Home Tafsir Mimpi Haji, Umrah & Qurban Doa Tasawuf/Akhlak Jenazah Khutbah Ekonomi Syariah Ilmu Hadits Shalawat/Wirid Lainnya Doa Bahtsul Masail Ilmu Tauhid Nikah/Keluarga Zakat Hikmah Tafsir Sirah Nabawiyah Ubudiyah

Ini Lafal Niat Puasa Ramadhan Sebulan Penuh

Ini Lafal Niat Puasa Ramadhan Sebulan Penuh
Bagi Mazhab Maliki, niat puasa Ramadhan cukup sekali. Niat puasa Ramadhan dilakukan pada malam hari. Orang tidak perlu khawatir bila lupa berniat puasa pada malam-malam Ramadhan berikutnya.
Bagi Mazhab Maliki, niat puasa Ramadhan cukup sekali. Niat puasa Ramadhan dilakukan pada malam hari. Orang tidak perlu khawatir bila lupa berniat puasa pada malam-malam Ramadhan berikutnya.

Mazhab As-Syafi’i mengharuskan orang berniat puasa pada setiap malam Ramadhan. Pandangan ini tentu berbeda dengan pendapat Mazhab Maliki. Mazhab Maliki mewajibkan niat puasa pada malam pertama Ramadhan.


Kitab Perukunan Melayu Besar yang sebagian besarnya mengutip dari Kitab Sabilul Muhtadin karya Syekh Arsyad Banjar mencantumkan lafal niat puasa Ramadhan sebulan penuh sebagai berikut ini:


نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ كُلِّهِ لِلهِ تَعَالَى


Nawaitu shauma syahri Ramadhāna kullihī lillāhi ta‘ālā.


Artinya, “Aku sengaja berpuasa bulan Ramadhan sekaliannya karena Allah ta’ala.” (Kitab Perukunan Melayu Besar, [Jakarta, Al-Aidrus: tanpa tahun], halaman 14).


Kewajiban niat puasa pada malam awal Ramadhan diterangkan antara lain dalam Risalah Abi Zaid Al-Qairuwani yang disyarahkan dalam Kitab Al-Fawakihud Dawani. Sedangkan niat puasa malam Ramadhan berikutnya tidak diwajibkan.


ويبيت الصيام في أوله "وليس عليه البيات" كل ليلة "في بقيته" وكذلك كل صوم يجب تتابعه يكفي النية الواحدة


Artinya, “Seseorang harus berniat puasa pada malam hari di awal Ramadhan. Tidak ada kewajiban niat berpuasa pada setiap malam pada hari-hari selanjutnya. Demikian juga berlaku pada puasa yang harus dikerjakan secara berurutan. Cukup niat sekali di awal,” (Syekh Ahmad bin Ghanim An-Nafrawi Al-Maliki, Al-Fawakihud Dawani, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: 1997 M/1418 H], juz I, halaman 467).


Bagi Mazhab Maliki, niat puasa Ramadhan cukup sekali. Niat puasa Ramadhan dilakukan pada malam hari. Orang tidak perlu khawatir bila lupa berniat puasa pada malam-malam Ramadhan berikutnya.


Setelah fiks akhir hari Sya’ban, seseorang dapat berniat pada malam pertama Ramadhan. Niat sekali dianggap cukup untuk ibadah puasa Ramadhan sebulan. Meski demikian, Mazhab Maliki tetap menganjurkan orang untuk berniat puasa pada setiap malam Ramadhan. Wallahu a’lam. (Alhafiz Kurniawan)


Terkait

Puasa Lainnya

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya