Syariah

Hukum Makmum Meninggalkan Imam yang Membaca Surat Panjang

NU Online  ยท  Rabu, 10 Oktober 2018 | 22:00 WIB

Shalat Jamaah memang menjadi salah satu anjuran yang sangat penting untuk dilakukan bagi seorang Muslim. Meski hukumnya sunnah muakkad menurut jumhur (mayoritas)ย ulama, namun keutamaannya sangat besar.

Terkadang keinginan untuk melakukan shalat jamaah tidak berbanding lurus dengan kenyataan yang ditemui saat melakukan shalat jamaah yaitu, bacaan imam yang terlalu panjang. Apalagi jika kita terlalu lelah dan ngantuk karena melakukan kegiatan seharian penuh, orang tua yang sudah berumur sehingga tidak mampu berdiri terlalu lama, atau buru-buru karena ada hal yang harus segera dilakukan setelah shalat.

Bagaimana jika demikian? Bolehkah kita meninggalkan jamaah karena bacaan imam yang terlalu panjang?

Sebuah hadits riwayat Imam Al-Bukhari menyebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah memperingatkan Muadz bin Jabal karena terlalu panjang membaca Al-Qurโ€™an.

ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุฌูŽุงุจูุฑู ุจู’ู†ู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ู…ูุนูŽุงุฐูŽ ุจู’ู†ูŽ ุฌูŽุจูŽู„ู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูุตูŽู„ู‘ููŠ ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูŽุฃู’ุชููŠ ู‚ูŽูˆู’ู…ูŽู‡ู ููŽูŠูุตูŽู„ู‘ููŠ ุจูู‡ูู…ู’ ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉูŽ ููŽู‚ูŽุฑูŽุฃูŽ ุจูู‡ูู…ู’ ุงู„ู’ุจูŽู‚ูŽุฑูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽุชูŽุฌูŽูˆู‘ูŽุฒูŽ ุฑูŽุฌูู„ูŒ ููŽุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุตูŽู„ูŽุงุฉู‹ ุฎูŽูููŠููŽุฉู‹ ููŽุจูŽู„ูŽุบูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ู…ูุนูŽุงุฐู‹ุง ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู…ูู†ูŽุงููู‚ูŒ ููŽุจูŽู„ูŽุบูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ูŽ ููŽุฃูŽุชูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฅูู†ู‘ูŽุง ู‚ูŽูˆู’ู…ูŒ ู†ูŽุนู’ู…ูŽู„ู ุจูุฃูŽูŠู’ุฏููŠู†ูŽุง ูˆูŽู†ูŽุณู’ู‚ููŠ ุจูู†ูŽูˆูŽุงุถูุญูู†ูŽุง ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ู…ูุนูŽุงุฐู‹ุง ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุจูู†ูŽุง ุงู„ู’ุจูŽุงุฑูุญูŽุฉูŽ ููŽู‚ูŽุฑูŽุฃูŽ ุงู„ู’ุจูŽู‚ูŽุฑูŽุฉูŽ ููŽุชูŽุฌูŽูˆู‘ูŽุฒู’ุชู ููŽุฒูŽุนูŽู…ูŽ ุฃูŽู†ู‘ููŠ ู…ูู†ูŽุงููู‚ูŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽุง ู…ูุนูŽุงุฐู ุฃูŽููŽุชู‘ูŽุงู†ูŒ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุซูŽู„ูŽุงุซู‹ุง ุงู‚ู’ุฑูŽุฃู’ ูˆูŽุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู ูˆูŽุถูุญูŽุงู‡ูŽุง ูˆูŽุณูŽุจู‘ูุญู’ ุงุณู’ู…ูŽ ุฑูŽุจู‘ููƒูŽ ุงู„ู’ุฃูŽุนู’ู„ูŽู‰ ูˆูŽู†ูŽุญู’ูˆูŽู‡ูŽุง

Artinya, โ€œTelah menceritakan kepada kami (Amr bin Dinar) Jabir bin Abdullah bahwa Mu'adz bin Jabal RA pernah shalat (di belakang) Rasulullah SAW, kemudian dia kembali ke kaumnya untuk mengimami shalat bersama mereka dengan membaca surat Al-Baqarah, Jabir melanjutkan, โ€˜Maka seorang laki-laki pun keluar (dari shaf) lalu ia shalat dengan shalat yang agak ringan, ternyata hal itu sampai kepada Mu'adz, ia pun berkata, โ€˜Sesungguhnya dia adalah seorang munafik.โ€™ Ketika ucapan Mu'adz sampai ke laki-laki tersebut, laki-laki itu langsung mendatangi Nabi SAW sambil berkata, โ€˜Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami adalah kaum yang memiliki pekerjaan untuk menyiram ladang, sementara semalam Mu'adz shalat mengimami kami dengan membaca surat Al-Baqarah, hingga saya keluar dari shaf, lalu dia mengiraku seorang munafik.โ€™ Nabi SAW bersabda, "Wahai Mu'adz, apakah kamu hendak membuat fitnah?โ€™ Beliau mengucapkannya tiga kali. โ€˜Bacalah Was syamsi wadhuฤhฤ dan wasabbihisma rabbikal a'la atau yang serupa dengannya," (Lihat Al-Bukhari,ย 
Sahih Bukhari, [Kairo, Daru Thauqin Najah: 1422 H], juz VIII, halaman 26).

