NU Online
Keislaman
Advertisement Banner
600×80

Pustaka

Kumpulan artikel kategori Pustaka

Menampilkan 12 artikel (Halaman 90 dari 95)
Islam Pascakolonial: Perselingkuhan Agama, Kolonialisme, dan Liberalisme
Pustaka

Islam Pascakolonial: Perselingkuhan Agama, Kolonialisme, dan Liberalisme

Penulis: Ahmad Baso, Pengantar: Azyumardi Azra, Tebal: 419 halaman, peresensi: Damanhuri Kaum kolonial memang telah lama hengkang dari segala penjuru nusantara. Negara kita tercinta bahkan baru saja berulang tahun yang ke-60 menghirup udara kemerdekaan dengan perayaan yang begitu meriah di mana-mana. Namun, benarkah kolonialisme benar-benar telah usai bersamaan dengan angkat kakinya kaum kolonial sekaligus dikumandangkannya pekik kemerdekaan?Jawabannya tentu saja “ya&rdqu

Islamic Studies di Perguruan Tinggi; Pendekatan Integratif-Interkonektif
Pustaka

Islamic Studies di Perguruan Tinggi; Pendekatan Integratif-Interkonektif

Penulis: Prof. Dr. Amin Abdullah, Cetakan: I, Februari 2006, Tebal: XX+434 Halaman, Peresensi: M. Yunus Bs.* Diakui atau tidak, hingga saat ini hubungan antara agama dan ilmu pengetahuan masih ibarat dua jalur yang antara satu sama lain belum menemukan titik perjumpaan. Keterpisahan antara dua disiplin itu lalu menciptakan suatu justifikasi yang sesat bagi masyarakat, bahwa keduanya memang tidak pernah dan tidak akan bertemu sampai kapanpun. Dari kesimpulan itu, mereka lalu membangun frame konseptual untuk memperkokoh keterpisahan agama dan ilmu pengetahuan, yang kemudian dikerucutkan pada pembagian fungsi, peranan dan wilayah kerja masing-masing. Semisal, agama itu hanya meliputi konsep-konsep eskatologi, ketuhanan, kenabian, akidah, fiqh, tafsir, hadist dan sebagainya. Disiplin-disiplin itu dinilai sebagai represent

Formasi Intelegensia Muslim Indonesia
Pustaka

Formasi Intelegensia Muslim Indonesia

Penulis : Yudi Latif , Pengantar : James J. Fox , Cetakan : 1, September 2005, Tebal : xx + 740 halaman [termasuk indeks], Peresensi : Muhammadun AS*  Dari sela-sela krisis akut dalam "galaksi politik" Indonesia pada senja kala abad yang lalu, sinar "bulan sabit" baru mulai terbit di ufuk langit Jakarta: mumculnya intelegensia Muslim sebagai elite politik dan birokrasi yang sangat menanjak. Sejak tahun 1960-an telah berlangsung proses demoralisasi yang melanda politisi Muslim, sehingga berbagai figur intelegensia Muslim secara mengejutkan memainkan peran sentral dalam waana sosial-poltik Indonesia. Hampir bersamaan, banyak anggota lainnya dari intelegensia Muslim yag berhasil menduduki eselon-eselon atas dalam birokrasi pemerintahan. Sejalan dengan itu, saat posisi politik dan birokrasi dari intelegensia Muslim meningkat, sebagian besar dari pemimpin senior Islam menjadi kurang terobsesi dengan klaim-kaim Islam. Mereka tak lagi terlalu terobsesi dengan agenda pencantuman kembali "Piagam Jakarta" dalam konstitusi negara. Konfigurasi intelegensia Muslim i

Perang Salib: Sudut Pandang Islam
Pustaka

Perang Salib: Sudut Pandang Islam

Peresensi :  Lukman Santoso Az, Penulis : Carole Hillenbrand, Penerjemah : Heryadi, Cetakan : Pertama 2006, Tebal : lxi + 808 halaman (termasuk indeks) Dalam lintasan sejarah, selain perang Salib (the crusade), mungkin belum ada tragedi yang begitu dahsyat dampak jangka panjangnya bagi peradaban dunia. Perang ini telah melibatkan seluruh kekuatan Barat—dalam hal ini Kristen—melawan Imperium dinasti Abbasiyah—dalam kaitannya dengan Islam. Perang ini terjadi dari tahun 1099 sampai 1291 M sehingga merupakan perang terbesar dan terlama sepanjang masa. Dalam sudut pandang Barat, perang Salib (the crusade) merupakan serangkaian operasi militer yang dilakukan kaum Kristen Eropa untuk menjadikan tempat-tempat suci umat Kristen, terutama Yarussalem dalam wilayah perlindungan mereka, atau lebih identik dengan proses evolusi Eropa Barat abad pertengahan menuju imperium keemasan. Dalam buku yang berjudul asli

