NU Online
Keislaman
Advertisement Banner
600×80

Pustaka

Kumpulan artikel kategori Pustaka

Menampilkan 12 artikel (Halaman 83 dari 95)
Perebutan Wacana di “Republik” NU
Pustaka

Perebutan Wacana di “Republik” NU

Judul Buku: Pergolakan di Jantung Tradisi: NU yang Saya Amati Penulis: As’ad Said Ali Pengantar: Dr KH Sahal Mahfudz Penerbit:  LP3ES, Jakarta Cetakan: I, Juli 2008 Tebal: (xxiv + 264) halaman Peresensi: Mashudi Umar Progresivitas pemikiran kalangan muda dan dinamika yang terjadi di kalangan ulama Nahdlatul Ulama (NU) belakangan ini mungkin tidak terbayangkan oleh KH Ahmad Siddiq, saat pertama merumuskan pentingnya kembali ke Khittah 1926. Saat itu, KH Ahmad Siddiq hanya memimpikan para ulama mendidik santrinya tidak hanya menjadi muqallid a’ma (pengikut buta), tetapi untuk menjadi muqallid lebih baik. Harapan itu sekarang sudah terlampaui, tidak hanaya menjadi muqallid yang lebih baik, tetapi merambah lebih jauh, yaitu mengeksplorasi pendekatan manhaji (metodelogis) dalam meneropong berbagai persoalan kontemporer. Kesan jumud dan antikamajuan yang selama ini melekat pada jamiyyah nahdliyyah, dengan sendirinya terhapus oleh dinamika perkembangan NU selama lebih dari dua dekade belakangan ini.

Pergolakan Islam dalam Tradisi Jawa
Pustaka

Pergolakan Islam dalam Tradisi Jawa

Judul Buku: Islam Jawa, Sufisme dalam Etika dan Tradisi Jawa Penulis: Ahmad Khalil, MFilI Penerbit: UIN-Malang Press Cetakan I: Mei 2008 Tebal: xv + 344 Peresensi: Abdul Halim Fathani Salah satu ciri utama yang dimiliki masyarakat Indonesia adalah keragaman budaya. Dari zaman kerajaan sampai dewasa ini, keragaman itu masih tetap “kokoh”, bahkan terus bertambah. Indonesia merupakan salah satu tempat bersinggungan berbagai macam budaya dan agama. Proses asimilasi atau akulturasi sering nampak dalam gerak-gerak praktis nuansa kehidupan yang ada di dalamnya, misal, budaya Islam Jawa.

Romantisme Tarekat dan NU dalam Afiliasi Politik
Pustaka

Romantisme Tarekat dan NU dalam Afiliasi Politik

Judul Buku: Pertemuan antara Tarekat dan NU, Studi Hubungan Tarekat dan NU dalam Konteks Komunikasi Politik (1955-2004) Penulis: Drs Ja’far Shodiq, MSi Penerbit: Pustaka Pelajar Cetakan: Pertama, Juli 2008 Tebal: 222 Halaman Peresensi: Muhibin A.M. Membaca gerakan tarekat di Indonesia, maka tidak akan terlepas dari sejarah masuknya Islam di Nusantara. Suatu wilayah yang mayoritas penduduknya adalah muslim dan merupakan satu-satunya negara yang penduduknya mayoritas muslim di dunia. Secara historis, Islam masuk ke Nusantara dengan jalan damai dan tidak pernah menempuh jalan kekerasan/peperangan. Islam masuk ke Nusantara dibawa para saudagar muslim dari Asia Barat yang mayoritas mereka adalah penganut sufi dan tariqat. Sehingga tidak heran jika saat ini kita banyak menyaksikan sisa-sisa peningalan penyebar Islam Nusantara yang masih berbau tasawuf dan bahkan sangat kental dengan nuansa sufi. Salah satu contoh konkretnya adalah mayoritas umat Islam Indonesia yang menganut Islam tradisionalis yang ajaran-ajarannya lebih banyak bernuansa tasawuf, seperti di pesantren.

Memaknai Ulang Peran NU
Pustaka

Memaknai Ulang Peran NU

Judul Buku: Sarung & Demokrasi, dari NU untuk Peradaban ke-Indonesia-an Penulis: Abu Dzarrin Al-Hamidy, dkk Pengantar: KH Miftachul Akhyar Penerbit: Khalista Cetakan: Juli 2008 Tebal: xiv+288hlm; 14,5 x 21cm Perensi: Ahmad Shiddiq Rokib Peran Nahdlatul Ulama (NU) bagi perjalanan peradaban ke-Indonesia-an tidak bisa dipandang sebelah mata. Sikap akomodatif terhadap kebudayaan lebih diletakkan dalam rangka menunjukkan bahwa agama (Islam) selalu memberi peluang bagi tumbuh kembangnya kebudayaan yang memang menjadi “naluri” masing-masing komunitas. Itu sebabnya, NU selalu merawat kebudayaan (lokal) sebagai alat untuk mengembangkan tradisi keagamaan yang berpahamkan Ahlussunnah wal Jamaah. Wajah agama (Islam) yang ditawarkan NU adalah agama yang berwajahkan ke-Indonesia-an. Sikap akomodatif ini tidaklah diambil berdasar kalkulasi opurtunistik, melainkan eksternalisasi paradigma keagamaan yang terbuka dan tidak memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang hitam-putih.

