Pemberdayaan Perempuan dari Bilik Pesantren
Oleh Mudrikah*)
Sudah sejak dahulu perempuan sering menjadi korban ketidakadilan. Baik di ranah domestik maupun publik, perempuan masih menjadi pihak yang kalah. Penghargaan dan apresiasi terhadap mereka masih demikian minim. Justru sebaliknya, perlakukan tidak adil yang sering diterima. Baik itu terjadi secara fisik maupun mental. Rupanya, perempuan masih menempati posisi subordinat. Ia menjadi pihak nomor dua setelah laki-laki.
Selain itu, perempuan masih menjadi objek marginalisasi. Mereka masih menjadi kaum yang terpinggirkan baik dalam hal pendidikan, ekonomi, maupun akses publik. Perempuan masih dibatasi geraknya sehingga tidak bisa mengembangkan diri. Mereka juga mendapat stereotype (pelabelan) sebagai kaum lemah. Meski sekuat apapun perempuan dalam rumah tangga, tetap saja ia dianggap lemah. Label ini sudah kadung melekat sejak dulu dan sulit untuk dihilangkan. Akibatnya, perempuan tidak dianggap berjasa apa-apa meskipun dalam keluarga ia banyak berperan.
Selasa, 9 Maret 2010 | 03:44 WIB