NU Online
Keislaman
Advertisement Banner
600×80

Pustaka

Kumpulan artikel kategori Pustaka

Menampilkan 12 artikel (Halaman 84 dari 95)
Ajaran Keteladanan KH Badri Masduqi
Pustaka

Ajaran Keteladanan KH Badri Masduqi

Judul Buku: KH Badri Masduqi Penulis: Saifullah Penerbit: Pustaka Pesantren-LKiS, Yogyakarta Cetakan: Pertama, April 2008 Tebal: vi +290 halaman. Peresensi: Ahmad Hasan MS Almarhum KH Badri Masduqi merupakan ulama kharismatik yang memiliki jangkauan luas dari berbagai bidang kehidupan. Wajar bila KH Tauhidullah Badri, dalam kata pengantar buku ini, mengatakan bahwa KH Badri Masduqi adalah sosok multidimensi yang memiliki beragam aktivitas mulai dari pengasuh Pondok Badridduja, Dosen Ma’had Aly serta pemimpin Thariqah Tijaniyah di Indonesia. Semasa hidupnya Almarhum Masduqi rajin mengisi di berbagai forum pengajian, seminar, bahtsul masail hingga menerima tamu dari berbagai masyarakat yang berkunjung ke rumahnya.

Memproklamirkan ‘Ahlussunnah wal Bidah Hasanah’
Pustaka

Memproklamirkan ‘Ahlussunnah wal Bidah Hasanah’

Judul: Ahlussunnah wal Bidah Hasanah Penulis: Tim Jurnal Kalimah Penerbit: Lesbumi Yogyakarta Cetakan: Mei 2008 Tebal: 169 halaman Peresensi: A Khoirul Anam Kalangan Nahdliyin (warga organisasi Nahdlatul Ulama/NU), juga para kiai dan santri di pondok pesantren sering dihadapkan dengan gugatan kelompok yang menamakan diri ‘kelompok pemurnian Islam’ atau ‘kelompok modernis’. Mereka yang muncul belakangan ini ‘berteriak-teriak’ mengharamkan alias mencap sesat beberapa ritual peribadatan (ubudiyah) yang sudah lama dijalankan semenjak Islam pertama kali berkembang di Nusantara, seperti tahlilan, ziarah kubur, selamatan, selawat Nabi, perayaan Maulid Nabi, dan masih banyak lagi yang lainnya.

NU dan Tantangan Menjelang Satu Abad
Pustaka

NU dan Tantangan Menjelang Satu Abad

Judul: NU dan Neoliberalisme, Tantangan dan Harapan Menjelang Satu Abad Penulis: Nur Khalik Ridwan Editor: F. Mustafid Penerbit: LKiS, Yogyakarta Cetakan: I, Februari 2008 Tebal: xx+204 halaman Peresensi: Noviana Herliyanti Nahdlatul ulama (NU), adalah organisasi sosial keagamaan yang didirikan pada 31 Januari 1926 (16 Radjab 1344 H) oleh sejumlah kiai (ulama) di Surabaya, Jawa Timur. Organisasi ini sudah memberikan kontribusi dan perubahan yang besar pada negara, khususnya umat Islam di seluruh pelosok Tanah Air. Promotor berdirinya, KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Chasbullah, KH Bisri Syansuri, KH Ridwan, KH Nawawi, KH Doromuntaha (menantu KH Cholil Bangkalan). Pendiri utamanya adalah, Hadratus Syeikh KH Hasyim Asy’ari.

Kiai Ihsan: Tokoh Intelektual-Spiritual Islam
Pustaka

Kiai Ihsan: Tokoh Intelektual-Spiritual Islam

Judul Buku: Jejak Spiritual Kiai Jampes Penulis: Murtadho Hadi Penerbit: Pustaka Pesantren, LKiS Yogyakarta Cetakan: I, Januari 2008 Tebal: xii + 76 halaman Peresensi: Anwar Nuris Konon, banyak ulama dan pakar bahasa Arab, termasuk ulama Al-Azhar (Mesir), yang tidak segera percaya saat mereka tahu bahwa pengarang kitab Amtsilatut Tashrifiyyah adalah KH Makshum Ali dari Jombang, Indonesia, yang dimaklumi tidak menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa ibu. Kitab Ilmu Tashrif (konjugasi) ini terkenal karena dapat menjelaskan proses bentukan kata dan tata matra (wazan) secara ringkas.

Al-Quran sebagai Fundamen Toleransi
Pustaka

Al-Quran sebagai Fundamen Toleransi

Judul buku: Al-Quran, Kitab Toleransi; Inklusivisme, Pluralisme, dan Multikulturalisme Penulis: Zuhairi Misrawi Pengantar: Abdurrahman Wahid & A. Syafi'i Ma'arif Penerbit: Fitrah Jakarta Cetakan: 1, 2008 Tebal: xxxiii + 526 halaman Peresensi: Muhammadun A.S. Hubungan antaragama dalam dua dekade tarakhir, khususnya pasca Tragedi 11 September 2001, masih dicekam berbagai tragedi berdarah yang terus melayangkan nyawa manusia tak berdosa. Tragedi demi tragedi terus menyeruak di belahan dunia. Timur Tengah menjadi saksi bisu betapa darah terus mengalir di tengah konflik horisontal antarsaudara sendiri. Eropa juga ketir-ketir dengan hantu tragedi bom bunuh diri yang bisa datang sewaku-waktu. Sementara, di Asia, konflik berdarah juga tak kunjung berakhir. Indonesia juga tak lepas. Tragedi Situbondo, Poso, Maluku, dan kerusuhan medio Mei 1998 adalah saksi bahwa persaudaraan sejati hanya isapan jempol.