Oase Kesejukan Pesan Cinta Nabi Muhammad
Pustaka

Oase Kesejukan Pesan Cinta Nabi Muhammad

Judul: Muhammad’s Love Message Penulis: KH Saifuddin Mujtaba Penerbit: Pustaka Marwa Cetakan: I. 2007 Tebal: 167 hlm Peresensi: Juma’ Darma Poetra Maulid Nabi, dengan berbagai kompleksitas problematika kehidupan yang menjerat manusia, terus bergulir seiring perputaran roda zaman, hal ini sering kali memenjarakan manusia pada kebingungan yang tak terhingga. Modernitas adalah kemenangan rasionalitas, tapi tidak intuitif dan rohaniah, manusia berada dalam kegersangan spiritual dan kekeringan rohani yang kronis. Hal ini terbukti sampai saat ini kesempurnaan yang dijanjikan modernitas masih berupa buih yang diterjang ganasnya gelombang samudera. Malah, secara de facto, dewasa ini orang-orang Barat, sebagai orang yang pertama kali memproklamirkan kebebasan akal dan menjadikannya sebagai satu-satunya ukuran kebenaran, telah berbondong-bondong menyunting doktrin yang dulu pernah mereka cela sebagai ajaran yang jumud dan kaku. Manusia semakin diliputi kebingungan. Renaisans sebagai abad pencerahan manusia ternyata hanyalah sabda tak bertuan dan bertuhan yang cenderung menyesatkan.

Kearifan Spiritual Syeikh Siti Jenar
Pustaka

Kearifan Spiritual Syeikh Siti Jenar

Judul: Manunggaling Kawula-Gusti Penulis: KH Muhammad Sholikhin Penerbit: Narasi, Yogyakarta Cetakan: 1 (pertama) 2008 Tebal: 420 Halaman Peresensi: Matroni Dalam catatan sejarah, penyebaran Islam di Jawa, menunjukkan bahwa Islam tersebar luas kepada masyarakat Indonesia hingga saat ini berkat perjuangan dan jasa besar para ulama. Hingga sekarang dan kemudian hari dikenal dengan sebutan Walisongo. Sayangnya biografi mereka, hingga saat ini masih banyak didominasi mitos dan hikayat, dan belum menunjukkan realitas historis serta ajaran yang betul-betul valid.

Jawaban Praktis Amaliah Warga NU
Pustaka

Jawaban Praktis Amaliah Warga NU

Judul Buku: Hujjah NU Akidah-Amaliah-Tradisi Penulis: KH Muhyidin Abdusshomad Editor: Muhammad Faishol, MAg Penerbit: Khalista Surabaya Cetakan: I, Juni 2008 Tebal: xii+ 121 halaman Peresensi: Noviana Herliyanti KH Muhyidin Abdusshomad adalah sosok kiai, yang dikatatan paling produktif, khususnya di kalangan warga NU. Saat ini ada beberapa karyanya yang sudah banyak beredar di seluruh pelosok Tanah Air. Di antaranya, Fiqh Tradisionalis, Tahlil Dalam Persfektif Al-Quran dan As-Sunnah, Penuntun Qolbu: Kiat Meraih Kecerdasan Spiritual, Etika Bergaul di Tengah Perubahan (Kajian Kitab Kuning), dan Hujjah NU Akidah Amaliah Tradisi.

Menumbuhkan Cinta Anak-Anak pada Al-Quran
Pustaka

Menumbuhkan Cinta Anak-Anak pada Al-Quran

Judul Buku: I Love My Al-Quran (Cara Pahami Qur'an Sedari Dini) Penerbit: Pelangi Mizan* Cetakan: Kedua, Juni 2008 Peresensi: Fitra Sukrita** *Info produk I Love My Al-Quran: www.bukuspesial.com Hubungi Fitra sukrita 0818647776 Penerbitan I Love My Al-Quran (ILMA) dilatarbelakangi oleh sebuah riset kecil mengenai kondisi dan kebutuhan masyarakat saat ini. Generasi muda ‘diserang’ berbagai media yang menarik, termasuk di dalamnya media-media yang tidak konstruktif. Hal itu dapat membuat mereka tidak tertarik untuk mempelajari Al-Quran sehingga diperlukan sebuah tindakan untuk mengantisipasinya. Untuk mengatasinya, lebih tepat