Pesantren; Dari Tranformasi Metodologi Menuju Modernisasi Institusi
Pustaka

Pesantren; Dari Tranformasi Metodologi Menuju Modernisasi Institusi

Penulis : Mujamil Qomar, Cetakan : 1, 2006, Tebal : 226 halaman, Peresensi : Muhammadun AS* Bersyukur! Ya. Kaum santri layak bersyukur, karena sudah berapa puluh penelitian, baik berupa skripsi, tesis, disertasi, maupun penelitian bebas lain yang terus memahami dan membedah wacana kepesantrenan. Namun, pesantren juga harus menggugat diri: apakah potensi besar pesantren yang diwariskan para pendahulu sudah dioptimalisasikan secara berdaya guna dan berhasil guna? Menggugat diri semacam ini akan terus "membangunkan" pesantren yang terus dibuai oleh romantisme: seolah pesantren sebagai lembaga alternatif terbaik yang mencetak kaum intelektual yang moralis. Semakin menyala gugatan dirinya, maka pesantren akan semakin menemukan formulasi diri yang sesuai dengan tantangan globalisasi. Pesantren akan merengkuh jati dirinya, tidak hanya untuk tafaqquh fi al-din, mengkaji dan membedah wacana keagamaan, tetapi juga sebagai penyangga peradaban bangsa yang menyinergikan tradisi dan kebuadayaan bangsa dengan kerangka fikir modernitas secara apik. Mujamil Qomar dalam bukunya ini beru

Sang Kiai ; Fatwa KH. Hasyim Asy'ari Seputar Islam dan Masyarakat
Pustaka

Sang Kiai ; Fatwa KH. Hasyim Asy'ari Seputar Islam dan Masyarakat

Penerjemah : Jamal Ma'mur Asmani, Cetakan: Pertama, Februari 2005, Tebal : 295 halaman K.H.M. Hasyim Asy'ari adalah prototipe ulama' salaf yang menguasai segudang al-ulum ad-diniyah (ilmu-ilmu agama) secara mendalam. Pengembaraannya diberbagai pesantren di Jawa seperti Langitan, Siwalan Sidoarjo, dll., membuatnya lekat dengan khasanah klasik. Hal ini semakin lengkap dengan studinya langsung kepada Syeikh Khalil Bangkalan Madura, seorang 'ulama yang kesohor kealimannya. Pada waktu KH. Hasyim Asy'ari menetap di pondok Siwalan Sidoarjo, Beliau berguru kepada Kiai Ya'qub. Melihat keistimewaan KH. Hasyim Asy'ari ini, Kiai Ya'qub tertarik untuk mengambilnya sebagai menantu. Akhirnya pernikahan antara Hasyim dengan putri Kiai Ya'qub yang bernama Nafisah dilangsungkan pada tahun 1892. saat itu Hasyim baru berusia 21 tahun.Pengembaraannya dalam mencari ilmu tidak hanya di tanah Indones

Tradisi Orang-Orang NU
Pustaka

Tradisi Orang-Orang NU

Penulis : H. Munawir Abdul Fatah, Cetakan : I,  Agustus 2006, Tebal: xxxii + 290 halaman Oleh: M. Khairul Mujib* Nahdlatul Ulama’ sebagai ikon kaum muslim tradisional selalu menjadi sorotan banyak pihak. Pasalnya, organisasi yang berdiri pada tahun 1926 ini banyak menelorkan konsepsi yang dianggap out of date dan kolot. Anggapan semacam itu bisa dinilai sah bila mengingat referensi utama yang dirujuk oleh NU dalam pengambilan keputusan adalah kitab-kitab tradisional karya ulama muslim abad pertengahan. Di samping itu, tradisi klasik yang terus dipertahankan itu telah banyak mengalami pergesekan dengan budaya-budaya lokal Indonesia yang sebelumnya telah menganut ajaran Hinduisme-Budhisme. Dengan itu, nuansa mistik di dalamnya sangat kental. Di sinilah sebuah Islam Tradisi muncul, yang sebelumnya pernah terjadi di India, China dan Turki.Bagi kaum modernis, penganut aliran Wahabi khus

Pesantren Melawan Globalisasi
Pustaka

Pesantren Melawan Globalisasi

Penulis : Abd A’la, Peresensi : Hanik Uswatun Khasanah, Cetakan: Pertama, Mei 2006, Tebal : xvi + 214 Halaman Pesantren merupakan kekayaan warisan masa lalu yang masih eksis sampai saat ini. Hampir bisa disepakati bahwa pesantren adalah lembaga pendidikan tertua di Jawa. Sepanjang sejarahnya, pesantren terus menekuni pendidikan dan menjadikannya sebagai fokus kegiatan. Dalam mengembangkan pendidikan, pesantren mampu berdiri kokoh melewati aneka hambatan yang menghalangi. Selain itu, ternyata pesantren juga mampu memberdayakan masyarakat negeri ini.Betapapun demikian, pesantren tidak bis

