NU Online
Keislaman
Advertisement Banner
600×80

Pustaka

Kumpulan artikel kategori Pustaka

Menampilkan 12 artikel (Halaman 88 dari 95)
Judul Buku : Dekonstruksi Tradisi; Kaum Muda NU Merobek Tradisi
Pustaka

Judul Buku : Dekonstruksi Tradisi; Kaum Muda NU Merobek Tradisi

Penulis : Dr. Ahmad Ali Riyadi, Penerbit : Ar-Ruzz Media Yogyakarta, Cetakan : Pertama, Januari 2007, Tebal : 216 Halaman, Peresensi : M. Husnaini* Selama ini, kajian tentang NU telah banyak dilakukan oleh para pemerhati keislaman. Tidak hanya dalam negeri, para intelektual dari luar negeri juga sudah banyak yang melakukan penelitian seputar dinamika pergerakan NU di tanah air. Clifford Geertz, Andree Feillard, dan Martin Van Bruinessen adalah sederet nama yang pernah muncul ke permukaan bumi nusantara. Namun sayangnya, dalam setiap karya yang ada, “cap” tradisionalis masih seringkali dilekatkan pada tubuh NU. Hal ini seakan menutup cela adanya kemungkinan untuk melakukan perubahan dalam tubuh NU. Namun, tidak demikian adanya setelah kita membaca buku ini.

Satu Dusun Tiga Masjid Anomali Ideologisasi Agama dalam Agama
Pustaka

Satu Dusun Tiga Masjid Anomali Ideologisasi Agama dalam Agama

Penulis: Ahmad Salehudin, Penerbit: Pilar Media, Yogyakarta, Cetakan: 1, Maret 2007, Tebal: xxiv + 132 Halaman, Peresensi: Puji Hartanto*   Dalam sejarah manusia seluruh dunia dan pada setiap zaman, agama adalah sesuatu yang terus mengalami perubahan. Hal demikian ini dikarenakan agama tidaklah lahir dari sebuah realitas yang hampa, tetapi ia (agama) hadir dalam masyarakat yang telah mempunyai nilai-nilai. Pertemuan antara Islam dan budaya Indonesia yang notabene mempuyai budaya dan kultur yang berlainan antar suku bangsa misalnya, telah menjadikan Islam Indonesia mempunyai banyak wajah.

Memahami Metode Tafsir Dalam Turas Klasik
Pustaka

Memahami Metode Tafsir Dalam Turas Klasik

Penulis : Dr. Hasan Hanafi, Penerbit : Nawesea, Yogyakarta, Cetakan : I, Januari 2007, Tebal : 76 halaman, Peresensi : Fikrul Umam MS* Al-Quran adalah sumber turas (tradisi), asas peradaban dan sumber pengetahuan umat sekaligus sebagai faktor pembangkit mayoritas gerakan sosial politik di sepanjang empat belas abad sejarahnya. Semua gerakan pembaharuan (tajdid) kontemporer yang berpengaruh di dunia Islam kontemporer kita sebenarnya lahir dari pemahaman al-Quran dengan metode penafsirannya. Misalnya; gerakan nasionalisme dan pembebasan di Arab Barat terkait erat dengan Islam (seperti tercermin dalam revolusi Rif di Maroko, gerakan pembebasan tanah air di Aljazair, Sanusiah dan Umar Mukhtar di Libia) dan terkait dengan ulama Aljazair, ulama Universitas al-Zaitunah dan Universitas al-Qarawiyin di Tunis. Hal yang sama juga terjadi di Arab Timur seperti tercermin dalam gerakan al-Mahdi di Sudan, Wahabi di Hijaz, al-Kawakibi di Syam dan al-Afghani di Mesir. Semangat ini kemudian merambat ke seluruh dunia Islam seperti di Pakistan (dengan konsepnya sebagaimana negara dalam puisi Iqbal) dan terakhir r

Pembaharuan Pesantren
Pustaka

Pembaharuan Pesantren

Penulis      : Dr. Abd A'la Penerbit    : Pustaka Pesantren Yogyakarta Cetakan    : Pertama, 2006 Tebal        : xvi + 214 halaman Perensensi    : Ach Syaiful A'la* Istilah yang sering diperbincangkan sejak beberapa tahun terakhir ini, sebenarnya selalu identik dengan memperjuangkan kebenaran, keadilan, egalitarianisme,  dan demokrasi. Artinya, perjuangan yang semacam ini secara faktual mengandung nilai-nilai universal – terlepas dari motivasi dan aktor-aktor – memang diproyeksikan untuk memberdayakan masyarakat, terutama yang hidup di strata terbawah yang sering menjadi "korban" dalam proses pembangunan bangsa. Dari perspektif diatas, jelas bahwa setiap aktivitas (perjuangan) yang berorentasi pada penin

TEORI COMMON LINK G.H.A. JUYNBOLL, Melacak Akar Kesejarahan Hadits Nabi
Pustaka

TEORI COMMON LINK G.H.A. JUYNBOLL, Melacak Akar Kesejarahan Hadits Nabi

Penulis: Dr. Ali Masrur Penerbit: LKiS Yogyakarta Cetakan: I, Februari 2007 Tebal: xxviii + 296 Halaman Peresensi: M. Husnaini*     Selama ini, umat Islam meyakini bahwa jika suatu hadits terdapat (terkodifikasi) dalam koleksi kitab-kitab kanonik (al-kutub as-sittah/at-tis’ah), maka secara otomatis hadits tersebut dinilai shahih, autentik berasal dari Nabi Muhammad SAW.

