NU Online
Keislaman
Advertisement Banner
600×80

Pustaka

Kumpulan artikel kategori Pustaka

Menampilkan 12 artikel (Halaman 85 dari 95)
Menera Jalan Baru Keagamaan
Pustaka

Menera Jalan Baru Keagamaan

Judul buku: Manusia Alquran; Jalan Ketiga Religiusitas di Indonesia Penulis: Prof Dr Abdul Munir Mulkhan Penerbit: Impulse, Yogyakarta Cetakan: I, 2007 Tebal: 369 halaman Peresensi: Ahmad Musthofa Haroen Al-Quran bukan kitab yang bicara soal ketuhanan semata. Dalam banyak ayatnya, Tuhan justru hadir bersama fenomena kesemestaan. Artinya, Tuhan dipahami dengan membaca seluruh pertanda alam. Ketuhanan terpancar dari potensi ilahiah semua makhluknya. Di sini, sebagai penafsir, manusia dianugerahi kemampuan menalar dan merenung untuk menyingkap alam esoteris Al-Quran. Alam yang tak habis-habis ditimba samudera maknanya, tak juga berbatas meski dijelajah seluruh ayatnya.

Pelecehan terhadap Amaliah Warga NU
Pustaka

Pelecehan terhadap Amaliah Warga NU

Judul Buku: Membongkar Kebohongan Buku; Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat & Dzikir Syirik (H. Mahrus Ali) Penulis: Tim Bahtsul Masail PCNU Jember Penerbit: Khalista Surabaya Cetakan: I, Januari 2008 Tebal: xi+ 254 halaman Peresensi: Ach. Tirmidzi Munahwan Buku yang berjudul "Membongkar Kebohongan Buku; Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat dan Dzikir" ini, merupakan jawaban dari buku yang ditulis H Mahrus Ali yang berjudul, "Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat dan Dzikir Syirik". Tulisan Mahrus, ternyata mempunyai banyak kejanggalan dan kebohongan, bahkan meresahkan kaum muslimin, khususnya bagi warga Nahdliyyin (sebutan untuk warga NU). Tim Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Cabang NU Jember merasa bertanggung jawab untuk meluruskan adanya kejanggalan dan kebohongan buku tersebut.

Menelusuri Spiritual Sang Sufi
Pustaka

Menelusuri Spiritual Sang Sufi

Judul Buku: Nyanyi Sunyi Seorang Sufi Penulis: James Fadiman dan Robert Frager Al-Jerrahi Penerjemah: Helmi Mustafa Penerbit: Pustaka Al-Furqan, Yogyakarta Cetakan: Pertama, Desember 2007 Tebal: Lxxiv + 348 hlm. Peresensi: Adi Kusno Istilah sufi, barangkali sudah tidak asing lagi di telinga kita. Bahkan, sudah mengakar di benak-benak kita sampai memiliki ruang tersendiri dalam setiap individu kita masing-masing. Mendengar istilah sufi, sepertinya ada sesuatu yang sampai saat ini dirasakan janggal, yang menjadi polemik sejarah. Sebab, sufi selalu diartikan sebagai orang yang sudah lupa akan sifat duniawi, sinting (gila), dan menganggap hanyalah Tuhan yang ada. Namun, pada kenyataannya, tidak demikian, sebab sufi itu sendiri adalah proses seseorang dalam pencariannya menuju yang Satu,

Potret Tionghoa dalam Bingkai Budaya Jawa
Pustaka

Potret Tionghoa dalam Bingkai Budaya Jawa

Judul: Menjadi Jawa; Orang-orang Tionghoa dan Kebudayaan Jawa di Surakarta 1895-1998 Penulis: Prof Dr Rustopo Penerbit: Ombak, Yogyakarta Cetakan: Pertama 2007 (xxii + 419 halaman) Peresensi: Lukman Santoso Az "Akibat peristiwa gerakan 30 September 1965, etnis Tionghoa, selama 40 tahun lebih harus mengalami diskriminasi atau terkena cultural genocide, yakni pelarangan penggunaan bahasa, mengubah atau mengahancurkan sejarah dan atau menghancurkan simbol-simbol peradabannya". (Tomy Su, 2006)

