Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Tiga Wasiat ingkang Mulia Sakbibare Ramadhan
Naskah Khutbah Jumat ini menjelaskan penting bagi kita untuk senantiasa berupaya untuk memperoleh predikat sebagai orang yang bertakwa.
Temukan semua artikel keislaman terbaru
Naskah Khutbah Jumat ini menjelaskan penting bagi kita untuk senantiasa berupaya untuk memperoleh predikat sebagai orang yang bertakwa.
Khutbah Jumat Bahasa Mandailing ini mengajak kepada para jamaah untuk mengisi bulan Syawal dengan amalan sunnah sesuai tuntunan Rasulullah saw
Naskah Khutbah Jumat Bahasa Jawa ini mengenalkan hakikat hari raya dan puncaknya. Selain Idul Fitri dan Idul Adha, ada juga (5) hari raya lainnya.
Sejauh tidak menyakiti penerima santunan, pemberian santunan dapat dilakukan secara terbuka atau terang-terangan.
Khutbah Jumat kali ini mengajak jamaah untuk memperoleh dua predikat mulia di bulan Syawal sebagai kelanjutan ibadah yang ditekuni selama Ramadhan.
Khutbah Jumat ini mengajak umat Islam untuk terus berjuang dalam menjaga aqidahnya setelah berjuang dalam membentengi diri dari hawa nafsu.
Manakah yang harus lebih didahulukan? Qadha puasa Ramadhan, atau langsung puasa Syawal?
Ada enam (6) hukum dan adab haji yang dapat diambil dari surat al-Baqarah ayat 196.
Bagaimana jika ada suami mengajak hubungan intim kepada istri yang masih dalam masa iddahnya? Apakah hal itu dibenarkan secara syariat atau tidak?
Mana yang lebih utama antara amal saleh terbuka yang disaksikan orang lain, atau amal saleh tertutup yang tidak dilihat orang lain?
Kebaikan harus bersifat kontinu atau keberlanjutan sebagaimana kemuliaan yang ditunjukkan pada malam lailatul qadar.
Maaf-memaafkan tidak terlepas dari dampaknya terhadap kehidupan yang luas di tengah masyarakat sehingga perlu dijaga dalam kehidupan sehari-hari.