Memburu Rumi: Kisah Tentang Pencarian Cinta Sejati
Pustaka

Memburu Rumi: Kisah Tentang Pencarian Cinta Sejati

Georgiou selama hidupnya baru pertama kalinya merasakan getaran bait puisi yang mengguriskan kelembutan yang melampaui semua keresahannya, melampaui seluruh gelora dan hasratnya akan kehidupan. Atas dorongan kuat rasa keingin tahuaanya mengungkap makna hidup dan cinta yang tersirat di syair Rumi yang mampu menggetarkan hati dan jiwanya, Gorgiou meninggalkan ayah, sahabat dan kota Florence yang selama ini mengisi dcelah-celah kehampaan jiwanya. Dia mengembara kepelosok negeri Yunani, Serbia samapi ke Konya Turki. Sebagai seorang pelukis yang mewarisi bakat ayahnya Gorgiou lebih suka melukis orang-orang suci. Sebagai penganut Kristen Ortodoks dia melukis Yesus dan Perawan Suci Bunda Maria dan memperbaiki lukisan-lukisan orang suci yang sudang usang dimakan waktu. Dalam tas yang dibawanya ada lukisan Perawan Bunda Maria berwajah gelap yang selalu dibawanya, dan dia meyakini bahwa Bunda Maria akan melindungi perjalanannya. Pengembaraan mencari makana dan cinta sejati Gorgiou sedikit terungkap sejak pertemuannya dengan para rahib di biara dan pertapa para pertapa, serta para darwis atau orang sufi Islam pencinta Tuhan. Perjalanannya semakin mendekati kota tujuannya yang sejati. Perjalanan suci manusia yang mengikuti bisikan hati yang paling suci, demi mengungkap tabir kehidupan. Pengalamnya dalam perjalanan mulai bertemu dengan para rahib, para darwis, setelah sampai di Konya serta setelah pulang dari pengembaraannya, Gorgiou merasakan sesuatu yang berbeda dari kehidupan sebelm penegmbaraannya dia diberkati oleh kekuatan yang meta primata dan hanya orang tertentu saja yang bisa mengalaminya. Tentang Rumi Novel memikat  ini akan membawa khalayak p

Refleksi Utuh Sesepuh dan Sejarawan NU
Pustaka

Refleksi Utuh Sesepuh dan Sejarawan NU

Judul Buku : NU dalam Perspektif Sejarah & Ajaran (Refleksi 65 tahun ikut NU) Penulis : KH. Abdul Muchith Muzadi Penerbit : Khalista Surabaya Edisi : 2006 Tebal : 173 + x halaman Peresensi : Rijal Mumazziq Z (Alumnus PP. Mabdaul Maarif Jember) DALAM satu kesempatan (yang dinukil kembali dalam salah satu halaman buku ini), KH. Abdul Muchith Muzadi melontarkan parikena yang cukup mengundang senyum namun juga telak menyindir warga NU: “Justru karena besarnya jumlah anggota pengikut, maka NU tidak dapat bergerak maju dengan cepat.” Itulah sekilas ungkapan khas Kiai Muchith dalam menyampaikan kritikannya, melalui humor cerdas namun telak menyindir obyek kritikan. Begitu pula saat Kiai sepuh ini menyampaikan gagasan-gagasannya, adakalanya dilontarkan dengan gaya parikena, melalui kiasan, maupun secara reflektif-konstruktif, baik melalui lisan maupun tulisan.

Pendidikan Alternatif Qoryah Thayyibah
Pustaka

Pendidikan Alternatif Qoryah Thayyibah

Penerbit: LKiS, Yogyakarta, Cetakan: 1, Januari 2007, Tebal Buku: xx + 286 Halaman, Peresensi: Andi Ujiawan* Siapa yang tidak kenal nama SMP Qoryah Thayyibah (QT)? Berdiri pada Juli 2003 di Salatiga Semarang , nama lembaga pendidikan alternatif itu kini sudah mulai menggema. Bahkan Naswil Idris, salah seorang pakar Pendidikan Nasional (Diknas) pernah turut mempromosikan model SMP alternatif QT baik dalam lingkup nasional maupun forum internasional dengan mengatakan bahwa "SMP Alternatif QT di Kalibening sejajar dengan kampung Isy Les Moulineuk di Prancis, Kecamatan Mitaka di Tokyo, dan lima komunitas lain yang dipandang sebagai tujuh keajaiban dunia".

