NU Online
Keislaman
Advertisement Banner
600×80

Pustaka

Kumpulan artikel kategori Pustaka

Menampilkan 12 artikel (Halaman 86 dari 95)
Fikih Sosial Kiai Sahal
Pustaka

Fikih Sosial Kiai Sahal

Judul Buku: Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pesantren (Kontribusi Fiqh Sosial Kiai Sahal Mahfudh dalam Perubahan Nilai-nilai Pesantren) Penulis: Dr. Zubaedi, M.Ag., M.Pd. Penerbit: Pustaka Pelajar, Yogyakarta Cetakan: Pertama, Oktober 2007 Tebal: xi + 405 halaman Peresensi: Irham Sya’roni * Identitas pesantren, pada awal perkembangannya, merupakan sebuah institusi pendidikan dan penyiaran agama Islam. Dari sisi sejarah, pesantren tidak hanya mengandung makna ke-Islam-an, tetapi juga keaslian (indegenous) Indonesia. Dari sisi tujuan, pada mulanya, pesantren bertujuan menyiapkan santri menjadi kader-kader ulama dan kiai melalui pendalaman dan penguasaan ilmu agama (tafaqquh fiddin). Selain itu, juga sebagai lembaga dakwah dan benteng pertahanan umat di bidang ahlak.

Nasionalisme Berbasis Plural
Pustaka

Nasionalisme Berbasis Plural

Penulis: KH Ali Maschan Moesa Judul Buku: Nasionalisme Kiai; Konstruksi Nasionalisme Berbasis Agama Cetakan I: November, 2007 Penerbit: LKiS, Yogyakarta Tebal: xxii + 358 Halaman Peresensi: Heppy Ikmal* Ali Maschan Moesa, sosok yang satu ini, hadir sebagai tokoh dengn tipologi moderat. Dari berbagai pemikirannya, baik tulisan dan beberapa pidatonya dalam seminar maupun sebagai dosen, ia lekat dengan pemikiran pluralismenya. Yaitu sebagai upaya memahami perbedaan sebagai sunnatullah, sebagai sesuatu yang sudah ditetapkan dan tidak bisa dihindarkan, dan juga bagaimana membangun kehidupan yang plural menjadi kekuatan yang sinergis. Hal itu juga bisa kita lihat keromantisan dengan seniornya, KH Hasyim Muzadi dalam mengusung Islam Rahmatan Lil Alamin sebagai agama yang dapat memberi kasih sayang kepada seluruh manusia dan alamnya.

Gembong NU dari Lasem
Pustaka

Gembong NU dari Lasem

Judul Buku: Mbah Ma'shum Lasem; The Authorized Biography of KH. Ma'shum Ahmad Penulis: M. Luthfi Thomafi Editor: Abdillah Halim Pengantar: KH. A. Mustofa Bisri Penerbit: Pustaka Pesantren, Yogyakarta Cetakan: I, April 2007 Tebal: xxx+ 318 halaman Peresensi: Noviana Herliyanti KH. A. Musthofa Bisri (Gus Mus), dalam pengantar buku ini menyebutnya, Lasem pernah memiliki dua "gembong" kiai yang sangat dihormati dan disegani terutama di kalangan warga Nahdlatul Ulama (NU). Kiai yang dimaksud Gus Mus adalah KH. Ma'shum Ahmad alias Mbah Ma'shum dan KH. Baidhowi Abdul Aziz alias Mbah Baidhowi. Pada masanya, kedua kiai besar dan berpengaruh itu merupakan rujukan, tidak hanya bagi masyarakat dan para kiai lain di wilayah Rembang dan Lasem saja. Bahkan Prof. Dr. KH. Mukti Ali, salah satu santrinya yang menjadi Mentri Agama, ia selalu sowan kepadanya untuk memohon restu dan doanya, agar mendapatkan kesuksesan selama menjalankan tugas dan tanggung-jawab kenegaraannya.

