Ramadhan Benarkah Bulan Penuh Barakah Bagi Umat Islam?
Oleh: Zainuddin*
Indonesia pantas mendapatkan acungan jempol dengan pemeluk agama Islam yang mayoritas. Mereka layak berbangga hati karena sampai saat ini, agama Islam bisa eksis dalam percaturan dunia global. Di saat paradigma pragmatis-materialistis menghegemoni laju kehidupan, agama, khususnya Islam tetap menjadi naungan yang bisa menyejukkan bangsa Indonesia. Hal ini menjadi bukti kongkret bahwa nilai spiritualitas tidak bisa ditukar dengan “kue” materialisme yang cenderung melupakan manusia akan moralitas.
Bagi umat Islam, kekokohan dan konsistensi mereka terhadap ajaran agama bisa diketahui dari perilaku dan amalan sehari-hari. Ibadah sebagai pemenuhan kewajiban menjadi simbol ketaatan mereka kepada Allah. Puasa misalnya, yang diidentikkan dengan upaya signifikan untuk melawan dan mengekang hawa nafsu, dipandang sebagai salah satu ibadah yang sangat mulia. Oleh karena itu, bulan puasa dipersepsikan suci alias bulan yang maha agung. Cara pandang ini mendasari pemahaman mereka terhadap urgensi melakukan kebaikan sebanyak-banyaknya dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan di bulan yang penuh barakah ini.
Kamis, 27 September 2007 | 06:18 WIB