Maqoshid Syariah dalam Pergumulan Politik; Berfilsafat Hukum Islam dari Harvard ke Sunan Kalijaga
Pustaka

Maqoshid Syariah dalam Pergumulan Politik; Berfilsafat Hukum Islam dari Harvard ke Sunan Kalijaga

Penulis : Yudian Wahyudi, Penerbit : Nawesea Yogyakarta, Cetakan : 1, Januari 2007, Tebal : 108 halaman, Peresensi : Muhammadun AS* Dalam studi keislaman (islamic studies) kontemporer, agama (Islam) bukan sekedar menjadi dilihat pada normativitas ajarannya, tetapi juga dilihat pada spirit historisitas keilmuannya. Agama, secara normatif, hanya menjadi doktrin yang membelenggu nalar kritis pemeluknya. Sementara dalam spirit historisitasnya, agama tidak lagi taken for granted, tetapi mampu tampil sebagai sumber inspirasi kehidupan, sumber spirit kritik sosial, dan sumber membangun kebudayaan dan peradaban. Untuk itu, nalar keberagamaan dalam islamic studies selalu menempatkan agama dalam normativitas dan historisitas sekaligus. Sehingga, agama selain menjadi basis ritualitas pemeluknya, juga menjadi pijakan dalam melakukan revolusi kebudayaan dan peradaban.

Dzikir-dzikir Cinta
Pustaka

Dzikir-dzikir Cinta

Penulis: Anam Khoirul Anam, Penerbit: Diva Press Yogyakarta, Cetakan: 2007, Tebal : 392 hal, Peresensi  : Fathor Rasyid lt*   Salah kapra dalam memaknai cinta akhir-akhir ini sering kali terjadi pada kalangan remaja. Hamil di luar nikah, aborsi, dan sebagainya, selalu saja mengatas namakan cinta. Padahal jika cinta tidak dipahami sepotong-sepotong, maka seperti yang dikatakan Gibran bahwa, cinta akan menjadi mahkota yang akan membawa sang pencinta naik pada hakekat cinta itu sendiri (1997). De

Judul buku : Tangklukan, Abangan, dan Tarekat; Kebangkitan Agama di Jawa
Pustaka

Judul buku : Tangklukan, Abangan, dan Tarekat; Kebangkitan Agama di Jawa

Penulis : Ahmad Syafi'i Mufid, Pengantar : Moeslim Abdurrahman Penerbit : Obor Jakarta, Cetakan : 1, 2006, Tebal : xi + 322 halaman Peresensi : Muhammadun AS* Membaca trend keberagamaan di Indonesia dewasa ini, terlihat sekali bahwa spirit agama belum menjadi common denominator (kalimatun sawa’) dalam merancang etika kebangsaan dan kenagaraan. Yang terjadi agaam justru dijadikan komoditas kepentingan (politik, ekonomi, budaya, dan sebagainya), sehingga pesan agama dalam membangun persaudaraan dan perdamaian seringkali tersendat, terlantar, bahkan tergadaikan. Sejarah mencatat bahwa sidang konstutuante tahun 1950-an gagal mencapai kesepakatan dikarenakan elite politik menjadikan agama sebagai komoditas kepentingan, sehingga rumusan agenda kebangsaan gagal terwujud. Berbeda dengan yang dilakukan para Wali Songo. Agama ditangan para wali justru tampil sebagai spirit dalam melakukan kerja-kerja kebangsaan. Spirit agama tampil digarda depan untuk membuka kran-kran penindasan dan penjajahan.

Mendobrak Mitos di dalam Era Virtualitas
Pustaka

Mendobrak Mitos di dalam Era Virtualitas

Judul buku      : Membedah Mitos-mitos Budaya Massa Penulis            : Roland Berthes Penerbit          : Jalasutra, Yogyakarta Cetakan I       : Februari 2007 Tebal               : Ixxv + 364 hlm Peresensi        : Fathor Rasyid lt* Di dalam era virtual yang sarat informasi dan pencitraan dewasa ini, pe“mitos”an semakin menemukan tempatnya di ketinggian yang melebihi realitas atau keasliannya. Bisa saja pada realitasnya “hitam” sedang pada penampakannya “putih”, artinya di dalam era virtual ini semua tampilan atau penampakan akan bertolak belakang dari keaslian dan tercerabut dari subtansinya. Sebab itu tidak diherankan jika kualitas seseorang atau pun kualitas pada suatu produk tidak menjadi tolak ukur ditengah khalayak umum untuk dipilih, dibeli, atau dikonsumsi. Selagi kekuatan mitos yang dimunculkan lewat promisi bisa mempengaruhi publik, maka itulah yang akan menjadi keutamaan.    Sebab tujuan mitos se