Home Tafsir Mimpi Haji, Umrah & Qurban Doa Tasawuf/Akhlak Jenazah Khutbah Ekonomi Syariah Ilmu Hadits Shalawat/Wirid Lainnya Doa Bahtsul Masail Ilmu Tauhid Nikah/Keluarga Zakat Hikmah Tafsir Sirah Nabawiyah Ubudiyah

Sejarah Nuzulul Quran, Wahyu Terakhir Turun

Sejarah Nuzulul Quran, Wahyu Terakhir Turun
Sembilan hari sebelum wafatnya tahun 11 H, Surat Al-Baqarah ayat 281 turun.
Sembilan hari sebelum wafatnya tahun 11 H, Surat Al-Baqarah ayat 281 turun.

Ada berbagai pandangan perihal ayat Al-Qur’an yang terakhir turun kepada Nabi Muhammad SAW. Al-Qaththan menyebut 9 pandangan perihal ayat Al-Qur’an yang terakhir turun. (Manna’ Al-Qaththan, Mabahits fi Ulumil Qur’an, [tanpa kota, Darul Ilmi wal Iman: tanpa tahun], halaman 64-66).


1. Surat Al-Baqarah ayat 278 (Ya ayyuhalladzina amanut taqullah wa dzaru ma baqiya minar riba) perihal riba sebagaimana pandangan sahabat Ibnu Abbas RA yang diriwayatkan Imam Bukhari.


2. Surat Al-Baqarah ayat 281 (Wat taqu yauman turja’un fihi ilallah tsumma tuwaffa kullu nafsin ma kasabat wa hum la yuzhlamun) sebagaimana pandangan sahabat Ibnu Abbas RA dan Said bin Jubair yang diriwayatkan An-Nasai.


3. Surat Al-Baqarah ayat 282 (Ya ayyuhal ladzina amanu idza tadayantum bi daynin ila ajalim musamma, faktubuh) perihal utang sebagaimana pandangan Sa’id bin Musayyab.


4. Surat An-Nisa ayat 176 (Yastaftunaka, qulillahu yuftikum fil kalalah) perihal kalalah sebagaimana pandangan Al-Barra bin Azib riwayat Bukhari dan Muslim.


5. Surat At-Taubah ayat 128 (Laqad ja’akum rasulun min anfusikum…) sebagaimana pandangan Ubay bin Ka’ab RA riwayat Al-Hakim dan Ahmad.


6. Surat Al-Maidah perihal halal dan haram tanpa dinasakh sebagaimana padangan Sayyidah Aisyah RA riwayat At-Turmudzi dan A-Hakim.


7. Surat Ali Imran ayat 195 (Fastajaba lahum rabbuhum anni la udhi’u amala amilin minkum min dzakarin au untsa, ba’dhukum min ba’dhin), Surat An-Nisa ayat 32 (Wa la tatamannau ma fadhdhalallahu bihi ba’dhakum ala ba’dhin), dan  Surat Al-Ahzab ayat 35 (innal muslimina wal muslimat) perihal laki-laki dan perempuan sebagaimana riwayat Ibnu Murduwiyah dari Sayyidah Ummu Salamah RA.


8. Surat An-Nisa ayat 93 (Wa man yaqtul mu’minan muta’ammidan fa jaza’uhu jahannamu  khalidan fiha wa ghadhiballahu alaihi wa la’anahu wa a’adda lahu adzaban azhiman) perihal pembunuhan secara sengaja sebagaimana riwayat Imam Bukhari dari sahabat Ibnu Abbas RA.


9. Surat An-Nashr (Idza ja’a nashrullahi wal fathu) sebagaimana riwayat Imam Muslim dari sahabat Ibnu Abbas RA.


Semua yang disebutkan di sini tidak didasarkan langsung kepada Rasulullah SAW. Semuanya merupakan hasil ijtihad para sahabat bahwa ayat-ayat itu merupakan wahyu terakhir yang turun kepada Rasulullah. (Al-Qaththan, tanpa tahun: 67) dan (M Abdul Azhim Az-Zarqani, Manahilul Irfan fi Ulumil Qur’an, [Kairo, Darul Hadits: 2017 M/1438 H], halaman 81).


Adapun Az-Zarqani menyebutkan 10 pandangan ulama yang menyebutkan ayat terakhir yang turun. Selain sembilan ayat yang disebutkan Al-Qaththan di atas, ada satu pandangan ulama yang mengatakan bahwa Surat Al-Kahfi ayat 110 (Fa man kana yarju liqa'a rabbihi fal ya'mal amalan shalihan, wa la yusyrik bi ibadatihi ahadan) merupakan ayat terakhir yang turun sebagaimana riwayat Ibnu Jarir dari sahabat Muawiyah bin Abi Sufyan. (Az-Zarqani, 2017 M: 84).


Sebagian orang menyebut Surat Al-Maidah ayat 3 sebagai wahyu yang terakhir turun kepada Nabi Muhammad SAW. “Al-yauma akmaltu lakum dinakum wa atmamtu alaikum ni‘mati wa radhitu lakumul islam dinan” bagi sebagian orang merupakan ayat terakhir yang turun waktu pada saat wuquf setelah Ashar hari Jumat pada haji wada, bulan Dzulhijjah 10 H. (Syekh M Ali As-Shabuni, At-Tibyan fi Ulumil Qur’an, [tanpa kota, Darul Mawahib Al-Islamiyyah: 2016], halaman 14-15).


Syekh M Ali As-Shabuni menyebut bahwa riwayat paling sahih dari semua pandangan itu adalah Surat Al-Baqarah ayat 281 (Wat taqu yauman turja’un afihi ilallah, tsumma tuwaffa kullu nafsin ma kasabat wa hum la yuzhlamun) sebagaimana pandangan Ibnu Abbas RA riwayat An-Nasai yang dikutip oleh As-Suyuthi dalam Al-Itqan fi Ulumil Qur’an.


Surat Al-Baqarah ayat 281 turun pada tahun 11 H. Surat Al-Baqarah ayat 281 turun 9 hari sebelum Rasulullah SAW wafat (pada malam Senin, Rabiul Awwal 11 H/632 M). Surat Al-Baqarah ayat 281 turun pada hari-hari menjelang wafat Rasulullah SAW. (As-Shabuni, 2016: 17).


Adapun setelah Surat Al-Maidah ayat 3 pada Zulhijjah tahun 10 H, Rasulullah masih hidup sekira 81 hari. Sembilan hari sebelum wafatnya tahun 11 H, Surat Al-Baqarah ayat 281 turun. Dengan demikian, pendapat yang shahih mengatakan, ayat terakhir yang turun adalah Surat Al-Baqarah ayat 281.


Dengan Surat Al-Baqarah ayat 281 itu pula, wahyu terputus. Itu pula yang menandai “selesainya” hubungan langit dan bumi. Rasulullah SAW wafat setelah menunaikan amanah, menyampaikan risalah, dan membimbing manusia ke jalan Allah. (As-Shabuni, 2016: 17).


Pandangan serupa disampaikan oleh Az-Zarqani. Dari 10 pendapat ulama, satu pendapat yang paling melapangkan hati adalah pendapat mutlak yang menyebutkan Surat Al-Baqarah ayat 281 sebagai ayat terakhir turun. Sedangkan sembilan pendapat lainnya bersifat tidak mutlak. (Az-Zarqani, 2017 M: 84-85). Wallahu a’lam. (Alhafiz Kurniawan)


Terkait

Ilmu Al-Qur'an Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya