NU Online
Keislaman
Advertisement Banner
600×80

Pustaka

Kumpulan artikel kategori Pustaka

Menampilkan 12 artikel (Halaman 82 dari 95)
NU Progresif Menembus Batas Tradisi
Pustaka

NU Progresif Menembus Batas Tradisi

Judul Buku: Post Tradisionalisme Islam; Wacana Intelektualisme dalam Komunitas NU Penulis: Rumadi Pengantar: KH Abdurrahman Wahid Penerbit: Fahmina Institute Cetakan: Pertama, 2008 Tebal: xx + 382 halaman Peresensi: Mashudi Umar Nahdlatul Ulama (NU) selalu menjadi inspirasi bagi gerakan dan pemikiran ke-Islam-an yang berwawasan kebangsaan, respons terhadap perubahan dan akomodatif terhadap kebudayaan lokal Nusantara. NU selalu memosisikan diri sebagai ‘jangkar’ Nusantara, terutama yang digalang kader-kader mudanya.

Mengenal Ahli Hisab-Rukyat
Pustaka

Mengenal Ahli Hisab-Rukyat

Judul Buku: Ensiklopedi Hisab Rukyat Penulis: Dr Susiknan Azhari MA Penerbit: Pustaka Pelajar, Yogyakarta Edisi Revisi: Mei, 2008 Tebal: xvi + 452 halaman Peresensi: Sungatno Dalam Islam, ilmu falak (astronomi) memiliki peran penting. Selain berperan dalam ranah pembagian waktu secara Islami, ilmu ini juga mampu menentukan arah seseorang dalam menghadap sesuatu secara tepat, mengukur panjang, tinggi, kedalaman dan masih banyak lagi. Di negeri yang terdapat pemeluk Islam-nya paling banyak di dunia ini, misal, minimal dalam setiap menjelang awal dan akhir Ramadhan, terasa jelas apa arti dan peran ilmu itu. Meski ada suatu dalil yang menganjurkan umat Islam untuk menggunakan metode rukyat (pengamatan terhadap bulan) pada situasi dan kondisi tertentu, tapi ada juga dalil yang menganjurkan metode hisab (perhitungan astronomis) dalam situasi dan kondisi tertentu pula.

NU dan Pesantren dalam Gelombang Perubahan
Pustaka

NU dan Pesantren dalam Gelombang Perubahan

Judul Buku: Islam tradisional, Realitas Sosial & Realitas Politik Penulis: Dr Ali Maschan Moesa Penerbit: Jenggala Pustaka Utama Cetakan: I, September 2008 Tebal: vii, 199 hlm. Peresensi: Ahmad Shiddiq Rokib Khittah NU 1926 yang diputuskan pada Muktamar di Situbondo, Jawa Timur, adalah upaya ulama untuk memosisikan NU pada jalan yang benar dalam relasi negara dan agama. Meski pada pra-wacana, bersinggungan dengan situasi politik di tubuh NU yang kurang menguntungkan dan selalu dinomerduakan dalam pengambilan keputusan strategis. Sehingga wajar kalau politik yang dimainkan selalu berubah-ubah wajah dari satu ideologi ke ideologi lain, puncaknya ditandai keputusan NU kembali Khittah pada Muktamar Situbundo.

Radikalisme Islam di Indonesia
Pustaka

Radikalisme Islam di Indonesia

Judul Buku: Geneologi Islam Radikal di Indonesia    Penulis: M. Zaki Mubarak Penerbit: LP3ES, Jakarta Cetakan: 2008 Tebal: xxxvii + 384 halaman Peresensi: Muhamad Ismaiel Mohammed Arkoun (1999) melihat fundamentalisme Islam sebagai dua tarikan berseberangan, yakni, masalah ideologisasi dan politis. Dan, Islam selalu akan berada di tengahnya. Manusia tidak selalu paham sungguh akan perkara itu. Bahwa fundamentalisme secara serampangan dipahami bagian substansi ajaran Islam. Sementara fenomena politik dan ideologi terabaikan. Memahami Islam merupakan aktivitas kesadaran yang meliputi konteks sejarah, sosial dan politik.

