Festival Hadrah Ishari Meriahkan Munas dan Konbes NU 2026 di Pesantren Al-Falah Ploso
NU Online · Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:30 WIB
Parade hadrah menyambut Munas-Konbes NU 2026 dan Haul Akbar Masyayikh Pesantren Al-Falah Ploso, Jumat (19/6/2026) malam. (Foto: NU Online/Agung)
Suci Amaliyah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Menjelang Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU pada 20-21 Juni 2026 berbagai kegiatan mulai digelar. Salah satunya Parade Hadrah Ikatan Seni Hadrah Indonesia (Ishari) se Jawa Timur di Pesantren Al Falah Ploso. Kegiatan ini dirangkai dengan Haul Masyayikh Ploso.
Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), mengatakan bahwa inti dari seluruh khidmat, terutama bagi warga NU generasi saat ini, adalah bertabaruk (mengharap keberkahan) kepada para masyayikh.
“Inti dari segala khidmat kita, terutama NU dari generasi kita ini di zaman ini, adalah tabarukkan. Syaikhona KH Makmum Zubair mengatakan kepada saya bahwa awake dewe iki ora maqam gawe amal dewek (Kita ini tidak berada pada tingkat (maqam) untuk membuat atau menciptakan amal sendiri),” ujarnya dalam sambutan.
Menurut Gus Yahya, generasi saat ini tidak berada pada maqam untuk menciptakan amal sendiri, melainkan memperoleh bagian dengan tabarukk kepada amal-amal para masyayikh dan para sesepuh.
“Jatahe awake dewek namung tabaruk marang amal-amale para masyayikh binisepuh. (Bagian kita hanyalah mengambil keberkahan dari amal-amal para masyayikh dan para sesepuh). Kita tidak punya maqam untuk menciptakan amal sendiri, jatah kita hanya bertabaruk,” katanya.
Ia menegaskan bahwa himmah atau orientasi utama majelis Ishari bukan semata-mata pada hadrah sebagai kesenian namun sarana untuk bertabaruk, baik kepada para masyayikh maupun kepada shalawat yang dilantunkan dalam pelaksanaan hadrah.
“Terutama pada kegiatan organisasi khidmah kita adalah tabaruk. Pertama, kepada munasabah majelis kita ini yang berada dalam rangkaian Haul Masyayikh Ploso, dan bertabaruk kepada shalawat pada saat pelaksanaan hadrah malam hari ini,” ujarnya.
Gus Yahya berharap seluruh khidmah yang dipersembahkan dalam kegiatan ini sebagai tabarukkan kepada para masyayikh dan seluruh unsur yang menjadi bagian dari Ishari dan haul Masyayikh Ploso.
“Semoga yang kita persembahkan sebagai khidmat ini sungguh-sungguh memenuhi apa yang menjadi makna dari tabaruk kita kepada semua yang saya sebutkan tadi, sehingga kita semua berhak mendapatkan bagian barokah besar yang insyaallah terlimpah dalam majelis ini,” tuturnya.
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
2
Khutbah Jumat: Tahun Baru Hijriah, Momentum Upgrade Diri Menuju Muslim yang Lebih Baik
3
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
4
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua