Syariah

Membaca Surat Yasin dengan Maksud Tertentu

NU Online  ยท  Rabu, 6 November 2013 | 01:00 WIB

Al-Quran adalah kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. melalui Malaikat Jibril sebagai perantar. Al-Qurโ€™an merupakan kitab suci yang akan terjaga dan terawat sampai hari kiamat.<>

Begitu pula bagi yang membacanya senantiasa akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda, tercatat pahala setiap hurufnya berupa satu kebaikan dan satu kebaikan itu akan dilipatgandakan dengan sepuluh pahala. Sebagaimana hadits Rasulullah saw, dari Ibnu Masโ€™ud ra.,

ร™โ€ฆร™โ€  ร™โ€šร˜ยฑร˜ยฃ ร˜ยญร˜ยฑร™ยร˜ยง ร™โ€ฆร™โ€  ร™ฦ’ร˜ยชร˜ยงร˜ยจ ร˜ยงร™โ€žร™โ€žร™โ€ก ร™ยร™โ€žร™โ€ก ร˜ยจร™โ€ก ร˜ยญร˜ยณร™โ€ ร˜ยฉ ร™ห†ร˜ยงร™โ€žร˜ยญร˜ยณร™โ€ ร˜ยฉ ร˜ยจร˜ยนร˜ยดร˜ยฑ ร˜ยฃร™โ€ฆร˜ยซร˜ยงร™โ€žร™โ€กร˜ยง

Barang siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran, maka baginya satu kebaikan dan satu kebaikan itu dilipatgandakan dengan sepuluh (pahala).

Oleh karena itulah al-Qurโ€™an bagi orang muslim selalu dibacakan dalam berbagai kondisi, baik ketika senang maupun sedih. Mulai dari walimatul arusy (pernikahan), walimatul hitan, walimatus safar, akhirus sanah, seminar, pelantikan, hingga prosesi pemakaman, selalu disertakan bacaan al-Qurโ€™an di dalamnya. Hanya saja ayat al-Qurโ€™an yang dibaca berbeda-beda sesuai dengan kondisi dan konteksnya. Tentunya pembacaan ini memiliki tujuan dan maksud tertentu. Selain menjadi sumber pahala dan dianggap ibadah, membaca ayat al-Qurโ€™an juga memiliki berberapa faedah. Seperti membaca surat Yasin yang memiliki fadhilah terkabulnya segala hajat dan tertolaknya marabahaya.

Apakah membaca surat Yasin dengan tujuan seperti itu tidak termasuk dalam kategori riya, yang menghilangkan nilai keikhlasan? Karena membacanya dengan harapan terpenuhinya kebutuhan, atau terhindarnya balak-marabahaya, bukan karena Allah semata.

Dalam Kitab Qurratul โ€˜Ain Fatawa Ismaโ€™il Zain diterangkan bahwa hal tersebut boleh dilakukan dan tidak dianggap riya, selama tidak melanggar aturan-aturan syaraโ€™ dan bukan pekerjaan maโ€™syiat.

ร™ล ร˜ยฌร™ห†ร˜ยฒ ร˜ยฃร™โ€  ร˜ยชร™โ€šร˜ยฑร˜ยฃ ร˜ยณร™ห†ร˜ยฑร˜ยฉ ร™ล ร˜ยณ ร˜ยจร™โ€ ร™ล ร˜ยฉ ร™โ€šร˜ยถร˜ยงร˜ยก ร˜ยญร˜ยงร˜ยฌร˜ยฉ ร™โ€ฆร™โ€  ร˜ยฌร™โ€žร˜ยจ ร™โ€ ร™ยร˜ยน ร˜ยฃร™ห† ร˜ยฏร™ยร˜ยน ร˜ยถร˜ยฑ ร˜ยณร™ห†ร˜ยงร˜ยก ร™ฦ’ร˜ยงร™โ€  ร˜ยงร™โ€žร™โ€ฆร™โ€šร˜ยตร™ห†ร˜ยฏ ร˜ยฏร™ล ร™โ€ ร™ล ร˜ยง ร˜ยฃร™ห† ร˜ยฏร™โ€ ร™ล ร™ห†ร™ล ร˜ยง ร™โ€ฆร˜ยงร™โ€žร™โ€ฆ ร™ล ร™ฦ’ร™โ€  ร™โ€ฆร˜ยนร˜ยตร™ล ร˜ยฉ ร™ห†ร™โ€žร˜ยง ร™ล ร™ฦ’ร™ห†ร™โ€  ร˜ยฐร™โ€žร™ฦ’ ร˜ยฑร™ล ร˜ยงร˜ยก

Boleh membaca surat Yasin dengan maksud dan tujuan tertentu, entah itu duniawi maupun ukhrowi selama tidak dalam hal maksiat, dan pembacaan itu tidak termasuk sebagai perbuatan riyaโ€™

Karena definisi riyaโ€™ sebenarnya adalah melakukan sesuatu bukan karena Allah Taโ€™ala tetapi karena makhluk ciptaan Allah swt, sedangkan bacaan Yasin mengharapkan pahala dari Allah swt. yang berupa berbagai fadhilah tersebut.

(Pen./Red. Ulil H)