KM Virgo Transport 8 Terus Bergeser, Basarnas Libatkan Ahli dari Hong Kong dan Amerika untuk Penyelamatan
NU Online ยท Kamis, 17 September 2026 | 09:00 WIB
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Posisi KM Virgo Transport 8 terus mengalami pergeseran di dasar laut. Kondisi tersebut membuat proses penanganan kapal membutuhkan teknologi dan keahlian khusus. Basarnas pun melibatkan tenaga ahli dari Hongkong dan Amerika Serikat untuk mendukung proses salvageย (penyelamatan).
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii mengatakan bahwa proses salvage bukan pekerjaan mudah sehingga membutuhkan keterlibatan tenaga ahli untuk mempercepat penanganan kapal.
"Kita berupaya secepat sehingga tidak hanya melibatkan warga lokal, tapi kita juga menghadirkan tenaga ahli dari luar negara Indonesia. Yang hari ini hadir adalah dari Hongย Kong dan Amerika," ujarnya dalamย Konferensi pers operasi SAR kecelakaan kapal KM Virgo Transport 8 Hari Keempat yang digelar secara daring pada Rabu (16/9/2026) malam.
Menurutnya, percepatan penanganan diperlukan karena posisi kapal terus berubah. Kapal yang sebelumnya diperkirakan masih mengapung pada kedalaman 21 meter kini bergeser hingga berada di kedalaman sekitar 29 meter. Posisi kapal juga telah bergeser sekitar 450 meter.
"Proses salvage ini tidak mudah dan kami tidak ingin berlama-lama. Karena makin hari ada pergeseran-pergeseran kapal, dari yang sebelumnya masih mengapung dengan kedalaman 21 meter, bisa bergeser sekarang di kedalaman 29 meter, ada pergeseran kira-kira 450 meter," katanya.
Selain melibatkan ahli dari luar negeri, kata Syafii proses salvage juga akan mengikutsertakan ahli dari Indonesia. Keterlibatan tersebut sekaligus menjadi proses pembelajaran dalam penanganan salvage.
"Kita juga melibatkan expert dari Indonesia sebagai proses pembelajaran. Karena teknologi sekarang masih dimiliki oleh mereka (ahli luar negeri) dan mereka sudah memiliki sertifikasi internasional," ungkapnya.
Dalam operasi pencarian, Basarnas menggunakan SAR Map yang dikeluarkan Basarnas Command Center sebagai dasar penyusunan pola pencarian. Hasil pemetaan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pembagian sektor operasi.
"Operasi ini diawali dengan hasil SAR Map yang dikeluarkan oleh Basarnas command center. Dari sinilah nanti akan dijabarkan atau ditindaklanjuti untuk memanfaatkan potensi yang tergelar ini kemudian dibagi menjadi sektor-sektor," ujar Syafii.
Ia mengatakan bahwa pembagian sektor dilakukan untuk mengoptimalkan pencarian sesuai sasaran operasi dengan mempertimbangkan kemampuan berbagai sarana yang digunakan di lapangan.
"Karena pastinya sasaran operasi ingin segera optimal, segera dilaksanakan dan menghasilkan hasil yang optimal," katanya.
Syafii berharap dukungan tenaga ahli dan sistem pemetaan dapat mempercepat penanganan KM Virgo Transport 8 sekaligus mengoptimalkan pencarian korban.
"Mudah-mudahan dari aplikasi yang sudah pasti dibuat oleh yang ahlinya, bisa diaplikasikan dan mendukung dalam operasi ini," ucapnya.
Sementara itu, operasi SAR dilaksanakan selama tujuh hari penuh tanpa henti. Namun, waktu operasi masing-masing sarana disesuaikan dengan kemampuannya.
"Sesuai aturan pasti dilaksanakan selama tujuh hari 24 jam bagi sarana secara nonstop. Tapi seperti pesawat, tentunya pasti ada keterbatasan. Pagi beroperasi jam berapa dan sore akan dihentikan jam berapa," tutur Syafii.
Terpopuler
1
Cinta kepada NU: Lutut Soekarno dan Lutut Saya di Muktamar
2
Menkeu Suahasil: Keuangan Negara Harus Bisa Jalankan Program Prioritas Pemerintah
3
Prabowo Bicara Ketahanan di BRICS, Rakyat Indonesia Masih Menghirup Asap Karhutla
4
Menteri Agama Lantik Basnang Said Jadi Dirjen Pesantren Pertama
5
Di KTT BRICS, Prabowo Dorong Global South Bersatu
6
Data Antrean Haji Dibersihkan, Masa Tunggu Faktual Diperkirakan 14-15 Tahun
Terkini
Lihat Semua