Menangislah kala Agama Dikuasai Bukan Ahlinya!
NU Online · Ahad, 13 November 2016 | 00:00 WIB
Hadits ini juga dikutip oleh Hadratussyekh Muhammad Hasyim Asy'ari dalam Arba‘îna Hadîtsan bi Mabâdi’I Jam‘iyyat Nahdlatul Ulama. Menangis merupakan simbol keprihatinan dan kesedihan. Kita layak prihatin manakala orang-orang yang tak memiliki kualifikasi keilmuan agama yang pantas tapi berani memutuskan perkara, memberi fatwa, atau memvonis ini-itu dengan dasar agama. Kualifikasi di sini tentu saja bukan sebatas pengetahuan teknis agama, tapi juga kemampuan memegang tanggung jawab moral atas pengetahuan yang ia miliki itu. Orang yang tak memahami agama secara baik tapi memegang “kewenangan” dalam hal agama akan berdampak pada ajaran yang salah. Sementara orang yang paham agama namun tak memiliki rasa tanggung jawab moral yang cukup bisa berakibat lebih parah lagi: ajaran agama yang disalahgunakan. Wallahu a’lam.
Terpopuler
1
Ini Rangkaian Kegiatan HUT Ke-81 RI, dari Zikir Kebangsaan hingga Pesta Rakyat
2
Pemerintah Siapkan 8.100 Kuota bagi Masyarakat untuk Saksikan Langsung Upacara HUT Ke-81 RI di Istana
3
Menag Klaim Indeks Kerukunan Umat Beragama Tertinggi Sepanjang Sejarah Indonesia
4
Hukum Menjamak Shalat karena Menonton Film The Oddysey
5
Melalui PBNU, YANMU Salurkan 11 Ambulans dan 1.000 Al-Quran untuk PWNU dan PCNU
6
Prabowo Batal Hadiri Zikir Kebangsaan di Monas, Menag: Ada Tugas Kenegaraan
Terkini
Lihat Semua