404 Wisudan Lulusan Unusia Diharapkan Siap Hadapi Dunia Kerja
NU Online · Ahad, 27 September 2026 | 14:00 WIB
Suci Amaliyah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta Juri Ardiantoro mengingatkan para lulusan agar tidak hanya mengandalkan capaian akademik, tetapi juga siap menghadapi dunia kerja dan kehidupan nyata di masyarakat.
Hal itu disampaikan Juri saat memberikan sambutan pada Wisuda XII Unusia Jakarta yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Ahad (27/9/2026). Sebanyak 404 mahasiswa mengikuti prosesi wisuda tersebut.
Juri mengatakan, para wisudawan menjadi bagian dari angkatan kerja baru yang setiap tahun bertambah sekitar 1,8 juta hingga 2 juta orang. Di sisi lain, masih terdapat jutaan penduduk usia produktif yang belum memperoleh pekerjaan. Karena itu, ia berharap lulusan Unusia dapat segera memasuki dunia kerja dan berkontribusi di tengah masyarakat.
"Mudah-mudahan lulusan Unusia ini tidak masuk dalam 7,2 juta tadi, tapi langsung masuk ke 155 juta langsung kerja," kata Juri.
Menurut Juri, pendidikan di Unusia tidak semata-mata diarahkan untuk mengejar pencapaian akademik. Proses pendidikan juga harus membekali mahasiswa dengan kemampuan menghadapi berbagai persoalan setelah menyelesaikan studi.
"Baik aktivitas pekerjaan maupun kegiatan lain. Insyaallah lulusan Unusia siap menghadapi tantangan nyata di masyarakat," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Juri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika Unusia yang terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan serta reputasi perguruan tinggi di tengah persaingan perguruan tinggi swasta yang semakin ketat.
Ia juga berpesan agar para pengelola dan lulusan Unusia tidak melupakan jasa para pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yang menjadi bagian dari sejarah dan landasan berdirinya perguruan tinggi tersebut.
Juri menyebut sejumlah tokoh yang memiliki peran dalam perjalanan pendidikan NU, termasuk para pelaku sejarah sejak masa STAINU, seperti KH Mujib Qulyubi dan dr. Syahrizal.
"Jangan lupa jasa pendiri NU yang memiliki nilai luhur menjadi landasan kampus ini," tuturnya.
Juri menegaskan, Unusia perlu terus mempertahankan kekhasan pendidikan yang memadukan tradisi keilmuan pesantren dengan pendidikan modern. Menurutnya, perpaduan tersebut menjadi identitas yang membedakan Unusia dengan perguruan tinggi lainnya.
"Kita adalah representasi perpaduan antara kedalaman spiritual dan kecakapan intelektual, antara tradisi dan modernitas, antara iman dan ilmu," tandasnya.
Sebelumnya, Rektor Unusia Jakarta, Fariz Alnizar mengatakan, dari 404 wisudawan tersebut, sebanyak 221 orang atau 54,7 persen merupakan perempuan. Sementara 183 wisudawan atau 45,3 persen lainnya adalah laki-laki.
Menurut Fariz, komposisi tersebut menunjukkan Unusia secara konsisten menjadi perguruan tinggi yang terbuka bagi perempuan Indonesia.
"Artinya secara konsisten Unusia menjadi pendidikan yang inklusif dan terbuka bagi perempuan Indonesia," kata Fariz.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Syukur Batin dan Syukur Lahir: Mengakui Nikmat dan Menggunakannya untuk Taat
2
Khutbah Jumat: Isi Hati dengan Maaf, Bukan dengan Dendam
3
Khutbah Jumat: 2 Sikap Hidup yang Menjadi Ladang Kebaikan
4
Ketua Umum PBNU Terima PP IPNU-IPPNU, Kongres November Diminta Respons Tantangan Era AI
5
Hasil Muktamar Ke-35 NU Segera Disosialisasikan ke PWNU dan PCNU
6
Khutbah Jumat: 3 Cara Menggunakan Harta yang Baik Menurut Imam Al-Ghazali
Terkini
Lihat Semua