat.

 

Ketua LKNU Jawa Tengah, Alek Jusran, menekankan pentingnya persiapan fisik sebelum melakukan perjalanan jauh. Menurutnya, pemudik perlu memastikan kondisi tubuh dalam keadaan prima.

 

“Siapkan stamina dengan istirahat cukup sekitar tujuh hingga delapan jam sebelum berangkat dan hindari begadang,” ujarnya kepada NU Online Jateng, Ahad (15/3/2026).

 

Selain itu, ia juga mengingatkan agar kendaraan yang digunakan dipastikan dalam kondisi baik. Pemeriksaan pada ban, rem, mesin, serta penggunaan helm atau sabuk pengaman menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Bagi pemudik yang memiliki penyakit kronis, disarankan untuk membawa obat pribadi selama perjalanan.

 

Saat di perjalanan, Alek mengimbau pemudik merencanakan rute perjalanan yang aman dan melakukan istirahat secara berkala. Pengendara sepeda motor dianjurkan beristirahat setiap dua jam, sedangkan pengemudi mobil setiap empat jam.

 

“Pastikan juga minum air yang cukup, mencuci tangan sebelum makan, serta mematuhi rambu lalu lintas. Hindari berkendara saat mengantuk dan jangan mengonsumsi makanan terlalu berat yang bisa memicu rasa kantuk,” tambahnya.

 

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan selama perjalanan dengan mengonsumsi makanan bergizi, membawa perlengkapan P3K, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Hal ini penting untuk mencegah risiko penyakit seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) maupun infeksi saluran pencernaan.

 

Selain itu, pemudik dianjurkan menggunakan pakaian yang nyaman selama perjalanan. Jika menggunakan sepatu baru, sebaiknya dicoba terlebih dahulu agar tidak menyebabkan lecet saat perjalanan.

 

Alek juga menyarankan agar waktu istirahat di rest area dimanfaatkan secara optimal, misalnya dengan berwudhu dan melaksanakan salat agar tubuh kembali segar sebelum melanjutkan perjalanan.

 

“Dengan persiapan yang baik, semoga perjalanan mudik berjalan lancar, aman, dan sehat hingga sampai ke kampung halaman,” pungkasnya.