Massa Aksi dan Polisi Terlibat Adu Dorong, Pagar Besi Aparat di Thamrin Roboh
NU Online · Jumat, 12 Juni 2026 | 16:30 WIB
Haekal Attar
Penulis
Jakarta, NU Online
Massa aksi belum kunjung sampai ke tempat titik penyampaian pendapat di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta. Akibatnya, mereka mencoba menerobos pagar besi yang dibuat aparat keamanan di Jalan MH Thamrin, Jakarta, pada Jumat (12/6/2026).
Memanfaatkan sisi kanan dan kiri, massa aksi mendorong dengan keras sehingga sisi kiri aparat berhasil dijebol. Meski begitu, Polri langsung berupaya memperbaiki barisan.
Melihat kelengahan di sisi kanan, massa aksi akhirnya juga mendorong pagar besi tersebut. Akibat dorongan yang kuat dari Polri dan massa aksi berupaya menghindar, akhirnya dua pagar besi itu terjatuh ke sisi massa aksi.
"Ayo dorong, woy!," kata massa aksi saling menyemangati satu sama lain.
"Hidup mahasiswa, hidup perempuan yang melawan, hidup buruh, hidup rakyat Indonesia," sambung para massa aksi.
Akibat saling dorong itu, sejumlah mahasiswa terjatuh dan saling tertimpa oleh tubuh temannya. Sementara itu, sebagian kecil polisi juga terlihat ada yang terkena lemparan botol dari massa aksi di bagian kepala sehingga harus di bawa ke belakang untuk mendapatkan medis.
Di sisi jalan MH Thamrin arah ke Patung Jenderal Sudirman, sejumlah massa aksi juga mengajak para pengemudi untuk ikut berdemonstrasi dengan menyalakan klakson berulang kali.
"Nyalakan klaksonnya. Keraskan," ajak mahasiswa berpakaian jas kuning dari UI.
Sejumlah pengemudi Ojek Online (Ojol) juga ikut menyemangati para massa aksi. Andi (38) juga mengungkapkan bahwa dirinya harus mengeluarkan kocek yang lebih dalam untuk bensin pertamax setiap harinya.
"Untungnya makin tipis, bang. Saya juga bingung kalau begini terus, di mana nurani pemerintah?" katanya kepada NU Online.
Hingga saat ini, massa aksi masih terus memadati Jalan MH Thamrin. Belum ada penurunan intensitas demonstrasi yang dimulai sejak pukul 15.00 WIB itu.
Berdasarkan seruan aksi yang diterima NU Online, massa aksi menilai Indonesia memiliki sumber daya yang besar, namun kesejahteraan masyarakat dinilai belum tercapai secara merata. Mereka juga menyoroti masih adanya persoalan kemiskinan bagi masyarakat.
"Indonesia adalah negara yang besar namun entah mengapa perut rakyatnya belum bebas dari rasa lapar," tulis BEM UI yang diterima NU Online pada Rabu (11/6/2026).
Dalam seruan tersebut, massa aksi juga melihat bahwa kondisi perekonomian nasional sedang menghadapi berbagai tantangan. Mereka menilai, sejumlah kebijakan pemerintah justru belum mampu menjawab persoalan yang ada.
"Kebijakan fiskal bocor, independensi BI direnggut, tak lupa komunikasi dari pemerintah kepada publik justru jauh dari kata layak," katanya.
Massa aksi juga menilai pemerintah belum memberikan respons yang memadai terhadap berbagai kritik dan aspirasi masyarakat.
"Pemerintah justru denial dengan kondisi yang ada dan mendegradasi perjuangan serta kritik yang digaungkan oleh rakyat," katanya.
"Tak lupa, aparat negara digunakan sebagai alat untuk membungkam mereka yang bersuara," tambahnya.
Massa aksi juga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah. Tuntutan tersebut, kata mereka, meliputi penghentian pemborosan APBN Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM.
"Hentikan Program MBG dan Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih," tulis poin ketiga tuntutan tersebut.
Berikut adalah lima tuntutan BEM UI dalam aksi besok:
- Stop Pemborosan APBN
- Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM
- Hentikan Program MBG dan Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)
- Hentikan Militerisme di Ranah Sipil
- Prabowo berhenti Mengelak dan Akui Kesalahan Pemerintah.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Meneladani Hidup Rasulullah di Masa Ekonomi Sulit
2
Khutbah Jumat: Sebelum Memilih dan Memutuskan, Bertanyalah kepada Allah melalui Istikharah
3
Munas-Konbes NU 2026 di Ploso Bakal Dihadiri Lebih dari 500 Peserta dan Peninjau
4
Bahlil Janji BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, Pertamax Malah Melonjak Jadi Rp16.250 per Liter
5
Gus Ipul: Pembukaan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan Masih Sebatas Usulan
6
Menjaga Marwah Pemilihan Pengurus NU: Catatan dari Sowan kepada KH Afifuddin Muhajir
Terkini
Lihat Semua