Kisah Muhadits Tobat karena Anggap Dha'if Sebuah Hadits
NU Online · Rabu, 7 Juni 2017 | 16:02 WIB
Suatu ketika ada seorang ulama ahli hadits (muhaddits) meragukan keshahihan sebuah hadits Nabi Muhammad Saw yang berbunyi:
Artinya: "Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah Saw bersabda: Barangsiapa yang berbekam di hari Sabtu dan Rabu kemudian terkena penyakit barash (lepra) maka janganlah mencela dan menyalahkan kecuali dirinya sendiri." (HR. Imam Al-Hakim, Al-Baihaqi, Ahmad bin Hanbal)
Hadits ini dinilai Imam Hakim sebagai hadits shahih, namun Imam Al-Dzahabi membantahnya dalam kitab Al-Talkhish dengan menyatakan bahwa hadits tersebut dha'if (lemah) karena dalam periwayatannya terdapat seorang rawi bernama Sulaiman bin Arqam yang ditinggalkan haditsnya atau disebut matruk karena ke-dha'ifan-nya.
Suatu hari ada seorang muhaddits yang tidak percaya keshahihan hadits tersebut dan menganggapnya sebagai hadits dha'if, ia pun dengan sengaja berbekam di hari Sabtu. Tidak lama kemudian, pada hari Sabtu itu juga dia terkena penyakit lepra akut sehingga membuatnya susah dan bingung.
Suatu malam muhadits ini mimpi bertemu dengan Rasulullah. Dalam mimpinya tersebut ia mengadu kepada Baginda Rasul tentang penyakitnya, kemudian Rasulullah pun berkata kepadanya:
"Mengapa engkau berbekam di hari Sabtu?"
"Karena perawi hadits itu dha'if wahai Rasul," jawab muhadits itu
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun langsung menjawab;
"Hadits itu shahih karena hadits itu diambil dari saya sendiri"
"Saya bertobat, wahai Rasulallah. Tolong doakan saya," ikrar muhadits tersebut penuh penyesalan.
Rasulullah pun kemudian mendoakan untuk kesembuhannya dan pada hari itu juga sang muhaddits langsung sembuh dari penyakit lepra. (Aiz Luthfi)
Kisah ini disampaikan oleh KH Tb Ahmad Rifqi Chowas dalam pengajian pasaran kitab Jawahir Al-Qur'an di Pesantren Daarussalam, Buntet Pesantren Cirebon pada Senin (5/6) yang lalu.
Terpopuler
1
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar Resmi Buka Bahtsul Masail Pra-Muktamar Ke-35 NU
2
Sambut Muktamar ke-35 NU, MA IPNU Gelar Diskusi Panel Undang Bakal Calon Ketum PBNU
3
Antisipasi Sengketa, PBNU Tuntaskan SK Muktamar
4
Inovasi Penguatan Budaya Keselamatan Pasien, RSI NU Demak Juara II Nasional Pertemuan Ilmiah 2026
5
Karhutla Terus Berulang, 6 Provinsi Terdampak dan Puluhan Hektare Lahan Hangus
6
Kepemimpinan NU Dituntut Mampu Satukan dan Kuatkan Peran Masyarakat Sipil
Terkini
Lihat Semua