Kultum Ramadhan: Ragam Pengertian Harum Mulut Orang Puasa dalam Hadits
Apa maksud aroma harum mulut orang puasa melebihi harum minyak misik sebagaimana dikatakan dalam hadits?
Artikel dengan tag "Puasa"
Apa maksud aroma harum mulut orang puasa melebihi harum minyak misik sebagaimana dikatakan dalam hadits?
Ayat 184 adalah perintah kewajiban puasa Ramadhan dengan keringanan, yaitu pilihan antara puasa atau memberi makan orang miskin sebagai gantinya.
Keinginan untuk makan dan berhubungan seksual lebih berat daripada keinginan pada yang lainnya.
Puasa Muharram penting dilakukan karena itu mencerminkan kesungguhan kita menghadapi pembukaan tahun secara lebih baik.
Hari tasyrik tepatnya jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Pada hari tasyrik ini umat Islam dilarang berpuasa.
Di sisi lain, manusia mempunyai kebutuhan beraneka ragam, dan yang terpenting adalah kebutuhan fa'ali, yaitu makan, minum, dan hubungan seks.
Sebulan dalam satu tahun kalender hijriyah, kita mendapat kesempatan untuk menziarahi diri, menepi sejenak dari keriuhan, menata kembali alur kehidupan, atau mendekonstruksi spiritualitas melalui laku puasa. Surat Al Baqarah ayat 183 menjadi dasar dan ruh dalam menjalankan ibadah tersebut.
Teks khutbah Jumat berikut ini berjudul "Khutbah Jumat: Ramadhan sebagai Bulan Jihad". Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini (pada tampilan desktop). Semoga bermanfaat! (Redaksi)
Teks khutbah Jumat berikut ini berjudul "Khutbah Jumat: Puasa Komentar di Media Sosial". Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini (pada tampilan desktop). Semoga bermanfaat! (Redaksi)
Teks khutbah Jumat berikut ini berjudul "Khutbah Jumat: "Menajamkan Kepekaan pada Mereka yang Lapar". Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini (pada tampilan desktop). Semoga bermanfaat! (Redaksi)
Kultum Ramadhan: Petingnya Membiasakan Berpuasa sejak Usia Dini. Demikian pula dalam mengajari ketakwaan kepada anak-anak (belum mencapai usia baligh), harus dimulai sejak dini, seperti dalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.
Ramadhan seharusnya tidak saja diartikan sebagai bulan puasa, yang di dalamnya hanya fokus berpuasa dan melupakan ibadah-ibadah lainnya, tentu tidak demikian. Sebab, pada bulan ini Allah melipatgandakan semua amal ibadah dan amal kebajikan yang dilakukan oleh umat Islam