KH Zulfa Mustofa: Niatkan Belajar untuk Kemaslahatan Umat
NU Online ยท Selasa, 17 Maret 2026 | 18:00 WIB
Ahmad Mursyidi
Kontributor
Banjar, NU Online
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Zulfa Mustofa berpesan kepada santri Tahfidz Al-Qur'an Martapura agar jangan pisahkan antara pelajaran dunia dengan pelajaran akhirat.
"Kalau kamu niatkan belajar umum untuk kemaslahatan umat maka itu akan menjadi amal akhirat. Sebaliknya belajar hadits, tafsir, fiqih dan lain sebagainya diniatkan untuk menjadi ulama agar diundang menghasilkan uang banyak maka itu akan menjadi amal dunia," pesannya.
Ia berharap santri tahfidz jangan bangga dengan hafalannya saja tetapi kembangkan ilmu yang lain agar berkembang.
Hal itu ia sampaikan saat menghadiri buka bersama dengan PBNU, PWNU Kalsel, PCNU se-Kalsel, Kepala Daerah se-Kalsel dan Ketua Komisi II DPR RI Ahad, (15/3/2026) di Pondok Pesantren Tahfidz Ilmu Al Quran Darussalam Martapura, Kalsel.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan bahwa peran ulama selayaknya garam yang menyedapkan makanan dan memberi warna rasa di masyarakat.
"Ulama itu ibarat garam yang menyedapkan makanan dan menyejukkan hati jamaah," ungkapnya.
Ia menjelaskan sebagaimana garam memberi rasa pada makanan, ulama memberikan bimbingan spiritual yang membuat hidup lebih terarah dan bermakna serta sebagai obat bagi hati yang gundah.
Kiai Zulfa menyampaikan bahwa kunjungannya tersebut tidak hanya bertujuan menghadiri kegiatan buka puasa bersama, tetapi momentum itu juga dimanfaatkan untuk meninjau secara langsung kondisi daerah serta berdialog dengan berbagai unsur masyarakat.
"Kehadiran putra daerah (Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, Ketua Komisi dua DPR RI) yang mendapat amanah di tingkat nasional dapat menjadi penghubung penting antara aspirasi masyarakat di daerah dengan kebijakan yang dirumuskan di tingkat pusat," katanya.
Sementara itu, Pimpinan Pesantren Tahfidz Ilmu Al-Qur'an Darussalam Martapura KH Wildan Salman bin KH Salman Jalil mengucapkan terima kasih kepada KH Zulfa serta undangan atas kehadirannya.
"Semoga dengan silaturrahmi kita hari ini membuahkan kecintaan, mahabbah kepada Rasulullah dan sempurna beriman kepada Allah serta menambah kecintaan, ukhwah sesama kita," harapnya
Kiai Wildan merupakan Rais Syuriah PWNU Kalsel periode 2024-2029. Silsilahnya bersambung ke Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari (Datuk Kalampalayn).
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri 1447 H: Dari Ramadhan menuju Ketakwaan dan Kepedulian Sosial
2
Hilal Belum Penuhi Imkanur Rukyah, PBNU Harap Kemenag Konsisten pada Kriteria MABIMS
3
Kultum Ramadhan: Menghidupkan Hati di Akhir Ramadhan
4
Khutbah Idul Fitri Bahasa Sunda: Ciri Puasa nu Ditampi ku Allah
5
Kultum Ramadhan: Hikmah Zakat Fitrah dalam Islam
6
Niat Zakat Fitrah Lengkap untuk Diri Sendiri, Keluarga, dan Orang Lain yang Diwakilkan
Terkini
Lihat Semua