Syariah

Makruhnya Mengubur Jenazah dengan Peti

NU Online  ยท  Kamis, 27 November 2014 | 05:00 WIB

Mengubur mayit muslim dengan memasukkannya terlebih dahulu ke dalam peti, hukumnya adalah makruh sesuai pendapat mayorits ulama. Kecuali ada beberapa keperluan yang memang mengharuskan penggunaan peti <>seperti: 1) tanah kuburan yang basah dan mudah gugur. Sehingga tidak mungkin digali terus menerus. 2) kondisi mayat yang sangat rapuh karena terbakar atau musibah lain. 3) banyak binatang buas yang dapat menggali tanah dan mayit bisa aman hanya apabila dimasukkan ke dalam peti.

Ketiga alasan itu masih bisa ditambah lagi jika memang keberadaannya sangat penting dan menghawatirkan si mayit. Hal iniย  sebagaimana dalam Nihayatl Muhtaj ila Syarhil Minhaj.

( ูˆูŠูƒุฑู‡ ุฏูู†ู‡ ููŠ ุชุงุจูˆุช ) ุจุงู„ุฅุฌู…ุงุน ุ› ู„ุฃู†ู‡ ุจุฏุนุฉ ( ุฅู„ุง ููŠ ุฃุฑุถ ู†ุฏูŠุฉ ) ุจุณูƒูˆู† ุงู„ุฏุงู„ ูˆุชุฎููŠู ุงู„ุชุญุชูŠุฉ ( ุฃูˆ ุฑุฎูˆุฉ ) ูˆู‡ูŠ ุจูƒุณุฑ ุงู„ุฑุงุก ุฃูุตุญ ู…ู† ูุชุญู‡ุง : ุถุฏ ุงู„ุดุฏูŠุฏุฉ ูู„ุง ูŠูƒุฑู‡ ู„ู„ู…ุตู„ุญุฉ ูˆู„ุง ุชู†ูุฐ ูˆุตูŠุชู‡ ุจู‡ ุฅู„ุง ููŠ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุญุงู„ุฉ ุŒ ูˆู…ุซู„ ุฐู„ูƒ ู…ุง ุฅุฐุง ูƒุงู† ููŠ ุงู„ู…ูŠุช ุชู‡ุฑูŠุฉ ุจุญุฑูŠู‚ ุฃูˆ ู„ุฐุน ุจุญูŠุซ ู„ุง ูŠุถุจุทู‡ ุฅู„ุง ุงู„ุชุงุจูˆุช ุฃูˆ ูƒุงู†ุช ุงู…ุฑุฃุฉ ู„ุง ู…ุญุฑู… ู„ู‡ุง ูƒู…ุง ู‚ุงู„ู‡ ุงู„ู…ุชูˆู„ูŠ ู„ุฆู„ุง ูŠู…ุณู‡ุง ุงู„ุฃุฌุงู†ุจ ุนู†ุฏ ุงู„ุฏูู† ุฃูˆ ุบูŠุฑู‡ ุŒ ูˆุฃู„ุญู‚ ููŠ ุงู„ู…ุชูˆุณุท ุจุฐู„ูƒ ุฏูู†ู‡ ููŠ ุฃุฑุถ ู…ุณุจุนุฉ ุจุญูŠุซ ู„ุง ูŠุตูˆู†ู‡ ู…ู† ู†ุจุดู‡ุง ุฅู„ุง ุงู„ุชุงุจูˆุช .

Dan dimakruhkan mdengubur mayit di dalam peti, dengan ijmaโ€™ ulama karena hal itu dinilai bidโ€™ah. Kecuali pada bumi yang basah atau sangat lembek...maka tidaklah makruh mengubur mayit dengan peti pada tanah yang tersebut karena maslahah, walaupun mayit sendiri berwashiat demikian. Begitu juga apabila keadaan mayit sangat rapuhnya, karena tersengat atau terbakar yang tidak mungkin mayit bisa utuh kecuali dengan cara dipeti. Atau terkecuali mayat adalah perempuan dan tidak ada muhrim yang dapat menguburkannya sehingga yang tersisa adalah orang lain (yang tidak boleh menyentuhnya) maka mayit boleh dipeti. Dan terakhir jika dikhawatirkan adanya berbagai binatang buas yang menghawatirkan mayat.

Demikianlah makruhnya mengubur mayit menggunakan peti yang telah disepakati mayoritas ulama. Kecuali ada alasan tertentu seperti diterangkan di atas. (Ulil Hadrawi) ย ย ย ย ย