Dinamika Politik Kenegaraan Islam
Pustaka

Dinamika Politik Kenegaraan Islam

Judul Buku: Negara Islam atau Negara Nasional, Pemikiran Fundamentalis vs Lliberalis Penulis : Ahmad Zakki Fuad Peresensi: Heppy Ikmal Penerbit: Jenggala Pustaka Utama, Kediri Cetakan: Pertama, Juli 2007 Tebal: x + 230 Hal Wacana ke-khalifahan (negara Islam) akhir-akhir ini semakin marak diperbincangkan, baik dalam lingkup kampus maupun yang berskala internasional. Sebagai klimaksnya, 18 Agustus 2007 lalu, diselenggarakan Konferensi Khilafah Internasional di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Membumikan Pesan Agama Sebagai Etika Sosial-Ekonomi
Pustaka

Membumikan Pesan Agama Sebagai Etika Sosial-Ekonomi

Judul Buku: Kesalehan Sosial Penulis: Mohammad Sobary Penerbit: LKIS, Yogyakarta Cetakan: I, Agustus 2007 Tebal: xvi + 280 halaman; 12 cm x 18 cm Oleh: Wasid Mansyur Sebagai bangsa yang kaya raya, seyogyanya masyarakatnya mengalami proses perkembangan yang baik dalam kehidupan. Namun, realitas berbicara beda, kesenjangan demi kesenjangan terjadi antarindividu. Pusat lebih bisa mengakses perekonomian dan politik, sementara daerah kurang menjadi perhatian secara serius. Para konglomerat juga lebih banyak memperkaya diri, tanpa mempertimbangkan keseimbangan roda perekonomian di wilayah yang digerakkan masyarakat kecil, sehingga pasar tradisional dan masyarakat ter-miskin-an oleh roda laju kekuatan kapital yang sulit tertandingi.

Mencetak "Agent Of Change" Melalui Pesantren
Pustaka

Mencetak "Agent Of Change" Melalui Pesantren

Peresensi: Heri Kurniawan Judul Buku: Menggerakkan Tradisi Penulis: Abdurrahman Wahid Penerbit: LKiS, Yogyakarta Cetakan: I, 2007 Tebal: xxii+275 halaman Sepanjang pengetahuan yang telah tersebar selama ini di kalangan akademisi, aktivis, intelektualis, sepertinya hanyalah mahasiswa yang 'paling pantas' diposisikan sebagai penyandang gelar istilah agent of change (agen perubahan). Padahal, potensi besar seperti itu pun dimiliki oleh lembaga pendidikan non-formal, seperti halnya pesantren. Inilah salah satu dampak dari pemerintahan Orde Baru (Orba) dalam upayanya mengaburkan nilai-nilai sejarah perjuangan panjang nenek moyang bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah, hanya demi membangun doktrin sejarah bahwa, perjuangan politik mencapai kemerdekaan tidak lebih dari perjuangan bersenjata. Padahal, kita tahu, pasukan tentara baru terbentuk setelah bangsa ini diorganisasikan dalam Republik.

Mengawal Kiai dalam Percaturan Partai Politik
Pustaka

Mengawal Kiai dalam Percaturan Partai Politik

Judul Buku : Peran Kiai Pesantren dalam Partai Politik Penulis : Dr. H. Achmad Patoni, M.Ag Penerbit : Pustaka Pelajar, Yogyakarta Cetakan : I Agustus 2007 Tebal : XVI + 212 Halaman Peresensi : Sungatno* Dewasa ini, walaupun pemilihan calon presiden (capres) dan Wakil Presiden (cawapres) masih lama, sekitar bulan Juli 2009, banyak diantara para petinggi-petinggi pengurus partai politik (parpol) yang secara tidak langsung mencuri start untuk berkampanye mensosialisasikan atau memantapkan visi dan misi parpolnya kepada massa pendukung atau calon pendukung suatu parpol.