Menggagas Tasawuf Kultural di Indonesia
Pustaka

Menggagas Tasawuf Kultural di Indonesia

Judul: Tasawuf Kultural: Fenomena Shalawat Wahidyah Penulis: Sokhi Huda Penerbit: LKiS, Yogyakarta Cetakan: I, Juli 2008 Tebal: xxviii + 372 halaman Peresensi: Akhmad Kusairi Dampak modernitas terhadap sendi-sendi kehidupan memang hampir mendekati sempurna. Harus diakui hampir segala dimensi kehidupan sudah dimasuki modernitas, termasuk agama. Di tengah kondisi demikian, banyak orang beranggapan bahwa Tuhan tak lagi dibutuhkan mengingat segala macam keperluan manusia sudah disediakan di dalam kehidupan modern. Namun, benarkah demikian? Tumbuh suburnya majelis-majelis pengajian tasawuf mana merupakan bukti bahwa hal itu tidaklah benar. Dengan kata lain, masyarakat merasa terbelenggu kecenderungan materialisme. Mereka membutuhkan sesuatu yang dapat menenteramkan jiwanya serta memulihkan kepercayaan mereka yang nyaris punah karena dorongan kehidupan materialis-konsumtif. Salah satunya adalah tasawuf.

Diskursus Pemikiran Antargolongan
Pustaka

Diskursus Pemikiran Antargolongan

Judul Buku: Debat Khilafiyah, dari Tawasul hingga Piagam Jakarta Penulis: Mukhlas As-Syarkani Al-Falahi Penerbit: LTMI NU, Jakarta Cetakan: 1, Agustus 2008 Tebal: (VI + 211) halaman Peresensi: Mashudi Umar Dalam perjalanan sejarahnya, NU selalu memberikan kontribusi yang besar kepada negara dan agama. Tidak saja di medan perjuangan fisik dan politik NU berperan, namun juga tidak kalah penting di medan tegaknya Islam rahmatan lil ’alamin, yang menjadi isu penting pada International Conference of Islamic Scholars (ICIS) ke-3 awal Agustus lalu, dengan cara melestarikan, mengembangkan dan mengamalkan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah sampai ke dunia internasional, sehingga di bidang budaya dan amaliah pun NU tetap toleran.

Memaknai Humanisme Islam
Pustaka

Memaknai Humanisme Islam

Judul Buku: Humanisme Islam Penulis: Baedhowi, MAg Penerbit: Pustaka Pelajar, Yogyakarta Cetakan: 1, Mei 2008 Halaman: xxxvi+250 Peresensi: Heri Kurniawan Saat ini dunia memandang Islam sebagai agama yang anarkis, militan, eksklusif, fundamentalis, dan banyak lagi sebutan untuknya. Anggapan itu diperparah dengan merebaknya aksi-aksi teror, puncaknya saat peristiwa Word Treade Center di Amerika Serikat (AS) pada 11 september 2001. Perbuatan ini ditengarai para tokoh Islam; Usama bin Laden, dan kawan-kawan. Akibatnya, orang-orang non-Islam khususnya, menjadi takut ketika mendengar nama Islam disebut. Tapi, apakah benar Islam mengajarkan kekerasan?

Fatwa, Mengatasi Realitas Tak Terbatas
Pustaka

Fatwa, Mengatasi Realitas Tak Terbatas

Judul: Fatwa dalam Sistem Hukum Islam Penulis: KH Ma’ruf Amin Penerbit: eLSAS, Jakarta* Jumlah Halaman: xiii + 383 halaman Harga: Rp 59.000 Peresensi: Muhtamarukin** Al-Quran sebagai sumber utama ajaran Islam sengaja didesain untuk menjelaskan persoalan-persoalan secara global. Sebab, jika dijelaskan secara rinci, bisa jadi Al-Quran kehilangan relevansinya di tengah-tengah masyarakat yang senantiasa mengalami perubahan dari masa ke masa. Sementara, untuk merinci dan memberikan petunjuk pelaksanaan suatu ajaran (hukum), inilah tugas Rasulullah untuk menjelaskannya dengan ucapan, perbuatan, dan penetapannya, yang kemudian kita sebut sebagai Hadits atau Sunnah Nabi.

