Dalam riwayat Imam Bukhari kata "tetangga" berbunyi "saudara" (akh). Hadits ini menunjukkan betapa pentingnya memperhatikan hak tetangga atau saudara sesama. Hal itu dibuktikan dengan pilihan redaksi hadits yang digunakan Rasulullah "lâ yu’minu" (tidak beriman) lalu diikuti syarat untuk memenuhi kesempurnaan iman tersebut dengan berbuat kasih sayang kepada sesama semaksimal mungkin. Hadits ini juga menampilkan pesan secara tegas bahwa hal-hal yang bersifat teologis (keyakinan/iman) seseorang tak bisa dilepaskan begitu saja dengan perilaku keseharian.
Terpopuler
1
Besok Rebo Wekasan, Berikut Amalan dan Doa yang Dianjurkan
2
Alma Esbeye Siap Tampil Meriahkan Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas
3
KH Nasaruddin Umar Mengaku Dapat Dorongan Maju Ketua Umum PBNU, Soroti Tantangan Kepemimpinan NU
4
Gus Yahya Lepas Jenazah KH Hasanuddin Kriyani di RSPAD, Kenang sebagai Panutan Umat
5
Innalillah, Sesepuh Buntet Pesantren KH Hasanuddin Kriyani Wafat
6
Gus Yaqut: yang Menerima Orang Lain, tetapi Saya yang Didakwa
Terkini
Lihat Semua