NU Online
Keislaman
Advertisement Banner
600×80

Pustaka

Kumpulan artikel kategori Pustaka

Menampilkan 12 artikel (Halaman 91 dari 95)
Sosialisme dan Pemikiran Muammar Qadhafi
Pustaka

Sosialisme dan Pemikiran Muammar Qadhafi

Penulis : Endang Mintarja Peresensi : Fikrul Umam MS* Kata sosialisme berasal dari bahasa Latin socius yang berarti makker (Belanda), friendly (Inggris), pertemuan atau persahabatan (Indonesia). Secara terminologi sosialisme bermakna berbagai macam teori atau sistem organisasi sosial, yang disitu alat-alat produksi dan pembagian kekayaan dimiliki (dan dikelola) secara kolektif melalui pemerintahan sentralistis yang selalu merancang dan mengawasi ekonomi. Seiring dengan pengertian sosialisme yang terus berkembang, ia sering dikaitkan dengan produk sejarah dan kebudayaan. Untuk mendefinisikannya secara tepat, perlu bagi kita untuk menelaah perkembangannya, dari sosialisme sebagai embrio pada masa klasik, di mana sosialisme bukanlah sebagai konsep yang baku, apalagi sebagai kajian ilmiah sampai pada diperkenalkannya sosialisme sebagai istilah yang baku dan sebuah disiplin ilmu dari gerakan yang sistematis. Pierre Leroux, seorang penganut Saint-Simonisme, mengklaim bahwa diriny

Korupsi Kepresidenan
Pustaka

Korupsi Kepresidenan

Penulis              : George Junus Aditjondro Peresensi         : Noorche Kusumaningtias * Mencuatnya kembali kasus korupsi mantan penguasa Order Baru,Soeharto,yang lagi menimbulkan pro-kontra,sebetulnya menggambarkan betapa publik sangat berharap agar ada kepastian hukum bagi mantan pemimpinnya.Soeharto diduga telah melakukan korupsi dalam mengelola tuju Yayasan,yang dananya bersumber dari sumbangan dan uang Negara,yang merugikan Negara triliunan rupiah.namun,untuk kesekian kalinya usulan agar Soeharto diampuni juga kembali mengemuka.gerakan memaafkan Soeharto kali ini muncul dari “wakil-wakil rakyat” melalui usulan mereka agar diadakan sidang itimewa untuk menghapus dosa-dosa mantan  Jenderal besar itu.usulan ini sekaligus menambah suram usaha mengadili Soeharto,yang secara khusus tercantum dalam TAP MPR No IX/MPR/1998,khususnya pasal 4 tentang  penyelengggaraan Negara yang bersih dan bebas KKN yang memerintahkan proses peradilan,termasuk Soeharto. Kecenderungan “m

Fikih Keseharian Gusmus
Pustaka

Fikih Keseharian Gusmus

Penulis : KH. Ahmad Musthofa Bisri (Gusmus) Peresensi : Peresensi Ach. Tirmidzi Munahwan Selama ini berita yang masih aktual, dan masih menjadi sorotan media massa adalah peristiwa tentang perselisihan dan perdebatan dalam pemikiran masalah-masalah keagamaan atau fiqh, yang dalam istilah NU disebut forum “Bahtsul Masail”. Bahtsul masail ini merupakan salah satu forum diskusi keagamaan untuk merespon dan memberikan solusi atas problematika aktual yang muncul dalam kehidupan masyarakat. KH Sahal Mahfudz, Pengurus Syuriyah PBNU menyebutnya bahwa forum “Bahtsul Masail” merupakan forum yang dinamis dan demokratis, selalu mengikuti perkembangan, dan trend hukum yang terjadi  di masyarakat. Siapa yang tidak kenal dengan sosok y

Titik Tengkar Pesantren: Resolusi Konflk Masyarakat Pesantren
Pustaka

Titik Tengkar Pesantren: Resolusi Konflk Masyarakat Pesantren

Penulis : Hamdan Farchan dan Syarifudin Peresensi : Kholilur Rahman Ahmad* Konflik dalam kehidupan sosial masyarakat merupakan fakta. Tingkat eskalasinya pun berbeda-beda, pun solusi yang dipilih pun beragam sesuai dengan intensitas dampak yang ditimbulkannya. Jenis konflik sosial yang terjadi di Indonesia secara umum variatif, yakni baik vertikal; negara versus warga, buruh versus majikan; maupun horizontal: antarsuku, antaragama, antarmasyarakat dan sebagainya. Konflik dalam kehidupan sosial masyarakat merupakan fakta. Tingkat eska

