Hukum Menginjak Najis Hukmiyyah pada Lantai Kering
NU Online ยท Rabu, 14 Oktober 2020 | 05:00 WIB
Kaki orang yang telah berwudhu menjadi mutanajjis atau terkena najis karena bersentuhan dengan najis hukmiyyah pada lantai kering.
Alhafiz Kurniawan
Penulis
Assalamu โalaikum wr. wb.
Redaksi NU Online yang terhormat, izin bertanya, bagaimana hukumnya jika seseorang yang hendak melaksanakan shalat, setelah berwudhu dan kondisi kakinya basah, kemudian melewati atau menginjak lantai yang kering tetapi di lantai tersebut ada najis yang bersifat hukmiyyah (secara ainiyyah sudah tidak ada). Apakah kaki orang tersebut menjadi terkena najis atau tidak? Terima kasih. Wassalamu 'alaikum wr.wb. (hamba Allah)
Jawaban
Wassalamu โalaikum wr. wb.
Penanya dan pembaca yang budiman. Semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada kita semua. Yang perlu kami terangkan lebih awal adalah bahwa kaki orang yang telah berwudhu tersebut menjadi mutanajjis atau terkena najis karena bersentuhan dengan najis hukmiyyah.
Ia harus membasuh kakinya yang terkena najis tersebut tanpa harus mengulang wudhunya.
Adapun berikut ini kami kutip pandangan ulama perihal jenis najis, yaitu ainiyyah dan hukmiyyah. Najis ainiyyah adalah najis yang tampak oleh mata atau terdeteksi sifatnya seperti rasa, warna, dan baunya.
Adapun berikut ini adalah keterangan terkait najis hukmiyyah yang kami kutip dari Kitab Iโanatut Thalibin karya Sayyid Bakri bin Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi:
ูุญูู
ูุฉ: ููู ุงูุชู ูุง ูุฏุฑููุง ููุง ุนูู ููุง ูุตูุ ุณูุงุก ูุงู ุนุฏู
ุงูุงุฏุฑุงู ูุฎูุงุก ุฃุซุฑูุง ุจุงูุฌูุงู ูุจูู ุฌูุ ุฃู
ูุง ูููู ุงูู
ุญู ุตูููุง ูุง ุชุซุจุช ุนููู ุงููุฌุงุณุฉ ูุงูู
ุฑุขุฉ ูุงูุณูู
Artinya, โNajis hukmiyyah adalah najis yang tidak terlihat oleh mata. Demikian pula sifatnya yang tidak terlihat. Najis hukmiyyah itu sama saja baik tidak terlihatย karena sisanya yang samar lantaran kering seperti air kencing yang mengering, maupun karena tempatnya yang mengilat di mana najis tidak tetap padanya seperti cermin dan pedang,โ (Lihat Sayyid Bakri bin Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi, Iโanatut Thalibin, [Beirut, Darul Fikr: 2005 M/1425-1426 H], juz I, halaman 113).
Adapun najis hukmiyyah sebagaimana kasus pada pertanyaan di awal harus dibedakan dari najis yang dimaafkan. Najis hukmiyyah di sini harus dibasuh dengan air sebagaimana keterangan Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz Al-Malibari dalam Kitab Fathul Muโin berikut ini:
ูู
ุชูุฌุณ ุจุญูู
ูุฉ ูุจูู ุฌู ูู
ูุฏุฑู ูู ุตูุฉ ุจุฌุฑู ุงูู
ุงุก ุนููู ู
ุฑุฉ
Artinya, โBenda yang terkontaminasi oleh najis hukmiyyah seperti air kencing yang mengering, yang tidak terlihat sifatnya, menjadi suci dengan menyiram air sekali di atasnya,โ (Lihat Syekh Zainuddin Al-Malibari, Fathul Muโin pada hamisy Iโanatut Thalibin, 2005 M/1425-1426 H: I/114).
Dari keterangan di atas, kami menyarankan agar lantai yang terkena najis hukmiyyah tersebut dipel untuk menghilangkan najis tersebut. Sedangkan kaki orang yang sudah berwudhu dan terkena najis hukmiyyah tersebut cukup dibasuh sekali dengan air sebelum shalat.
Kami menyarankan mereka yang telah berwudhu untuk menggunakan sandal dalam untuk melewati lantai tersebut.
Demikian jawaban singkat kami, semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.
Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,
Wassalamu โalaikum wr. wb.
ย
(Alhafiz Kurniawan)
Terpopuler
1
RAPBN 2027 untuk Program MBG Capai Rp240 Triliun, Setara 29 Persen dari Anggaran Pendidikan
2
Gus Ipul Targetkan DPT Muktamar Ke-35 NU Rampung 17 Agustus 2026, Sebut Progres SK 95 Persen
3
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
4
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
5
Enam Ruko di Lokasi Pembukaan Muktamar Ke-35 NU Dibongkar, Pedagang Dapat Kompensasi
6
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
Terkini
Lihat Semua