Sujiwo Tejo: Beragama dengan Tersenyum itu Hanya Orang Pesantren
NU Online · Selasa, 17 Oktober 2017 | 11:03 WIB
Menguatnya radikalisme dan intoleransi yang terjadi di Indonesia khususnya dan di dunia umumnya menjadi persoalan yang perlu penanganan serius oleh berbagai pihak termasuk Nahdlatul Ulama (NU). Indonesia sebagai negara yang sangat beragam, baik agama, suku, bahasa, budaya dan lainnya, patut bangga terhadap keberadaan NU yang mempunyai basis pesantren untuk terus menjaga Indonesia dari radikalisme dan intoleransi tersebut.
Hal itu disampaikan oleh Sujiwo Tedjo saat ditemui NU Online di Jakarta. Menurut pria yang akrab dipanggil Mbah Tejo ini, santri dan pesantren merupakan potensi dalam hal toleransi di Indonesia.
“Kalau di pesantren atau NU diajarkan bahwa toleransi itu dari dulu sudah tinggi,” katanya seusai mengisi acara pembacaan puisi Gedung Graha Bakti Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (16/10) malam.
Oleh karena itu, pria yang berprofesi sebagai dalang ini pun menganggap bahwa keberadaan santri sangat dibutuhkan Indonesia.
“Santri sangat dibutuhkan untuk kecenderungan global yang makin mengekstremkan (dalam hal) agama,” jelas pria kelahiran Jember, Jawa Timur ini.
Pria berumur 55 tahun ini menyebut bahwa cara beragama yang dijalankan pesantren itu luwes, dan menebar rahmat.
“Beragama dengan tersenyum itu pesantren saja,” katanya.
Acara pembacaan puisi sendiri diselenggarakan Kementerian Agama dalam rangka memperingati hari santri yang ke-2 dengan tema Merawat Keberagaman dan Memantapkan Keberagamaan.
Turut menjadi pembaca puisi pada malam tersebut, Menteri Agama H Lukman Hakim Saifuddin, Kamaraudin Amin, Abidah El Kholiqie, Habiburrahman El Shirazy, Sosiawan Leak, KH Husein Muhammad, Jamal D. Ramah, Acpe Zam Zam Noor, Ahmad Tohari, Sutardji Calzoum Bachri, D. Zawawi Imron dan lain-lain. (Husni Sahal/Alhafiz K)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: 3 Jenis Ucapan yang disukai Allah
2
Khutbah Jumat: 8 Hal yang Dijauhi Rasulullah Mulai dari Kecemasan hingga Dililit Utang
3
Khutbah Jumat: Evaluasi Keuangan Setelah Hari Raya
4
Pendaftaran Beasiswa BIB Mulai DIbuka, Ini Jadwal Lengkapnya
5
Khutbah Jumat: Kenaikan BBM dan Panic Buying dalam Pandangan Islam
6
Khutbah Bahasa Jawa: Nalika Kahanan Rekasa, Tansah Cekelen Sabar lan Takwa
Terkini
Lihat Semua