Wayang dan Ajaran Moral Islam
Pustaka

Wayang dan Ajaran Moral Islam

Judul buku: Moral Islam dalam Lakon Bima Suci Penulis: Teguh, M.Ag. Penerbit: Pustaka pelajar Cetakan: 1, Desember 2007 Tebal: x+200 halaman Peresensi: Alfan Zakaria Harus diakui bahwa wayang merupakan hasil seni budaya klasik tradisional Jawa yang paling banyak dibicarakan para ilmuwan, baik dari dalam maupun luar negeri. Banyak dari mereka yang mendapatkan gelar kesarjanaan dari ilmu pewayangan. Dalam hal ini, Sri Mulyono (1989), menggambarkan bahwa wayang laksana sumber air yang ditimba tanpa ada habisnya.

Menyingkap Hakikat Makna Haji
Pustaka

Menyingkap Hakikat Makna Haji

Judul: Makna Haji Penulis: Dr. Ali Syariati Penerbit: Zahra, Jakarta Edisi: Pertama, 2007 Tebal: 260 halaman Peresensi: Lukman Santoso Az* Ibadah haji, dalam rukun Islam, merupakan ibadah kelima setelah syahadat, salat, puasa dan zakat. Ibadah ini dilakukan pada hari-hari tertentu di bulan Dzulhijjah dengan urutan amalan-amalan tertentu. Setiap pelaku haji melakukan amalan-amalan tersebut pada tempat-tempat yang tertentu pula. Di antaranya adalah Mekah, tempat para jamaah haji melakukan thawaf (mengelilingi Ka’bah), sa’i (lari-lari kecil), dan tahallul (memotong rambut). Kemudian, Arafah, suatu padang tandus tempat para jamaah haji melakukan perenungan dan berdoa sebanyak-banyaknya. Lalu, Mina, tempat para jamaah haji melontar tiga macam jumrah, dan seterusnya hingga ritual haji selesai. Pertanyaannya, apa rahasia yang terkandung dalam pelaksanaan ibadah haji itu, apakah ia hanya sekadar ritual belaka, atau ada makna luhur di balik semua ritual tersebut?

Membumikan Ekonomi Rabbaniyah
Pustaka

Membumikan Ekonomi Rabbaniyah

Judul Buku: Agama, Etika, dan Ekonomi Penulis: Dr. H. Muhammad Djakfar, SH., M.Ag Penerbit: UIN-Malang Press Cetakan I: September 2007 Tebal: xix + 288 Halaman Peresensi: Abdul Halim Fathani* Bangsa Indonesia saat ini sedang (baca: masih) menghadapi tantangan yang berat dan bertubi-tubi. Berbagai persoalan datang silih berganti. Mulai masalah politik, sosial, budaya, pendidikan, ekonomi, keamanan, dan keagamaan nampak jelas tengah digenjot oleh ragam problematika yang jelas tak dapat dianggap remeh. Nampaknya, begitu pelik dan dilematis. Kenyataan inilah yang menciptakan pandangan bahwa bangsa kita tercinta ini sedang mengalami keterpurukan.

Meretas Hubungan Antar-Agama dan Negara
Pustaka

Meretas Hubungan Antar-Agama dan Negara

Judul buku: Islam Syariah Vis a Vis Negara Ideologi Gerakan Politik di Indonesia Penulis: Zuly Qodir Penerbit: Pustaka Pelajar, Yogyakarta Cetakan: I, Agustus, 2007 Tebal: 351 Halaman Peresensi: Adi Kusno*      Akhir-akhir ini, munculnya keinginan yang cukup kuat dan apresiatif untuk menjadikan negara sebagai negara yang berlandaskan pada sebuah agama pada umumnya dan negara Islam pada khususnya, menjadi masalah yang sangat krusial dan fundamental di kalangan umat beragama. Keinginan tersebut, kadang terus berkesinambungan pada sebuah konflik yang tak berkesudahan yang menyebabkan terjadinya peperangan ideologi maupun fisik (pertumpahan darah).