“Ngalap Berkah”, Tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah yang sering Dianggap Bid’ah
Pustaka

“Ngalap Berkah”, Tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah yang sering Dianggap Bid’ah

Judul Buku: Tabarruk Ceraplah Berkah dari Nabi dan Orang Saleh Penulis: Prof Shobah Ali Al-Bayati Penerbit: Pustaka IIMaN, Depok* Cetakan: Pertama, April 2008 Tebal: 190 Halaman Harga: Rp 30.000,- Peresensi: Muhtamarukin SP** Beberapa kelompok atau organisasi Islam yang muncul belakangan melakukan serangan bertubi-tubi terhadap praktik tabarruk atau mencari berkah atau barokah, yakni mencari kebaikan dengan pelantaraaan Rasulullah dan peninggalan-peninggalannya, juga mencari berkah kepada orang-orang salih dan peninggalan-peninggalan mereka. Mereka mengatakan bahwa praktik tabarruk adalah bid’ah atau perbuatan yang mengada-ngada yang dihukumi sesat dalam Islam.

Menciptakan Islam ala Indonesia
Pustaka

Menciptakan Islam ala Indonesia

Judul Buku: Islam Kemodernan dan Ke-Indonesia-an Penulis: Prof Dr Nurcholis Madjid Penerbit: Mizan, Bandung Cetakan: Pertama, April 2008 Tebal: 397 Halaman Peresensi: Muhibin A.M.   Di tengah-tengah kemelut bangsa yang sedang dihadapkan pada persoalan yang sangat komplek ini, terutama bagi  umat Islam yang akhir-akhir ini mengalami kerentanan sosial dengan budaya anarkisme, semakin menghilangkan identitas ke-Islam-an Indonesia yang selama ini dikenal dengan Islam moderat, mencintai perdamaian dan kebersamaan. Apalagi dengan ditopang lemahnya penegakan hukum, seakan-akan memberikan jalan lebar bagi gerakan fundamentalisme. Tak pelak aksi-aksi mereka selalu meresahkan masyarakat dan mengancam stabilitas umat beragama, dan bahkan dapat mengancam eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kritik Pendidikan Holistik-Transformatif
Pustaka

Kritik Pendidikan Holistik-Transformatif

Judul Buku: Pendidikan Islam Transformatif Penulis: Dr Mahmud Arif Penerbit: LKiS Yogyakarta Cetakan I: Februari 2008 Tebal: xiv + 310 halaman Peresensi: Abdul Halim Fathani Pendidikan merupakan satu hal yang tidak ada bosannya untuk diperbincangkan, diteliti, dan diperdebatkan. Tujuan pendidikan, pada hakikatnya adalah untuk membangun manusia seutuhnya dalam rangka mengemban amanat sebagai khalifatullah di muka bumi. Dewasa ini, di sekitar kita, ramai dibicarakan tentang bagaimana format pendidikan yang cocok untuk dapat diterapkan pada saat ini. Mengingat, akhir-akhir ini tidak jarang dijumpai orang yang berpendidikan tinggi, tetapi memiliki moral yang ‘bejat’. Sebaliknya, banyak orang yang berpendidikan rendah justru memiliki perilaku yang baik. Apakah ada kesalahan dengan model pendidikan yang diterapkan? Atau ‘memang’ pendidikan itu yang tidak dapat menjawab pelbagai masalah kemanusiaan? Terlepas dari itu semua, sesungguhnya kita telah ‘sadar’ akan pentingnya kehadiran pendidikan dalam rangka membentuk kepribadian umat.

Sejarah dan Gerakan Berdirinya NU
Pustaka

Sejarah dan Gerakan Berdirinya NU

Judul Buku: 99 Kiai Kharismatik Indonesia; Biografi, Perjuangan, Ajaran, dan Doa-doa Utama yang Diwariskan Penulis: KH A. Aziz Masyhuri Penerbit: Kutub, Yogyakarta Cetakan: II, April 2008 Tebal: xvii + 340 halaman Peresensi: Fikrul Umam MS KH Abdul Wahid Hasyim adalah putra kelima dari Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari dengan Nyai Nafiqah. Anak lelaki pertama dari 10 bersaudara yang lahir pada Jumat, 1 Juni 1914 M, ketika di rumahnya sedang ramai dengan pengajian. Wahid Hasyim adalah salah seorang dari silsilah yang bersambung hingga Joko Tingkir, tokoh yang kemudian lebih dikenal dengan Sultan Sutawijaya yang berasal dari kerajaan Islam Demak.