Pangeran Bersarung
Pustaka

Pangeran Bersarung

Mahbub Jamaluddin Peresensi : Rijal Mumazziq  Z* Jika dalam era 80-an maupun 90-an, para santri mengekspresikan karyanya dalam bentuk puisi, esai, kolom maupun artikel di media massa. Maka era 2000-an ke atas menjadi penanda bahwa karya tulis para santri lebih luas jangkauannya, termasuk merambah domain novel sastra populer. Hingga saat ini pesantren yang oleh Gus Dur disebut sebagai sub-kultur (oleh sebab memiliki tradisi dan pola kehidupan sendiri), tampak belum secara optimal diolah dalam bentuk karya (sastra) yang ditulis oleh para santri. Padahal, jika boleh diibaratkan kekayaan tradisi pesantren merupakan sebuah tambang emas yang menunggu tangan-tangan kreatif untuk mengeksplorasi secara optimal segala isinya dalam bentuk tulisan.     &n

Jalan Ketiga Pemikiran Islam
Pustaka

Jalan Ketiga Pemikiran Islam

Penulis : Moh. Shofan  Pengantar : Prof. Dr. M. Amin Abdullah Peresensi : Ali Usman* Saat ini peta pemikiran kontemporer Islam terbelah menjadi dua “aliran” ekstrim yang kian hari kian menegangkan. Dua “aliran” besar tersebut tidak lain adalah Islam yang berpaham tradisionalisme dan liberalisme. Kemudian secara teknis, tradisionalisme ini menjelma menjadi “Islam fundamentalis” dan “Islam liberal” yang dalam setiap waktu selalu bersitegang mempertahankan kebenarannya masing-masing (truth claim). Lalu, apa dan bagaimana paham tradisionalisme dan liberalisme?Tradisionalisme dalam Islam biasanya sebagai corak

Khitthah Nahdliyyah
Pustaka

Khitthah Nahdliyyah

Hasil Penggalian Otentik atas Jatidiri NUPeresensi : Rijal Mumazziq Z * Dalam pejalanan NU selama 80 tahun, Khitthah 1926 yang merupakan landasan dasar pergerakan NU adakalanya mengalami sebuah masa ketika rumusan yang meneguhkan NU hanya merupakan organisasi sosial keagamaan murni (jamiyyah ijtimaiyyah diniyyah mahdhah) sedikit terlupakan. Sebab, dengan dinamisnya pergerakan NU, bukan tidak mungkin jika kemudian organisasi ini mengadakan sebuah langkah akomodatif dengan situasi dan kondisi agar lebih shalih li kulli zaman wa makan (relevan di setiap situasi dan kondisi). Hingga kemudian, sejarah mencatat bahwa NU bermetamorfosis menjadi sebuah partai politik. Tak pelak, akibat persinggun

Mafia Berkeley dan krisis Ekonomi Indonesia
Pustaka

Mafia Berkeley dan krisis Ekonomi Indonesia

Penulis : R. Lukman Fauroni Peresensi : Ahmad Hasan Musairi*) Salah satu masalah besar yang sedang dialami bangsa Indonesia adalah krisis ekonomi. Sampai saat ini krisis ekonomi masih menjadi fenomena akut yang belum ditemukan obat penyembuhannya. Berbagai kebijakan telah diterapkan oleh pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini, namun ternyata kebijakan tersebut masih jauh dari tuntutan masyarakat. Bahkan krisis ekonomi yang menimpa bangsa Indonesia sejak 1997 malah semakin menimbulkan persoalan yang rumit dan kompleks yakni mengarah pada krisis multidimensi. Persoalannya sekarang adalah apa akar masalahnya dibalik krisis ekonomi yang menimpa bangsa

Etika Bisnis dalam Al-Qur'an
Pustaka

Etika Bisnis dalam Al-Qur'an

Penulis : R. Lukman Fauroni Oleh: Syaiful Bari* Wajah dunia bisnis di era neoliberalisme ini tiba-tiba sangat menakutkan. Menakutkan karena ia hanya memperjuangkan keuntungan finansial semata dengan berpijak pada konsep seleksi alam Darwin, survival of the fittest (siapa yang kuat, dialah yang menang). Hampir tidak ditemukan adanya keadilan dan keseimbangan sosial dalam dunia bisnis yang berwatak kapitalis itu. Mansour Fakih (alm) dalam buku Bebas dari Neoliberalisme (2004) secara kritis mengeksplorasi karakter neoliberalisme. Menurutnya, neoliberalisme hanya dan akan terus memperjuangkan leissez faire (kompetisi bebas). Penganut paham inilah yang akhirnya mengampanyekan bahwa dunia bisnis sama sekali tidak ada kaitannya dengan etika. De George menyebut pandangan ini sebagai "mitos bisnis amoral."Buku Etika Bisnis dalam Al-Qur'an ini hadir untuk meng-counter pandanga