Samudera Cinta
Oleh Mohammad Haris SuhudAku tidak ingat lagi, mengapa aku harus hidup di bumi ini. Aku tidak ingat, mengapa aku harus hidup. Mula-mula aku terperangkap di dalam lubang sumur. Gelap sekali tentunya.
Kumpulan artikel kategori Seni-budaya
Oleh Mohammad Haris SuhudAku tidak ingat lagi, mengapa aku harus hidup di bumi ini. Aku tidak ingat, mengapa aku harus hidup. Mula-mula aku terperangkap di dalam lubang sumur. Gelap sekali tentunya.
Oleh: M Arif Rahman Hakim Kiai Karim terdiam setelah mendengar cerita orang-orang yang datang ke rumahnya malam itu. Sebagai orang yang dituakan, dia selalu menjadi rujukan untuk dimintai pendapat jika ada suatu persoalan di desanya. Sebenarnya, ulama yang bernama lengkap Abdullah Karim ini, belumlah terlalu tua. Hanya saja, posisinya sebagai kiai menjadikan orang-orang menaruh hormat kepadanya.
Oleh: Harjuno Prabuningrat Keluar dari ruang ujian, aku disergap udara berwarna abu-abu. Terik matahari jam setengah satu siang, membuat tanah seakan membara, menciptakan fatamorgana air di kejauhan. Embusan angin menerbangkan debu dan serpihan tanah kering. Aku menyipitkan mata, karena beberapa kali kelilipan.
Oleh Abdullah Alawi Nama baik kampungku yang terkenal agamis sekarang rusak sudah. Kini hanya jadi cemoohan kampung tetangga saja. Ini disebabkan ulah si Jalu, pemuda tanggung yang tak pernah puasa. Jika bulan puasa tahun sebelumnya, ia melakukannya sembunyi-sembunyi, sekarang terang-terangan.
Oleh Achmad Muhimmy Mimpiku selalu berakhir aroma kamboja. Seusai terbangun, aroma khas kembang pekuburan itu bahkan tak lekas minggat. Menguar-nguar kelewat lama menyengat hidung. Sesosok bayangan di keheningan malam samar-samar membawa obor, atau cambuk api berjongkok di pekuburan yang berkabut. Seorang diri. Mendesis-desis. Pemandangan itu bertambah magis oleh dedaunan gimbal pohon beringin berusia ratusan tahun yang digetarkan angin keras-keras. Jangan kau pikir ia dedemit bersisik merah, atau malaikat penjaga neraka bercambuk api yang turun ke bumi memburu para iblis.
Oleh: Muhadzdzier M. Salda Tiga hari sudah istri gubernur menghilang. Tentu saja jadi berita paling heboh di provinsi kami. Semua media berlomba memberitakan. Dan perangkat pemerintah terus melacak keberadaannya.
Oleh Moh Haris Suhud “Berangkatlah ke pesantren, Nak. Sudah ada ibu kok yang mengurus Bapak. Kamu, belajarlah yang rajin!”Sore itu juga, Aulia langsung kembali ke pesantren tempat ia menimba ilmu.
Oleh Ikhwanul Mukminin Setiap kali aku melintasi jalan depan mal itu, mataku menatap pengemis-pengemis yang duduk termangu. Suaranya yang sendu dan penampilannya yang mengiris hati tak banyak membuat orang-orang yang melintas mengulurkan recehan kepada mereka. Mata pengemis-pengemis itu terus menatap penuh harap kepada orang-orang yang lewat. Kepada orang-orang di dalam mobil juga orang-orang berhelm yang mengendara motor. Seolah mata itu hendak mengatakan, wahai orang-orang yang lebih beruntung, jangan asap knalpotmu saja yang kalian sebar, tapi ulurkan juga uang kecilmu.
Cerpen Alamsyah M Djafar“Sudah dengar mimpi aneh Ustaz Nasrullah?” “Mimpi? Belum. Mimpi apa?”“Ustad Nasrullah pernah bermimpi melihat orang-orang pulau penuh sesak shalat berjemaah di masjid”
Cerpen: Akhiriyati SundariIbu ingin nyekar. Keinginan itu disampaikannya berulang-ulang. Ibu ingin seperti umumnya warga di kampung kami. Bersiap jelang bulan suci Ramadhan dengan nyekar. Tradisi yang biasanya dirangkai dengan besik atau bersih-bersih makam itu diakhiri dengan berdoa, mendoakan arwah yang dikubur.
Cerpen Iwan RSPenumpang yang duduk di sebelahnya menyodorkan salak. Kang Dalimin yang dari tadi melempar pandang ke luar jendela bus pun melirik.
Oleh MS Wibowo“Aku akan mati dan dikubur di kampus ini,” tegas Pandi. “Maksudmu di Komplek Pemakaman Kampus?” tanya Deni. “Bukan. Tapi di sini, di lahan kampus ini,” Pandi menghentakkan tangan ke meja.