Nasional

Lafal Niat Puasa Muharram, Tasua, dan Asyura

NU Online  ยท  Senin, 15 Juni 2026 | 18:00 WIB

Lafal Niat Puasa Muharram, Tasua, dan Asyura

Ilustrasi bulan Muharram. (Foto: NU Online)

Jakarta, NU Onlineย 

Umat Islam akan memasuki awal bulan Muharram sekaligus tahun baru 1448 Hijriah. Di bulan pertama Hijriah itu, umat Islam di seluruh dunia dianjurkan untuk menjalankan ibadah puasa.


"Hukum puasa Muharram adalah sunnah, bahkan lebih utama dari puasa bulan Syaโ€™ban yang paling sering dipuasai oleh Nabi Muhammad saw," tulis Ustadz Ahmad Muntaha dalam artikel berjudul Panduan Puasa Muharram: Tata Cara, Hukum, dan Keutamaannyaย pada Senin (15/6/2026).


Adapun niat puasa Muharram ini adalah sebagai berikut.


ู†ูŽูˆูŽูŠู’ุชู ุตูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู…ูุญูŽุฑู‘ูŽู…ู ู„ูู„ู‘ูฐู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ย 


Nawaitu shaumal Muharrami lilรขhi taโ€™รขlรข.ย 


Artinya, โ€œSaya niat puasa Muharram karena Allah taโ€™รขlรข.


Sementara itu, khusus untuk hari kesembilan (tasuโ€™a) dan kesepuluh (โ€˜asyura) bulan Muharram, ada niat khusus yang bisa dilafalkan, yakni sebagai berikut.


ู†ูŽูˆูŽูŠู’ุชู ุตูŽูˆู’ู…ูŽ ุชูŽุงุณููˆุนูŽุงุกูŽ ู„ูู„ู‘ูฐู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ย 


Nawaitu shauma Tรขsรปโ€™รข-a lilรขhi taโ€™รขlรข.ย 


Artinya, โ€œSaya niat puasa Tasuโ€™a karena Allah taโ€™รขlรข.โ€


Niat puasa Asyura secara lengkap:


ู†ูŽูˆูŽูŠู’ุชู ุตูŽูˆู’ู…ูŽ ุนูŽุงุดููˆุฑูŽุงุกูŽ ู„ูู„ู‘ูฐู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰


Nawaitu shauma ร‚syรปrรข-a lilรขhi taโ€™รขlรข.ย 


Artinya, โ€œSaya niat puasa Asyura karena Allah taโ€™รขlรข.โ€


Niat ini dapat dilakukan pada malam hari saat esoknya berpuasa, yakni selepas Maghrib hingga menjelang fajar tiba. Bagi yang belum sempat niat pada malam hari, masih diperbolehkan berpuasa dengan membaca niat yang sama sampai waktu Dzuhur tiba di hari tersebut. Hal ini dengan syarat, selepas fajar sampai membaca niat belum makan, minum, atau melakukan hal lain yang membatalkan puasa.


Setidaknya, ada lima fadilah yang bisa diperoleh dengan berpuasa Muharram, sebagaimana dijelaskan Ustadz Ahmad Muntaha berdasarkan hadits-hadits Rasulullah saw. Pertama, puasa Muharram merupakan puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan. Kedua, termasuk dalam keutamaan berpuasa dalam bulan-bulan mulia atau al-asyhurul hurum, selain Rajab, Dzulqa'dah, dan Dzulhijjah. Ketiga, puasa sehari dalam bulan Muharrram pahalanya sama dengan puasa 30 hari.


Tidak hanya itu, khusus puasa hari Asyura, yakni pada tanggal 10 Muharram, maka akan menjadi pelebur dosa setahun yang telah lewat. Kelima, jika puasa Asyura dilengkapi dengan puasa Tasuโ€™a pada 9 Muharram dan puasa 11 Muharram, menjadi pembeda umat Islam dengan umat Yahudi yang sama-sama berpuasa di hari Asyura.