Manusia memiliki potensi kebuasan yang sama dengan—atau bahkan lebih dari—binatang. Manusia tak hanya punya kemampuan merusak benda-benda, binatang, alam, atau sesama manusia, tapi juga bisa merusak hal yang paling diluhurkan: agama. Saat ia dikuasai rasa tamak terhadap harta (mâl) dan kemuliaan/kehormatankedudukan (syaraf), saat itulah agama dirusak. Sebab, agama tak lagi menjadi pondasi melainkan hal yang tak dianggap penting lagi, atau mungkin sekadar alat: mengatasnamakan agama untuk mengeruk kekayaan, mengatasnamakan agama untuk meraih jabatan atau gengsi golongan.
Terpopuler
1
Ini Rangkaian Kegiatan HUT Ke-81 RI, dari Zikir Kebangsaan hingga Pesta Rakyat
2
Pemerintah Siapkan 8.100 Kuota bagi Masyarakat untuk Saksikan Langsung Upacara HUT Ke-81 RI di Istana
3
Menag Klaim Indeks Kerukunan Umat Beragama Tertinggi Sepanjang Sejarah Indonesia
4
Hukum Menjamak Shalat karena Menonton Film The Oddysey
5
Melalui PBNU, YANMU Salurkan 11 Ambulans dan 1.000 Al-Quran untuk PWNU dan PCNU
6
Prabowo Batal Hadiri Zikir Kebangsaan di Monas, Menag: Ada Tugas Kenegaraan
Terkini
Lihat Semua