Nasional

Karhutla di Indonesia Timur, 55 Hektare Lahan Terbakar

NU Online  ·  Jumat, 9 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Karhutla di Indonesia Timur, 55 Hektare Lahan Terbakar

Karhutla di Desa Labuan, Kecamatan Ratolindo, Kabupaten Tojo Una-Una, Selawesi Tengah yang berhasil dipadamkan tim gabungan pada Rabu (7/10/2026). (BPBD Tojo Una-Una)

Jakarta, NU Online

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda enam kabupaten di beberapa provinsi wilayah Indonesia timur, meliputi Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Papua Selatan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, total luas lahan yang terbakar pada Selasa (6/10/2026) hingga Rabu (7/10/2026) mencapai sekitar 55,5 hektare.

 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Suar Pelita Panjaitan melaporkan, kebakaran lahan terjadi di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, pada Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 20.30 WITA. Kebakaran yang melanda Dusun Ratte, Desa Palipi, Kecamatan Sendana, tersebut menghanguskan sekitar delapan hektare lahan.

 

“Penyebab kebakaran masih belum diketahui, sedangkan api telah padam seluruhnya,” ujarnya di Jakarta, Kamis (9/10/2026).

 

Berton menyampaikan, kebakaran juga terjadi di Desa Beroangin, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, pada hari yang sama sekitar pukul 13.00 WITA. Luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 10 hektare.

 

“Kebakaran diduga terjadi akibat pembakaran lahan yang ditinggalkan dalam keadaan masih menyala sehingga api menyebar ke area sekitar. Api di lokasi kejadian telah padam,” katanya.

 

Di Sulawesi Tengah, kebakaran lahan melanda Desa Labuan, Kecamatan Ratolindo, Kabupaten Tojo Una-Una, pada Selasa (6/10/2026) pukul 20.00 WITA.

 

“Kerugian material berupa lahan terdampak sekitar 10 hektare dan api berhasil padam pada Rabu (7/10/2026),” imbuhnya.

 

Sementara itu, karhutla terjadi di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, pada Selasa (6/10/2026) pukul 11.00 WITA. Api melanda wilayah perbatasan Kelurahan Malendeng dan Desa Sawangan, Kecamatan Tombulu, hingga berdampak ke Kecamatan Tondano Selatan.

 

“Kerugian material berupa lahan terbakar sekitar 3,5 hektare. BPBD Kabupaten Minahasa melakukan penanganan dan situasi terkini api telah padam,” tuturnya.

 

Berton juga melaporkan kebakaran di kawasan Kebun Mata Wulan, Kelurahan Melonguane Timur, Kecamatan Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada Rabu (7/10/2026) pukul 13.00 WITA.

 

“Sumber api diduga berasal dari pembukaan lahan dengan cara dibakar, sedangkan kerugian material berupa lahan terbakar sekitar empat hektare. Situasi terkini, api telah padam,” ujarnya.

 

Kebakaran juga terjadi di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan. Pada Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 17.00 WIT, BPBD setempat menerima laporan karhutla di Kampung Naga dan sekitarnya, Distrik Jair. Kebakaran diperkirakan menghanguskan sekitar 20 hektare lahan, sedangkan penyebabnya belum diketahui.

 

“BPBD Kabupaten Boven Digoel menghadapi sejumlah kendala, antara lain keterbatasan sarana dan prasarana, armada pemadam, personel, dukungan operasional, serta logistik dan kebutuhan dasar personel. Jarak lokasi yang jauh dari pusat kota, asap tebal, akses terbatas, dan minimnya sumber air juga menjadi kendala,” ungkapnya.

 

Berton mengatakan, hingga Kamis (8/10/2026) pagi, pemantauan masih menemukan titik api dan asap di lokasi. Penanganan terus dilakukan untuk mengendalikan kebakaran dan mencegah perluasan dampak.

 

Ia mengimbau masyarakat segera melaporkan kemunculan titik api atau asap kepada perangkat desa, BPBD, pemadam kebakaran, atau aparat setempat. Masyarakat juga diminta tidak mencoba memadamkan api berukuran besar seorang diri.