Syariah

Menginjak Bekas Bakaran Mushaf Al Quran

NU Online  ยท  Jumat, 6 September 2013 | 01:00 WIB

Biasanya rumah orang muslim selalu dihiasi dengan al-Quran yang memenuhi lemari-lemari ruangan yang ada. Dari sekian banyak mushaf tersebut ada yang telah bertahun-tahun tidak dipegang, ataupun dibersihkan, sehingga mengakibatkan kerusakan pada lembaran-lembarannya. Bisa sobek, dimakan rayap, lapuk ataupun sebab lain.<>

Sebagai sesuatu yang bersifat suci dan mulia, sebaiknya mushaf senantiasa dijaga dan dirawat dengan baik, walaupun itu sudah dalam keadaan rusak dan robek akibat termakan zaman. ย Guna menjaga kehormatan serpihan mushaf yang berupa sobekan-sobekan kecil itu, sebaiknya segera saja membakarnya dan membeli mushaf yang baru lagi. Pertanyaan yang muncul kemudian, bagaimanakah hukum menginjak bekas bakaran Mushaf al-Quran tersebut ?

Jika memang benar-benar tahu bahwa bekas bakaran tersebut adalah mushaf Al Quran, maka tidak boleh menginjaknya dengan maksud pengingkaran atau penghinaan, tetapi jika tidak ada maksud mengingkari ataupun menghina, maka perbuatan tersebut tidak apa-apa, karena bekas bakaran mushaf Al Quran tersebut bukanlah disebut Mushaf lagi dan telah berubah status, wujud dan sifatnya

ร˜ยฅร˜ยฐร˜ยง ร˜ยนร˜ยฑร™ย ร˜ยฃร™โ€  ร˜ยฐร™โ€žร™ฦ’ ร˜ยงร™โ€žร˜ยชร˜ยฑร˜ยงร˜ยจ ร˜ยฃร™ห† ร˜ยงร™โ€žร˜ยฑร™โ€ฆร˜ยงร˜ยฏ ร™โ€กร™ห† ร˜ยฑร™โ€ฆร˜ยงร˜ยฏ ร˜ยงร™โ€žร™โ€ฆร˜ยตร˜ยญร™ย ร™ยร™โ€žร˜ยง ร™ล ร˜ยฌร™ห†ร˜ยฒ ร™โ€žร™โ€ก ร˜ยฃร™โ€  ร™ล ร˜ยทร˜ยฃร™โ€ก ร˜ยนร™โ€žร™โ€ฐ ร™ห†ร˜ยฌร™โ€ก ร˜ยงร™โ€žร˜ยฅร™โ€ฆร˜ยชร™โ€กร˜ยงร™โ€  ร˜ยฃร™ห† ร˜ยงร™โ€žร˜ยนร™โ€ ร˜ยงร˜ยฏ

Jika telah diketahui bahwa abu atau bekas bakaran tersebut adalah mushaf, maka tidak boleh menginjaknya dengan maksud ingkar atau menghina.


ร™ห†ร˜ยฃร™โ€ฆร˜ยง ร˜ยฅร˜ยฐร˜ยง ร™โ€žร™โ€ฆ ร™ล ร™ฦ’ร™โ€  ร™โ€šร˜ยงร˜ยตร˜ยฏ ร™โ€žร™โ€žร˜ยฅร™โ€ฆร˜ยชร™โ€กร˜ยงร™โ€  ร™ห†ร™โ€žร˜ยง ร™โ€ฆร˜ยนร˜ยงร™โ€ ร˜ยฏร˜ยง ร™ยร˜ยฅร™โ€  ร˜ยฐร™โ€žร™ฦ’ ร™โ€žร˜ยง ร™ล ร™ฦ’ร™ห†ร™โ€  ร˜ยญร˜ยฑร˜ยงร™โ€ฆร˜ยงร˜ล’ ร™โ€žร˜ยฃร™โ€ ร™โ€ก ร™โ€šร˜ยฏ ร˜ยฎร˜ยฑร˜ยฌ ร˜ยนร™โ€  ร™ฦ’ร™ห†ร™โ€ ร™โ€ก ร™โ€šร˜ยฑร˜ยขร™โ€ ร˜ยง ร™ห†ร˜ยชร˜ยจร˜ยฏร™โ€žร˜ยช ร˜ยฐร˜ยงร˜ยชร™โ€ก ร™ห†ร˜ยตร™ยร˜ยชร™โ€ก ร™ห†ร˜ยดร™ฦ’ร™โ€žร™โ€ก ร™ห†ร™โ€กร™ล ร˜ยฆร˜ยชร™โ€ก

Sedangkan jika orang tersebut tidak ada maksud ingkar atau menghina, maka tidak apa-apa karena bekas bakaran mushaf Al Quran tersebut bukanlah disebut Mushaf lagi dan telah berubah status, wujud dan sifatnya.

(Pen. Fuad H Basya/Red. Ulil H)