MUI Dorong Penyelesaian Konflik Global Lewat Dialog, Tolak Kekerasan
NU Online · Kamis, 16 April 2026 | 08:30 WIB
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar (kedua dari kiri) dan Menteri Agama Nasaruddin umar (tengah) bersama sejumlah pengurus MUI di Hotel Sultan Jakarta, Rabu (15/4/2026). (Foto: NU Online/Suci)
Suci Amaliyah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan umara (pemerintah) dalam menghadapi berbagai tantangan nasional maupun global. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan kemajuan bangsa.
"Masih banyak sekali tugas-tugas yang harus dilakukan dalam berbagai aspek kehidupan, dalam berbagai hal-hal untuk memajukan bangsa ini, butuh dukungan kita semuanya, umat Islam, agama lain, dan bersatunya umara dan ulama ini menjadi satu salah satu kunci yang penting," kata Kiai Anwar kepada wartawan di Hotel Sultan Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Menurutnya, dialog merupakan satu-satunya jalan efektif dalam meredam ketegangan geopolitik global, termasuk ancaman konflik bersenjata seperti yang terjadi di Timur Tengah.
"Jadi, berbagai keributan di dalam geopolitik internasional ini tidak bisa hanya dilakukan dengan kekerasan tapi pentingnya dialog, pentingnya saling mendekati karena kalau kekerasan itu terjadi apalagi sampai terjadi perang nuklir itu yang terjadi adalah kehancuran kita bersama," ungkapnya.
Menurutnya, dialog harus terus diupayakan karena pada dasarnya menjadi ruang untuk menemukan kepentingan bersama, yakni hidup berdampingan secara damai.
"Itu yang disarankan dari taujihat yang tadi sudah dikemukakan dari 10 poin oleh ormas-ormas tadi itu salah satu antara lain adalah dalam mengatasi gejolak geopolitik yang tidak baik-baik saja di dunia ini kita tetap menginginkan satu pendekatan perdamaian karena kita sesama manusia," tegasnya.
Senada dengan itu, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya peran Indonesia dalam dunia internasional, khususnya dalam menyelesaikan berbagai persoalan global melalui pendekatan dialog.
"Jadi, tadi juga Ketua Umum MUI, menyerukan, mari, kita menyelesaikan semua persoalan-persoalan yang dihadapi antarbangsa dengan mengedepankan dialog. Jangan dengan cara-cara yang lain, apalagi dengan kekerasan, apalagi melalui peperangan," katanya.
Nasaruddin berterima kasih atas dukungan MUI terhadap langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dalam forum-forum internasional untuk menjalin dialog antara berbagai bangsa untuk menyelesaikan persoalan internasional yang dihadapi.
"Kita sangat mendukung 10 taujihat yang tadi telah disampaikan oleh ormas-ormas Islam yang tergabung di dalam MUI, mulai masalah-masalah nasional, regional sampai internasional. Dan intinya adalah betapa pentingnya semua pihak itu untuk mengedepankan aspek-aspek kemanusiaan di dalam menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapi bangsa," jelasnya.
Ia juga mengungkapkan terima kasih kepada masyarakat yang memberikan dukungan dan loyalitas penuh kepada para ulama dan para umara dalam menyelesaikan tugasnya masing-masing.
Menurutnya, hal ini sejalan dengan Presiden Prabowo Subianto yang aktif mengunjungi beberapa negara untuk merajut persamaan pandangan untuk segera menyelesaikan persoalan melalui dialog dan mencegah hal-hal yang bisa menyebabkan bencana kemanusiaan.
"Dan mudah-mudahan kekompakan antara ulama dengan umara ini akan melahirkan satu kekuatan yang dahsyat sebagai negara mayoritas umat Islamnya adalah the largest Muslim people in the world ini pasti sangat didengar oleh dunia-dunia lain," paparnya.
Ia memohon doa kepada seluruh masyarakat Indonesia agar konflik di Timur Tengah segera berakhir dan tidak berdampak luas terhadap kemaslahatan bangsa Indonesia.
Menurutnya, Indonesia patut bersyukur karena di tengah dampak yang dirasakan sejumlah negara lain, kondisi dalam negeri masih relatif terkendali.
"Ini semua perlu kita syukuri dan kita perlu berdoa semoga ini betul-betul diberikan kekuatan sekaligus ketabahan bangsa kita untuk tegar menghadapi gejolak dan tantangan ke depan," pungkasnya.
Terpopuler
1
Kader NasDem Demo, Redaksi Tempo Tegaskan Pemberitaan Sesuai Kode Etik
2
UI Investigasi Dugaan Pelecehan Seksual yang Libatkan 16 Mahasiswa Fakultas Hukum
3
Tanya Jawab Imam Asy’ari dan Kalangan Muktazilah soal Siksa Kubur
4
Perundingan AS-Iran Gagal, Ketum PBNU dan Paus Leo XIV Ajak Seluruh Umat Wujudkan Perdamaian
5
Khutbah Jumat: Menata Niat dalam Bekerja agar Bernilai Ibadah di Sisi Allah
6
PBNU Resmikan 27 SPPG di Pesantren Lirboyo
Terkini
Lihat Semua