Salah satu ijtihad Imam Al-Bukhari dalam hadits tersebut adalah memperbolehkan makmum untuk keluar dari jamaah ketika imam membaca surat yang terlalu panjang. Imam Al-Bukhari memberikan tarjamatul bab (nama bab) dari hadits tersebut dengan โ€œBab man sakฤ amamahu idza tลซlaโ€ (Bab seseorang yang mengadukan imamnya karena bacaan panjang). Selain itu, Imam Bukhari juga memasukkan hadits tersebut dalam bab โ€œMan Lam yarฤ ikfฤra man qฤla dzalika mutaโ€™awwilan au jฤhilanโ€ (Bab mengafirkan seseorang tanpa klarifikasi atau jahil).

Ibnu Huzaimah juga memasukkan hadits tersebut dalam bab โ€œrukhsah fi khurujil maโ€™mลซm min แนฃhalฤtil Imฤmโ€ (Bab keringanan bagi makmum yang keluar dari shalat jamaah bersama imam). Artinya, diperbolehkan bagi makmum untuk meninggalkan jamaah jika imam membaca surat yang terlalu panjang, bahkan termasuk rukhsah (keringanan).

Ibnu Rajab Al-Hanbali menyebutkan bahwa jika bacaan Imam terlalu panjang, maka makmum diperbolehkan meninggalkan jamaah jika terlalu capek dan diperbolehkan melakukan shalat sendiri di dalam masjid walau pun jamaah di masjid tersebut masih berlangsung.

ููŠุณุชุฏู„ ุจู‡ุฐุง: ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃู† ุงู„ุฅู…ุงู… ุฅุฐุง ุทูˆู„ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู…ุฃู…ูˆู… ูˆุดู‚ ุนูŽู„ููŠู‡ู ุฅุชู…ุงู… ุงู„ุตู„ุงุฉ ู…ูŽุนูŽู‡ู ุ› ู„ุชุนุจู‡ ุฃูˆ ุบู„ุจู‡ ุงู„ู†ุนุงุณ ุนูŽู„ููŠู‡ู ุฃู† ู„ูŽู‡ู ุฃู† ูŠู‚ุทุน ุตู„ุงุชู‡ ู…ูŽุนูŽู‡ู ุŒ ูˆูŠูƒูˆู† ุฐูŽู„ููƒูŽ ุนุฐุฑุงู‹ ูููŠ ู‚ุทุน ุงู„ุตู„ุงุฉ ุงู„ู…ูุฑูˆุถุฉ ุŒ ูˆููŠ ุณู‚ูˆุท ุงู„ุฌู…ุงุนุฉ ูููŠ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุญุงู„ ุŒ ูˆุฃู†ู‡ ูŠุฌูˆุฒ ุฃู† ูŠุตู„ูŠ ู„ู†ูุณู‡ ู…ู†ูุฑุฏุงู‹ ูููŠ ุงู„ู…ุณุฌุฏ ุซูู…ู‘ูŽ ูŠุฐู‡ุจ ุŒ ูˆุฅู† ูƒุงู† ุงู„ุฅู…ุงู… ูŠุตู„ูŠ ูููŠู‡ู ุจุงู„ู†ุงุณ

Artinya, โ€œHadits tersebut dapat dijadikan dalil bahwa jika imam memperpanjang bacaannya, dan dapat menyusahkan orang yang bermakmum pada imam tersebut, karena makmum tersebut capek atau mengantuk, maka makmum tersebut boleh memutus shalatnya bersama imam. Hal itu adalah udzur untuk memutus shalat fardhu dan menggugurkan jamaah pada kondisi tersebut. Diperbolehkan bagi makmum tersebut untuk melakukan shalat sendiri (munfarid) di dalam masjid tersebut kemudian pulang, walau pun imam masih melakukan shalat jamaah bersama makmum-makmum yang lain,โ€ (Lihat Ibnu Rajab Al-Hanbali, Fatแธฅul Bฤrฤซ Syarแธฅ Sahih al-Bukhari, [Kairo, Maktabah Tahqiq Darul Haramain: 1996 M], juz VI, halaman 212).

Dari beberapa penjelasan tersebut, bisa disimpulkan bahwa rukhsah tersebut hanya diberikan untuk orang-orang yang tidak kuat untuk melanjutkan jamaah, seperti kecapekan karena kerja sepanjang hari, ngantuk, orang tua dan lain sebagainya. Tidak serta merta semua orang boleh meninggalkan jamaah tanpa kesulitan-kesulitan yang telah disebutkan. Apalagi jika hanya beralasan dengan lamanya bacaan imam. Wallahu aโ€˜lam. (Muhammad Alvin Nur Choironi)

Terkait

Syariah Lainnya

Lihat Semua