Mengurai Benang Merah Tradisi Ziarah Wali
Pustaka

Mengurai Benang Merah Tradisi Ziarah Wali

Judul : Ziarah Wali; Wisata Spiritual Sepanjang Masa Penulis : Ruslan dan Arifin Suryo Nugroho Penerbit : Pustaka Timur, Yogyakarta Cetakan I : September 2007 Tebal : 138 halaman Peresensi : Lukman Santoso Az* Membludaknya jumlah peziarah ke makam wali dari tahun ke tahun, terutama ketika hari-hari tertentu, merupakan fenomena kehidupan yang unik sekaligus menarik untuk dicermati. Di tengah gempita dan glamournya modernitas, tradisi ‘wisata spiritual’ ini seakan menjadi seremonial tersendiri yang masih menjadi ritual yang sakral dan suci dalam perjalanan keberagamaan umat.

Fikih Sufistik dalam Kitab Kuning Nusantara
Pustaka

Fikih Sufistik dalam Kitab Kuning Nusantara

Judul       : Manahijul Imdad Penulis    : Syekh Ihsan Dahlan Tebal       : Dua Jilid 1088 halaman Penerbit   : Pesantren Al Ihsan, Jampes Kediri Tahun      : 2006 Peresensi : Abdul Mun’im DZ Dengan penegasan bahwa tidak ada kerahiban dalam Islam (la rahbaniata fil Islam), maka keberagamaan Islam sangat ditekankan pada fikih atau syariat yang formal. Pada abad berikutnya keberagamaan yang legal formalistik itu kurang memuaskan aspirasi spiritual sebagian ulama. Mereka itu berusaha menerapkan kehidupan beragama yang lebih mengutamakan peningkatan spiritualitas. Toh kehidupan keberagamaan Nabi dan sahabat sendiri penuh dengan kedamaian ruhani, walaupun ada kelompok sufi yang cenderung mengabaikan syariat. Ketega

Anekdot Kaum Sarungan
Pustaka

Anekdot Kaum Sarungan

Judul Buku: Humor Ngaji Kaum Santri Penulis    : Hamzah Sahal Penerbit: Pustaka Pesantren Cetakan: II, 2007 Tebal: xviii + 110 halaman Peresensi: Ach Syaiful Khalil* Seperti diakui banyak orang, pesantren merupakan lembaga pendidikan yang ketat dan sarat dengan aneka ragam peraturan. Peraturan yang ada tetap dilanggar dan tidak membuat disiplin para santri. Mungkin hal itu sudah menjadi watak dari manusia. Sehingga tidak berlebihan apabila orang mengatakan bahwa pesantren adalah “penjara suci”.

Mentradisikan Teknologi
Pustaka

Mentradisikan Teknologi

Judul Buku: Teknologi Sebagai Tradisi; Refleksi Pengalaman 4 Tahun NU Online Pengantar: KH Hasyim Muzadi Penulis: Abdul Mun’im DZ Penerbit: NU Online, Jakarta Cetakan: I, Agustus 2007 Tebal: 56 Halaman Peresensi: Ach Syaiful A’la* Nahdlatul Ulama—biasa disingkat NU—artinya adalah ”Kebangkitan Ulama”. Sebuah organisasi keagamaan kemasyarakatan (jam'iyah diniyah ijtima'iyah) yang didirikan para ulama, 31 Januari 1926 M/16 Rajab H di Surabaya.

Meneladani Jejak KH. Hamim Jazuli
Pustaka

Meneladani Jejak KH. Hamim Jazuli

Judul Buku: Perjalanan dan Ajaran Gus Miek Penulis: Muhammad Nurul Ibad Editor: Fahruddin Nasrullah & A. Muhaimin Azzet Penerbit: Pustaka Pesantren, Yogyakarta Cetakan: I, Februari 2007 Tebal: xx + 336 halaman Peresensi: Noviana Herliyanti* KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam sebuah tulisannya mengatakan, istilah kiai, gus, bindere, dan ajengan adalah sebutan yang semula diperuntukkan bagi para ulama tradisional di pulau Jawa, walaupun sekarang kiai sudah digunakan secara generik bagi semua ulama, baik tradisional maupun modernis, baik yang ada di pulau Jawa maupun di luar Jawa.