Keutamaan Membaca Surat Al-Fath, Salah Satunya Pengalaman Spiritual Seorang Wali
NU Online · Senin, 18 Maret 2024 | 13:15 WIB
Asep Rudiansyah
Kolumnis
Al-Quran merupakan anugerah Allah yang besar bagi umat Islam. Al-Quran mengandung keistimewaan dan keajaiban yang tidak dimiliki oleh kitab-kitab Allah yang lain. Semua keistimewaan dan keajaiban Al-Quran tidak dibatasi oleh ruang dan waktu.
Di setiap masa selalu muncul keistimewaan dan keajaiban baru, dan juga informasi-informasi baru pada surat dan ayat-ayat Al-Qur’an. Sangat pantas Al-Quran bila dinilai sebagai sumber inspirasi yang tidak ada habis.
Surat Al-Fath salah satu di antara surat Al-Quran yang banyak memiliki keutamaan. Dalam kitab Shafwatut Tafasir Syekh Muhammad Ali As-Shabuni mengutip hadits Nabi Muhammad saw riwayat Imam Ahmad:
لقد أنزلت علي الليلة سورة أحب إلي من الدنيا وما فيها
Artinya, “Sungguh telah diturunkan kepadaku pada suatu malam sebuah surat yang lebih aku sukai daripada dunia segenap isinya.” (HR Ahmad).
Juga riwayat Al-Mas’udi yang dikutip Imam Al-Qurthubi dalam kitab Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an:
بلغني أنه من قرأ سورة الفتح في أول ليلة من رمضان في صلاة التطوع حفظه الله ذلك العام
Artinya, “Telah sampai kepadaku riwayat yang menyatakan bahwa orang yang membaca surat Al-Fath di malam pertama bulan Ramadhan di dalam shalat sunah, maka Allah akan menjaganya pada tahun itu.” (Al-Qurthubi, Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an, [Beirut, Darul Kutub Al-’Ilmiyah: 2013], juz XVI, halaman 172).
Uniknya, keutamaan surat Al-Fath bukan hanya berdasarkan nash, tapi juga berdasarkan tajribah atau pengalaman spiritual sebagian Waliyullah seperti disebutkan dalam kitab Khazinatul Asrar:
وقال بعض العارفين: من قرأ سورة الفتح عند رؤية هلال رمضان في أول ليلة وسع الله رزقه في ذلك العام إلى آخره
Artinya, “Telah berkata sebagian Arifin: “Barang siapa membaca surat Al-Fath ketika melihat hilal Ramadhan di awal malam, maka Allah akan meluaskan rezekinya pada tahun tersebut hingga sampai akhir.” (Muhammad Haqqi An-Nazili, Khazinatul Asrar, [Beirut: Darul Kutub Al-‘Ilniyah: 2018], halaman 190).
Masih dalam sumber yang sama dijelaskan, para ulama dulu membaca surat Al-Fath sebanyak 21 kali secara terus-menerus selama tiga, lima, atau tujuh hari untuk menggapai cita-cita dan menolak marabahaya. (ِAn-Nazili, 191).
Demikian keutamaan membaca surat Al-Fath yang sangat luar biasa, semoga Allah memberikan kita pertolongan untuk selalu membaca kalam-Nya Amin. Wallahu a’lam.
Ustadz Asep Rudiansyah, Alumni PKU-MUI Cianjur Angkatan II
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
2
Khutbah Jumat: Tahun Baru Hijriah, Momentum Upgrade Diri Menuju Muslim yang Lebih Baik
3
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
4
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua