Nasional

Sejarawan UGM: KH Hasyim Asy'ari itu Penggerak Solidaritas

NU Online  ·  Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:00 WIB

Sejarawan UGM: KH Hasyim Asy'ari itu Penggerak Solidaritas

Ziarah (Buku) Sejarah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII UI) di Pesantren Aswaja Nusantara, Sleman, Yogyakarta, Senin (24/8/2026). (Foto: istimewa)

Yogyakarta, NU Online

Sejarawan Universitas Gadjah Mada (UGM) Arief Akhdiyat mengungkapkan bahwa Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari berperan sebagai penggerak solidaritas di era Revolusi Kemerdekaan.


"Sebagai solidarity maker (penggerak solidaritas), Mbah Hasyim bersama para kiai NU lainnya mampu mencetuskan Resolusi Jihad yang mendorong ratusan ribu santri dan rakyat bergerak menuju Surabaya sehingga terjadi pertempuran 10 November," kata Arief pada acara Ziarah (Buku) Sejarah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII UI) di Pesantren Aswaja Nusantara, Sleman, Yogyakarta, Senin (24/8/2026).


"Mbah Hasyim itu tokoh multidimensional yang memahami banyak hal, bahkan beliau memahami konsep proletar-borjuis dan materialisme historis," lanjut Arief. 


Berkaca dari keteguhan Mbah Hasyim mendirikan Pesantren Tebuireng untuk melawan kapitalisme pabrik gula, Arief bahkan menyatakan bahwa KH Hasyim Asy'ari seorang yang berani melawan kapitalisme.


Sebagaimana diketahui, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari menggerakkan masyarakat untuk berjuang bersama melawan penjajah yang hendak kembali merebut kemerdekaan Indonesia melalui Resolusi Jihad yang diserukan pada 22 Oktober 1945. Kiai Hasyim juga 


Sementara itu, Pengasuh Pesantren Aswaja Nusantara Gus Mustafid dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif IKA PMII UI menggelar acara ini jelang muktamar.


"Semoga diskusi malam ini bisa memperkaya wawasan muktamirin bahwa di masa lalu Mbah Hasyim dan para kiai NU adalah para ulama yang intens bergelut dengan kehidupan umat sehari-hari bukan hanya bermain politik praktis", tandas Gus Mustafid. 


Di akhir acara yang dihadiri 50-an warga NU Yogya, Ketua IKA PMII UI Alfanny menyampaikan terima kasih atas dukungan banyak pihak khususnya para alumni PMII UI atas Ziarah (Buku) Sejarah "Masyayih dan NU dalam Perang Sabil" karya Erwien Kusuma tersebut.


"Bedah buku ini sudah terlaksana di Jakarta, Bandung dan Yogya. Insya Allah terakhir Kamis 27 Agustus 2026 di Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy'ari (MINHA) Tebuireng," ungkap Alfanny yang pernah menjadi Ketua PC GP Ansor Jakarta Barat.