Konsep Kiai Sahal dalam Membaca Realitas Sosial
Pustaka

Konsep Kiai Sahal dalam Membaca Realitas Sosial

Judul Buku: Fiqh Sosial Kiai Sahal Mahfudh; Antara Konsep dan Implementasi Penulis: Jamal Ma’mur Asmani Penerbit: Khalista, Surabaya Cetakan: I, Desember 2007 Tebal: xxxiii + 373 halaman Peresensi: Fikrul Umam MS* Fikih sosial Kiai Sahal merupakan konsep aktif-progresif dan selalu mengacu pada lima prinsip pokok; pertama, interpretasi teks-teks fikih secara konstektual. Kedua, perubahan pola ber-mazhab dari qauly (tekstual) ke manhaji (metodologis). Ketiga, verifikasi mendasar mana ajaran yang pokok (ushul) dan yang cabang (furu’). Keempat, fikih dihadirkan sebagai etika sosial, bukan hukum positif negara. Kelima, pengenalan metodologi pemikiran filosofis, terutama dalam masalah sosial dan budaya.

Meng-Indonesia-kan Islam
Pustaka

Meng-Indonesia-kan Islam

Judul Buku: Islam Universal Penulis: Prof Dr Nurcholish Madjid, Dkk Penerbit: Pustaka Pelajar, Yogyakarta Cetakan: I, November 2007 Tebal: xii + 342 halaman Peresensi: Yanuar Arifin* Dalam perjalanan sejarah Islam Indonesia, perdebatan tentang Islam selalu memberi warna dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Perdebatan-perdebatan tersebut biasanya bermula dari perbedaan interpretasi terhadap ajaran Islam yang seakan tidak pernah menemukan titik temu. Pada satu sisi, terdapat pemahaman yang memandang Islam sebagai agama yang ajarannya wajib diterapkan secara literal di Indonesia. Sedangkan pada sisi yang lain, juga terdapat pemahaman yang menyatakan bahwa ajaran ke-Islam-an harus berintegrasi dengan ke-Indonesia-an. Pemahaman tersebut seakan selalu berada pada tempat yang saling berseberangan. Pada akhirnya, perbedaan semacam itu, menuntut kita untuk lebih arif dalam memposisikan diri terhadap suatu pemahaman ke-Islam-an dan ke-Indonesia-an.

Gus Dur dan Islam Kosmopolitan
Pustaka

Gus Dur dan Islam Kosmopolitan

Judul Buku: Islam Kosmopolitan, Nilai-Nilai Indonesia Transformasi dan Kebudayaan Penulis: KH Abdurrahman Wahid Editor: Agus Maftuh Abegebriel Penerbit: The Wahid Institute Cetakan: I, 2007 Tebal: xxxviii+397 halaman Peresensi: Noviana Herliyanti* KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) bukanlah Gus Dur bila dalam berbicara tidak kontroversial, nyeleneh, nyentrik dan menyelipkan kritik. Maka, tak heran bila di sana-sini, dalam tulisannya, kita temukan saja kritik-kritiknya yang tajam, mulai mengkritik pemerintah, politisi hingga kelompoknya sendiri. Namun, di balik sikap kontroversinya, kenyelenehan dan kenyentrikannya selalu menjadi angin segar terhadap perkembagan Islam di Indonesia.

Munajat Ulama Sufi
Pustaka

Munajat Ulama Sufi

Judul Buku: Sastra Hizib Penulis: Murtadho Hadi Penerbit: Pustaka Pesantren, Yogyakarta Cetakan: I, Mei 2007 Tebal: xii + 109 halaman Peresensi: Ach Syaiful A'la* Seorang penyair seringkali perlu bersusah-payah menemukan sebuah kata untuk sebongkah imajinasinya. Sedangkan, seorang sufi seringkali tak tahu bagaimana bisa serangkaian kata-kata indah mengalir begitu saja dari bibirnya untuk sehamparan realita. Mungkin itu bedanya seseorang yang bekerja dengan imajinasi dan seorang yang menyatu dengan realitas.