Harlah Ke-63, YKMNU Perluas Layanan Kesehatan bagi Masyarakat hingga Pelosok Indonesia
Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:30 WIB
Jakarta, NU Online
Yayasan Kesejahteraan Muslimat Nahdlatul Ulama (YKMNU) menandai usia ke-63 tahun dengan terus memperluas layanan kesehatan dan sosial bagi masyarakat, khususnya perempuan, keluarga, serta kelompok rentan hingga ke berbagai pelosok Indonesia.
Di tengah meningkatnya tantangan sosial dan kebutuhan layanan kesehatan yang inklusif, organisasi yang berdiri sejak 11 Juni 1963 ini berupaya memperkuat peran sebagai mitra masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Ketua Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU Tingkat Pusat dr Erna Yulia Soefihara menjelaskan bahwa tema Harlah ke-63 tahun ini adalah 63 Tahun YKM NU: Merawat Tradisi, Membangun Peradaban, Memperkuat Layanan.
“Merawat Tradisi berarti menjaga warisan nilai yang telah ditanamkan oleh para pendiri kita seperti keikhlasan dalam berkhidmah, kepedulian kepada sesama, gotong royong, dan semangat melayani tanpa membedakan latar belakang siapapun,” katanya dalam Acara Harlah Ke-63 Tahun YKM NU di Kantor Pimpinan Pusat Muslimat NU, Jakarta, Sabtu (20/6/2026).
Menurutnya, membangun peradaban diwujudkan melalui penyediaan layanan sosial dan kesehatan yang berkualitas, profesional, modern, serta berkelanjutan, tanpa meninggalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.
Sementara memperkuat layanan berarti memastikan seluruh program YKM NU mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan menjangkau kelompok rentan secara nyata.
“Melalui momentum Harlah ke-63 ini, saya mengajak seluruh keluarga besar YKM NU di seluruh Indonesia untuk memperkuat sinergi, mempererat ukhuwah, meningkatkan kualitas layanan, dan menghadirkan lebih banyak manfaat bagi masyarakat,” ujar Erna.
Rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-63 YKMNU diawali dengan kegiatan napak tilas dan ziarah ke makam para pendiri serta tokoh YKM NU pada Kamis (11/6/2026).
Ketua Panitia Harlah YKMNU Ulfah Mashfufah menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan di sejumlah lokasi, antara lain makam Nyai Sholihah Wahid Hasyim dan Nyai Aisyah Hamid Baidlowi di Jombang, TPU Tanah Kusir Jakarta untuk berziarah ke makam Nyai Solihah Saifuddin Zuhri dan Ibu Soetaijah Rahmat Molyomiseno, serta TPU Kampung Kandang untuk berziarah ke makam Ibu Madah Himpuni Soeparman.
“Kami berharap nilai-nilai perjuangan, keteladanan, dan keikhlasan para pendiri dapat terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus YKMNU,” ujarnya.
Ulfah menyampaikan bahwa puncak Harlah dilaksanakan melalui kegiatan santunan anak yatim dan tasyakuran yang dihadiri seluruh kader YKMNU dan Muslimat NU di seluruh Indonesia, baik secara luring maupun daring.
“Kegiatan ini menjadi sarana silaturahmi, refleksi perjalanan organisasi, sekaligus ungkapan rasa syukur atas eksistensi dan kontribusi YKMNU selama lebih dari enam dekade,” tuturnya.
Kegiatan terakhir yaitu Pelatihan SIGAP Lansia di Panti Asuhan Harapan Remaja pada 27 Juni mendatang yang bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).
“Ini merupakan upaya nyata untuk meningkatkan kapasitas pendamping, pengelola layanan sosial, dan para kader dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para lanjut usia, sehingga mereka dapat menjalani masa tua dengan lebih sehat, mandiri, dan bermartabat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Badan Pembina YKMNU Khofifah Indar Parawansa turut menyampaikan harapan agar YKMNU terus berkembang dan memperluas manfaat bagi masyarakat.
“Selamat ulang tahun yang ke-63 Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU. Mudah-mudahan ke depan semuanya terus diberikan kemudahan-kemudahan dalam menjalankan berbagai program, tugas, dan amanah ini. Dan mudah-mudahan seluruh program YKM NU memberikan manfaat dan keberkahan, kemaslahatan bagi masyarakat,” tuturnya.