Nasional

Beasiswa Kuliah S1 bagi Santri di UIN hingga Ma'had Aly

NU Online  ·  Ahad, 5 April 2026 | 18:00 WIB

Beasiswa Kuliah S1 bagi Santri di UIN hingga Ma'had Aly

Ilustrasi beasiswa. (Foto: NU Online/Freepik)

Jakarta, NU Online

Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) kolaborasi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP)-Kementerian Agama menyediakan sejumlah program beasiswa. Hal tersebut sudah dibuka sejak awal April hingga akhir 2026 mendatang.


Di antara program tersebut, Beasiswa Pesantren untuk studi sarjana bagi para santri untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Ma'had Aly dan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). 


Beasiswa tersebut bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang keagamaan dan pendidikan berbasis pesantren dengan memberikan kesempatan kepada santri, alumni pesantren, guru, serta tenaga kependidikan untuk melanjutkan studi pada jenjang sarjana, magister, dan doktoral, baik di dalam maupun luar negeri.


"Program ini secara khusus memperkuat kapasitas dan daya saing lulusan pesantren agar mampu berkontribusi dalam pembangunan nasional tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang moderat, dengan dukungan pembiayaan penuh mencakup biaya pendidikan, biaya hidup, dan kebutuhan akademik lainnya, sekaligus mendorong pengembangan karakter kepemimpinan, integritas, serta wawasan global guna melahirkan generasi intelektual pesantren yang unggul, adaptif, dan berperan sebagai agen perubahan di masyarakat," demikian dikutip dari situsweb Beasiswa LPDP-Kemenag pada Ahad (5/4/2026).


Beasiswa Santri Sarjana sudah ada sejak dahulu dengan nama Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) adalah program beasiswa pendidikan jenjang Strata 1 (S1) yang ditujukan khusus bagi santri atau lulusan pesantren untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi. "Program ini bertujuan membuka akses pendidikan tinggi bagi santri agar mampu bersaing secara akademik sekaligus tetap membawa nilai-nilai keislaman dan kepesantrenan," demikian dikutip dari situsweb yang sama.


Skema Pendaftaran Beasiswa Santri – Sarjana Dalam Negeri

Kemitraan, Pendaftar Beasiswa dapat memilih satu perguruan tinggi dan program studi tujuan. Adapun list prodi dan perguruan tinggi mitra (terlampir). Pendaftar yang lulus seleksi BIB jalur kemitraan akan diberikan LoA Unconditional oleh Perguruan Tinggi Mitra dan diwajibkan untuk memulai perkuliahan (intake) pada Semester Gasal TA 2026/2027.

Skema LoA bagi Perguruan tinggi tujuan PTN, bagi pendaftar Beasiswa yang sudah memiliki LoA Unconditional hanya dapat memilih satu program studi dan perguruan tinggi, sesuai dengan LoA Unconditional yang dimiliki pendaftar. Pendaftar yang lulus seleksi BIB akan memulai perkuliahan pada Semester Gasal TA 2026/2027.


Adapun perguruan tinggi tujuan PTN hanya dapat diakses oleh pendaftar yang telah lulus seleksi masuk perguruan tinggi melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun akademik 2026/2027 pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) mitra Beasiswa Santri (terlampir). 


Sasaran

Santri, Lulusan Pondok Pesantren di bawah binaan Kemenag, yaitu:

  • Pendidikan Madrasah Tsanawiyah/SMP atau Madrasah Aliyah/SMA/SMK;
  • Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Wustha/Ulya;
  • Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS) Wustha/Ulya; atau
  • Satuan Pendidikan Mu’adalah (SPM) Wustha/Ulya.


Persyaratan

  1. Warga Negara Indonesia.
  2. Memenuhi ketentuan batas usia per 31 Desember di tahun pendaftaran, dengan ketentuan usia maksimal 24 (dua puluh empat) tahun bagi pendaftar program Sarjana.
  3. Telah menyelesaikan jenjang pendidikan menengah (MA/SMA/SMK) lulusan 3 (tiga) tahun terakhir (lulusan tahun 2026, 2025, dan 2024) .
  4. Pendaftar yang sedang menempuh studi (ongoing) atau telah menyelesaikan studi sarjana (S1) tidak diperkenankan mendaftar pada program beasiswa.
  5. Terdaftar pada Education Management Information System (EMIS) Kementerian Agama, melampirkan Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP) dan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN).
  6. Melampirkan Surat Rekomendasi yang menjelaskan santri telah mukim minimal 3 tahun serta mampu memahami dan membaca Kitab Kuning dari Pesantren asal santri ditandatangani oleh pimpinan Pesantren (format terlampir);
  7. Melampirkan Raport Santri sebagai santri 2 (dua) tahun terakhir, atau Syahadah;
  8. Melampirkan Surat Keterangan Kesehatan dari rumah sakit atau pusat layanan kesehatan, yang diterbitkan paling lama 3 (tiga) bulan terakhir, dari masa pendaftaran beasiswa.
  9. Menulis profil diri termasuk riwayat pendidikan yang tidak diselesaikan (tidak lulus) pada aplikasi pendaftaran. 
  10. Menulis Personal Statement atau Essay yang mencerminkan kesadaran diri, proses pembelajaran, serta kesiapan pendaftar untuk melanjutkan studi.
  11. Menulis Komitmen kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan rencana kontribusi di Indonesia, disertai bentuk pengabdian sesuai dengan program studi yang dipilih.
  12. Pendaftar yang memiliki prestasi kejuaraan/non kejuaraan, dan pengalaman organisasi dapat mengisi riwayat pada aplikasi pendaftaran.
  13. Menyetujui Pernyataan Komitmen dan Integritas yang telah disediakan pada platform pendaftaran beasiswa (poin-poin terlampir). 
  14. Beasiswa hanya untuk Perguruan Tinggi Tujuan dan program studi yang ditetapkan Kementerian Agama.
  15. Bagi pendaftar yang mendaftar pada Daftar Kemitraan PTN* melampirkan LoA/Surat keterangan diterima/tangkap layar kelulusan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
  16. Mengunggah Ijazah dan Transkrip pada Pendidikan Dasar dan Menengah. Jika belum diterbitkan, dapat melampirkan: Surat Keterangan Lulus (SKL); atau Surat Keterangan Kelas XII, yang diterbitkan Kepala Satuan Pendidikan.
  17. Pendaftar Program Beasiswa Santri Sarjana Dalam Negeri tidak dipersyaratkan memiliki sertifikat kemampuan Bahasa.