Tata Krama terhadap Orang Tua menurut Al-Ghazali
NU Online · Kamis, 12 Juli 2018 | 16:00 WIB
Imam Al-Ghazali menyebutkan sebanyak 12 hal ini pada salah satu karyanya, Bidayatul Hidayah, sebagaimana dikutip berikut ini:
Artinya, “Jika kau memiliki kedua orang tua, maka tata krama seorang anak terhadap keduanya adalah mendengarkan ucapan keduanya, berdiri ketika keduanya berdiri, mematuhi perintah keduanya, tidak berjalan di depan keduanya (kecuali terpaksa karena keadaan), tidak mengeraskan suara melebihi suara keduanya, menjawab panggilan keduanya, berupaya keras mengejar ridha keduanya, bersikap rendah hati terhadap keduanya, tidak mengungkit kebaktian terhadap keduanya atau kepatuhan atas perintah keduanya, tidak memandang keduanya dengan pandangan murka, tidak memasamkan wajah di hadapan keduanya, dan tidak melakukan perjalanan tanpa izin keduanya,” (Lihat Al-Ghazali, Bidayatul Hidayah, [Indonesia, Daru Ihya’il Kutubuil Arabaiyyah: tanpa catatan tahun], halaman 89).
Syekh Nawawi Banten menyebut dampak mafsadat perihal mengungkit-ungkit pengabdian atau kepatuhan atas perintah keduanya, atau bisa jadi menggugat atau menyesali keputusan keduanya yang telah lalu.
Artinya, “Mengungkit-ungkit dapat membuat (kedua orang tua) kecil hati (terluka),” (Lihat Syekh Nawawi Banten, Syarah Maraqil Ubudiyyah, [Indonesia, Daru Ihya’il Kutubuil Arabaiyyah: tanpa catatan tahun], halaman 89).
Perintah untuk berbakti kepada kedua orang disebut di dalam salah satunya dalam Surat Luqman ayat 14 berikut ini:
Artinya, “Kami berwasiat kepada manusia terhadap kedua orang tuanya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan amat payah dan menyapihnya dalam waktu dua tahun agar ‘Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Ku tempat kembali,’” (Surat Luqman ayat 14).
Banyak lagi dalil-dalil yang dikemukakan Al-Quran dan hadits yang mengandung perintah agama agar anak berbakti kepada kedua orang tuanya sebagai bentuk terima kasih kepada keduanya.
Semua tata krama yang disebutkan oleh Imam Al-Ghazali ini meskipun tidak sepenuhnya masih relevan saat kini patut dipertimbangkan. Sebenarnya masih banyak lagi tata krama anak terhadap orang tua yang berlaku di masing-masing zaman dan tempat tertentu.
Semua rincian tata krama ini merupakan upaya dalam rangka menerjemahkan perintah agama agar anak berbakti kepada kedua orang tuanya sesuai dengan amanat pada Surat Luqman ayat 14. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)
Terpopuler
1
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
2
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
3
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
4
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
5
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
6
Khutbah Jumat: Mari Tingkatkan Kualitas dari Ibadah Personal Menuju Kepedulian Sosial
Terkini
Lihat Semua