Dalam riwayat Imam Bukhari kata "tetangga" berbunyi "saudara" (akh). Hadits ini menunjukkan betapa pentingnya memperhatikan hak tetangga atau saudara sesama. Hal itu dibuktikan dengan pilihan redaksi hadits yang digunakan Rasulullah "lâ yu’minu" (tidak beriman) lalu diikuti syarat untuk memenuhi kesempurnaan iman tersebut dengan berbuat kasih sayang kepada sesama semaksimal mungkin. Hadits ini juga menampilkan pesan secara tegas bahwa hal-hal yang bersifat teologis (keyakinan/iman) seseorang tak bisa dilepaskan begitu saja dengan perilaku keseharian.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Seni Berlapang Dada di Tengah Ujian Kehidupan dari Imam al-Qusyairi
2
Presiden Prabowo dan 1.500 Undangan Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan
3
Khutbah Jumat: Menata Hati di Tengah Zaman Penuh Fitnah
4
Esok Puasa Tasu'a, Raih 4 Keutamaannya
5
Rais Aam PBNU Kiai Miftach Ingatkan Kekuasaan Bisa Hancur karena Kezaliman
6
Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan
Terkini
Lihat Semua