Nasional

Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi

NU Online  ·  Ahad, 21 Juni 2026 | 12:00 WIB

Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi

Sidang Pleno II Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Mojo, Kediri, Jawa Timur, Ahad (21/6/2026). (Foto: NU Online/Suwitno)

Kediri, NU Online

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf memaparkan berbagai capaian Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam menjawab tantangan zaman. Hal itu disampaikannya dalam Sidang Pleno II Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Mojo, Kediri, Jawa Timur, Ahad (21/6/2026).


Mengingat Munas-Konbes 2026 merupakan agenda terakhir sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Yahya menyebut forum tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mulai menyampaikan sebagian laporan pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan yang akan disampaikan pada Muktamar mendatang.


“Meski capaian ini rutin kita paparkan setiap tahun, hari ini tentu berbeda dengan pemaparan sebelumnya. Ini sekaligus menjadi momen untuk mulai mencicil laporan pertanggungjawaban pada Muktamar nanti,” ungkapnya.


Dalam kesempatan itu, Gus Yahya menyebut salah satu capaian penting PBNU adalah penyelenggaraan Pendidikan Dasar-Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU).


Program tersebut merupakan jenjang kaderisasi dasar yang dirancang untuk membentuk kader penggerak yang militan serta memiliki pemahaman dan komitmen terhadap paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).


“Kita telah melaksanakan PD-PKPNU dengan lebih dari 50 angkatan yang diikuti oleh para pengurus di tingkat MWCNU maupun PCNU,” paparnya.


Selain PD-PKPNU, PBNU juga menyelenggarakan Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU), yakni jenjang kaderisasi lanjutan setelah pendidikan dasar.


“Untuk PMKNU, kita sudah meluluskan lebih dari 100 peserta,” katanya.


Menurut Gus Yahya, seluruh jenjang kaderisasi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun sistem meritokrasi di lingkungan organisasi. Ke depan, kaderisasi akan menjadi salah satu instrumen penting dalam menyiapkan kepemimpinan di berbagai tingkatan kepengurusan NU, mulai dari MWCNU, PCNU, PWNU, hingga PBNU.


“Pelatihan kader ini adalah wahana yang menjadi ikhtiar kita untuk membangun meritokrasi. Siapa pun yang menduduki jabatan struktural dalam jam’iyah harus memiliki kapasitas yang memadai, yang salah satunya dibuktikan dengan pernah mengikuti pelatihan kaderisasi ini,” pungkasnya.


Kontributor: Umi Kholifah