Menurut Badruddin Al-‘Ayni dalam ‘Umdatul Qari’, pesan Rasulullah SAW ini memiliki hikmah. Di antara hikmahnya, agar para sahabat terbiasa witir, menunjukkan kewajiban witir, dan waktu pelaksanaannya pada malam hari. Witir sangat dianjurkan karena shalat termasuk kategori ibadah badaniyah yang paling mulia dan utama.
Artinya, “Anjuran witir sebelum tidur mengisyaratkan agar sahabat membiasakannya, sekaligus tanda kewajiban witir, dan waktu pelaksanaannya malam hari. Sementara malam merupakan waktu paling baik untuk santai, tidur, dan istirahat.”
Sebenarnya, shalat witir lebih baik dikerjakan di akhir malam atau menjelang waktu shubuh. Namun bila khawatir tidak bangun pada waktu itu, Rasulullah SAW menganjurkan pelaksanaannya sebelum tidur. Hal ini dijelaskan oleh hadits riwayat Jabir, Rasulullah SAW berkata:
Artinya, “Siapa yang khawatir tidak bangun di akhir malam, maka witirlah terlebih dahulu. Sementara orang yang yakin bangun di akhir malam, kerjakanlah witir di akhir malam, sebab shalat di akhir malam itu disaksikan malaikat dan lebih utama,” (HR Muslim).
Menurut hadits ini, shalat di akhir malam disaksikan oleh para malaikat. Tentu makhluk agung itu tidak hanya sekedar melihat. Mereka sekaligus membawa rahmat untuk makhluk bumi.
Dalam hadits lain dikatakan, Allah SWT menurunkan rahmat-Nya pada akhir malam, sehingga siapapun yang berdo’a kepada-Nya akan dikabulkan, (HR Ibnu Majah). Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)
Terpopuler
1
Susunan Lengkap Kepengurusan PBNU Masa Khidmah 2026-2031
2
PBNU Umumkan Susunan Kepengurusan 2026–2031 Hari Ini
3
Suyudi Ario Seto Segera Dilantik Presiden Prabowo sebagai Kapolri Hari Ini
4
Khutbah Jumat: Pentingnya Ikhlas dan Meluruskan Niat dalam Beramal
5
Wajah Baru Kepengurusan PBNU 2026-2031: Masuk Dua Tokoh Disabilitas di Kepengurusan
6
Susunan Pengurus 2026-2031 Terbentuk, Ketua Umum PBNU: Mulai Besok Kita Berkhidmah
Terkini
Lihat Semua