Galileo Sebagai Pembuka Tabir Kebenaran
Pustaka

Galileo Sebagai Pembuka Tabir Kebenaran

Judul buku :Penulis : Tasman Mahmud Syukri Peresensi : Muhammadun AS* Dalam perjalanan sejarahnya, peradaban barat {western civilization} telah mengalami masa yang pahit, yang mereka sebut jaman kegelapan {the dark ages} atau jaman pertengahan {the medieval ages}. Zaman ini dimulai ketika imperium Romawi barat runtuh pada 476 M dan munculnya gereja Kristen sebagai institusi dominan dalam masyarakat Kristen Barat sampai dengan masuknya jaman renaisance sekitar abad ke-16. Di jaman kekuasaan gereja inilah lahir sebuah institusi yang terkenal kebengisannya, yakni "inquisisi". Menurut Karen Amstrong dalam "Holy War: The Crusades and Their Impact on Today’s World" {2001} menilai bahwa dalam sejarah pergulatan gereja, inquisisi merupakan instrumen teror gereja katolik sampai dengan abad ke-17. Sementara gereja Protestan menggunakan inquisisi sebagai bentuk untuk melakukan penindasan dan kontrol terhadap kaum katolik dinegara-negara mereka. Metode inquisisi inilah yang telah banyak mengundang perdebatan panang dunia Bar

Wajah Peradaban Barat
Pustaka

Wajah Peradaban Barat

Penulis                   : Adian HusainiPeresensi              : Muhammadun AS* Di penghujung akhir abad dua puluh, tepatnya tahun 1989, Barat yang dimotori Amerika Serikat memporak-porandakan lawan tanggungnya, Uni Soviet. Runtuhnya kekuasaan Uni Soviret oleh Barat diklaim sebagai akhir perebutan kekuasaan dunia, karena setelah menaklukkan rival ideologisnya, monarchi herediter, fasisme, dan terakhir komunisme, dunia oleh Barat dibangun konsensus bahwa demokrasi liberal yang mereka usung merupakan semacam titik akhir dari evolusi ideologi dan bentuk final dari sebuah pemerintahan. Dan oleh Fancis Fukuyama {1989} hal ini dikatakan sebagai sebuah akhir sejarah {the end of history}. Lebih lanjut Fukuyama melihat bahwa demokrasi liberal sudah tidak berbantahkan lagi menjadi kesepakatan dunia, maka sedah menjadi keniscayaan bagi masyarakat dunia untuk menerapkan demokrasi liberal. Tesis yang dibangun Fukuyama tersebut mengindikasika

Cantik itu Mitos
Pustaka

Cantik itu Mitos

Penulis : Annastasia Melliana S Peresensi : Moh. Zeinudin* Hidup ini memang edan! Begitu kata pepatah dan nasehat “nenek moyang” kita. Bagaimana tidak, salah satu majalah metropolis terkemuka di Tanah Air beberapa tahun lalu pernah melaporkan berita menyentakkan masyarakat. Ada gadis remaja yang bangga foto dirinya dengan payudara terbuka beredar dari handphone ke handphone karena merasa molek. Ada lagi, banyak wanita tengah baya sibuk mempercantik bagian tubuh yang “menggelambir”, dan lupa kearifan yang seharusnya diraih. Ada pula yang murung karena merasa fisiknya tidak ideal. Fenomena apa ini? Jangan-jangan inilah petanda “Kiamat Sudah Dekat”—meminjam istilah judul sinetron garapan Dedi Mizwar pemenang FFI 2005.Semboyan lama mengatakan, dalam tubuh yang sehat

Menggapai Cinta, Meraih Makna
Pustaka

Menggapai Cinta, Meraih Makna

Cetakan: 1, Desember 2005, Tebal : 183 halaman [termasuk Indeks] Peresensi : Ahmad Hasan MS* KEBERMAKNAAN hidup ini ditentukan oleh keserasian antara sikap batin, gerak tubuh dan olah lisan, cinta adalah spirit yang membangun keharmanisan dan keselarasan dibalik semua bentuk dan makna itu, dengan cinta hidup ini lebih nyaman, indah dan penuh menggairahkan, orang yang sedang jatuh cinta pasti berusaha memenuhi permintaan sang kekasih pujaanya dan selalu ingin mendekat padanya dimanapun dan kapanpun Ia berada, oleh karna itu tidaklah heran bila pepatah mengatakan bahwa cinta adalah segala-galanya. Sumber dan pusat dari cinta segala cinta yang paling hakiki tidak lain adalah dari dan untuk sang maha pencipta,yaitu tuhan yang menciptakan dan mengatur segala macam kehidupan dari makhluk ciptaanya, oleh karna itu untuk meraih cinta dan kasih sayangnya maka harus memenuhi segala macam yang diperintahkannya dan menjauhi laranganya atau dalam istilahnya bertaqwa. Dalam Islam taqwa menduduki posisi