Memahami Ajaran Sosialisme Muhammad dan Karl Marx
Pustaka

Memahami Ajaran Sosialisme Muhammad dan Karl Marx

Judul Buku: Muhammad dan Karl Marx Tentang Masyarakat Tanpa Kelas Penulis: Munir Che Anam Penerbit: Pustaka Pelajar Cetakan: Pertama, Maret 2008 Tebal: 289 Halaman Peresensi: Muhibin A.M. Kemiskinan, eksploitasi ekonomi, feodalisme dan perbudakan telah menyebabkan stratifikasi sosial yang tidak adil, terutama bagi masyarakat proletar. Para kapitalis dan golongan borjuis lainnya, secara terstruktur menindas golongan lemah, mereka memanfaatkan golongan orang-orang yang lemah ini untuk mengeruk keuntungannya sendiri. Sehingga kemiskinan yang terstruktur ini tak pernah reda dan selalu mengalami pertumbuhan dari waktu ke waktu. Tindakan pengeskploitasian tenaga orang-orang miskin yang dibayar rendah ini kemudian menimbulkan gerakan perlawanan yang menuntut keadilan dan persamaan hak di antara sesama warga negara.

Menelusuri Jejak Nasionalisme NU
Pustaka

Menelusuri Jejak Nasionalisme NU

Judul Buku: Nasionalisme NU Penulis: Zudi Setiawan Penerbit: CV Aneka Ilmu, Semarang Cetakan: September, 2007 Tebal: xviii +334 halaman Peresensi: Titik Suryani Kajian tentang Nahdlatul Ulama (NU) seakan tiada pernah ada habisnya. Entah berapa buku yang sudah diterbitkan. Para cerdik pandai dari dalam maupun luar negeri mengkaji NU dari berbagai segi dan dimensinya. Sebagai organisasi kemasyarakatab Islam terbesar di Indonesia atau bahkan di dunia, tentu banyak sisi yang menarik dan patut untuk dikaji secara mendalam. Dan, hal itu absah saja dalam dunia akademis. Di antara yang menarik itu adalah dimensi politik NU, mengingat peran NU yang cukup besar dalam kancah perpolitikan nasional.

Menengok Konsepsi Teologi Einstein
Pustaka

Menengok Konsepsi Teologi Einstein

Judul Buku: Einstein Mencari Tuhan Penulis: Wisnu Arya Wardhana Penerbit: Pustaka Pelajar, Yogyakarta Cetakan: I, Februari 2008 Tebal: 244 hlmn Peresensi: M. Sanusi Eksistensi Tuhan merupakan salah satu kebutuhan mendasar intelektual manusia dari dulu hingga kini. Isu-isu ketuhanan telah merangsang pemikiran manusia lebih dari rasa penasaran mereka akan hal-hal lainnya. Begitu banyak corak serta ragam konsep teologi disusun untuk memuaskan kebutuhan manusia akan hal yang bersifat transendental ini. Baik yang berdasarkan wahyu maupun konsep yang berangkat dari alam pemikiran rasional manusia.

Bahasa Peradaban dan Kebudayaan Bangsa Arab-Islam
Pustaka

Bahasa Peradaban dan Kebudayaan Bangsa Arab-Islam

Judul Buku: Adonis, Arkeologi Sejarah Pemikiran Arab-Islam(Volume II) Penulis: Ali Ahmad Said (Adonis) Penerbit: LKiS, Yogyakarta Cetakan: I, 2007 Tebal: xl+ 424 Halaman Peresensi: Juma’ Darmapoetra Ada hal menarik yang terjadi pada bangsa Arab-Islam sekitar abad ke II dan ujung abad ke III. Corak peradaban bangsa Arab mengalami perdebatan dan pertarungan sangat hebat, yaitu pertarungan antara akal (aql) dan wahyu (naql atau revelation), perdebatan taqlid dan pembaruan, dan kecenderungan salafisme dan kecenderungan rasionalis-empirisme. Pertarungan ini adalah pertarungan terbesar yang dihadapi bangsa Arab, karena pertarungan ini bukanlah konfrontasi sebagaimana perang tetapi adalah pertarungan ideologi. Menurut Julius Caesar, “Pertarungan dan peperangan yang sesungguhnya adalah peperangan atau pertarungan ideologi.”

Adonis Menggugat Kemapanan Budaya Arab-Islam
Pustaka

Adonis Menggugat Kemapanan Budaya Arab-Islam

Judul Buku: Arkeologi Sejarah Pemikiran Arab-Islam Judul Asli: Ats-tsabit wa al-Mutahawwil: Bahts fi al-Ibda’ wa al-ittiba’ Inda al-Arab Penulis: Adonis Penerjemah: Dr Khairon Nahdiyyin, MA Penerbit: LKiS, Yogyakarta Cetakan: I, September 2007 Tebal:Ivi + 369 halaman Peresensi: Minan Nuri Rohman Nama Adonis tidaklah asing bagi para pecinta kajian sastra dan budaya Asia Barat di seantero dunia. Ali Ahmad Said (baca: Adonis) adalah seorang penyair dan sastrawan kontemporer Arab kelahiran Syria tahun 1930-an dan kini tinggal di Prancis. Ia Beberapa kali dinobatkan sebagai kandidat peraih nobel bidang sastra melalui karya-karyanya yang inovatif dan mampu menggugah kesadaran menciptakan kebudayaan masa kini menjadi lebih progresif dan dinamis. Salah satunya, menggugat adanya kemapanan kebudayaan Arab-Islam (ats-tsabit).