Melihat Potret Keberadaan Minoritas Muslim di Barat
Pustaka

Melihat Potret Keberadaan Minoritas Muslim di Barat

Judul Buku: Potret Politik Kaum Muslim di Prancis dan Kanada Penulis: Mochtar Pabotinggi, dkk Penerbit: P2P-LIPI dan Pustaka Pelajar, Yogyakarta Cetakan: I (Pertama), Agustus  2008 Tebal: 160 halaman Harga: Rp 35. 000 Peresensi: Humaidiy A.S. Belum lekang dari ingatan potret kisah peristiwa menyedihkan seputar kondisi Muslim minoritas di negara-negara Eropa beberapa waktu lalu. Terlebih pascatragedi akbar peristiwa 11 September dan ledakan-ledakan bom di Madrid (Spanyol) dan London (Inggris), muslim di Eropa menghadapi kondisi yang lebih sulit dan tertekan, serta berbagai tantangan baru.

Konsep Jiwa dalam Pandangan Al-Ghazali
Pustaka

Konsep Jiwa dalam Pandangan Al-Ghazali

Judul Buku: Psikologi Sufi Al-Ghazali Penulis: Dr Ahmad Ali Riyadi M.Ag Penerbit: Panji Pustaka, Yogyakarta Cetakan I: Mei 2008 Tebal: 126 Halaman Peresensi: Wusthol Bachrie Dalam sejarah pemikiran filsafat dan keagamaan Islam Al-Ghazali menempati kedudukan yang sangat unik, karena pertimbangan kedalaman pengetahuannya, orisinilitas, dan pengaruh pemikirannya. Sehingga ia dijuluki the proof of Islam (hujjat al-Islam), the ornament of faith (zain al-din), dan the renewer of religion (mujaddid). Juga dalam dirinya terkumpul hampir semua jenis pemikiran dari berbagai gerakan intelektual dan keagamaan. Maka, tidaklah mengherankan jika ia terkenal sebagai seorang pakar dalam berbagai disiplin ilmu seperti teologi, fikih, filsafat, dan tasawuf.

Gur Dur dan Konflik PKB
Pustaka

Gur Dur dan Konflik PKB

Judul Buku: Gus Dur Garis Miring PKB (Kumpulan Tulisan Khusus tentang Gus Dur dan PKB) Penulis: A. Mustofa Bisri Penerbit: Mata Air Publishing Cetakan: I, Mei 2008 Tebal: 137 halaman Peresensi: Ahmad Shiddiq Rokib     Boleh dibilang, antara KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan KH A.Mustofa Bisri (Gus) Mus), ibarat dua mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Apalagi kedua tokoh tersebut memang lengket sejak menempuh studi ke Mesir hingga kembali ke Tanah Air, meskipun keduanya beda jalan dalam mengabdikan dirinya untuk kemaslahatan umat dan bangsa. Gus Dur sibuk mengurus partai politik (Partai Kebangkitan Bangsa/PKB) sebagai instrumen. Sedangkan Gus Mus sendiri lebih banyak menyapa umat lewat tulisan, lukisan, dan pengajian. Namun, keduanya bisa saling mengisi dan melengkapi satu sama lain.

Membaca Politik Islam Indonesia Kontemporer
Pustaka

Membaca Politik Islam Indonesia Kontemporer

Judul: Pemikiran Politik Islam Indonesia; Pertautan Negara, Khilafah, Masyarakat Madani, dan Demokrasi Penulis: Syarifuddin Jurdi Penerbit: Pustaka Pelajar, Yogyakarta Cetakan: I Juli 2008 Tebal: xxi + 677 halaman (termasuk indeks) Peresensi: Karuni Ayu Sawitri Transisi demokrasi Indonesia pascareformasi mengubah wajah perpolitikan Indonesia. Kondisi negara yang tidak karuan menuntut berbagai pihak merasa perlu untuk mendesakkan demokrasi, kebebasan, transparansi, akutanbilitas publik, atas persoalan-persoalan bangsa, berkaitan dengan seluruh tananan masyarakat. Tak ayal pertentangan dan konflik sosial terus terjadi. Berbagai kepentingan, baik yang mendasari atas nama bangsa dan kelompok tertentu, juga ikut mewarnai.