Iman Kepada Allah dan Malaikat
NU Online ยท Sabtu, 7 Juli 2007 | 00:07 WIB
Sifat Allah itu terbagi dalam beberapa bagian. Ada yang wajib bagi Allah, mustahil bagi Allah, dan jaiz bagi Allah. Secara singkat sebagai berikut:
Sifat yang wajib dan mustahil bagi Allah masing-masing 20 yang saling berlawanan:
1. Adaย (wujud) lawnnya tidak ada (โadam)
2. Dahulu (qidam) lawannya baru (huduts)
3. Kekal (baqaโ) lawannya berubah-ubah (fanaโ)
4. Tidak menyerupai sesuatu (mukhalafatu lil hawaditsi) lawannya menyerupai sesuatu (almumatsalatu lil hawaditsi)
5. Berdiri sendiri (qiyamuhu binafsihi) lawannya berhajat kepada yang lain (al-ihtiyaju lighairihi)
6. Esa (wahdaniyat) lawannya berbilang (&l<>t;em>wujudusy syarik)
7. Kuasa (qudrat) lawannya tdak kuasa (โajz)
8. Berkehendak (iradah) lawannya terpaksa (karahah)
9. Mengetahui (โilm) lawannya bodoh (jahl)
10. Hidup (hayat) lawannya mati (maut)
11. Mendengar (samaโ) lawannya tuliย (shamam)
12. Melihat (bashar) lawannya buta (โumyu)
13. Berbicara (kalam) lawannya bisu (bukm)
14. Yang Berkuasa (qadiran) lawnanya Yang tidak berkuasa (โajizan)
15. Yang Berkemauanย (muridan) lawannya Yang Terpaksa (mukrahan)
16. Yang berpengatahuan (โaliman) lawannya Yang Bodoh (jahilan)
17. Yang Hidup (hayyan) lawannya Yang Mati (mayyitan)
18. Yang Mendengar (samiโan) lawannya. Yang Tuli (ashamm)
19. Yang Melihat (basyiran) lawannya Yang Buta (aโma)
20. Yang Berbicara (mutakalliman) lawannya Yang Bisu (abkam)
Adapun Sifat Jaiz Bagi Allah SWT adalah bahwa Allah berbuat apa yang dikehendaki, seperti dalam Al-Qurโan disebutkan :
ููุฑูุจูููู ููุฎููููู ู ูุงููุดูุงุกู ููููุฎูุชูุงุฑู
โDan Tuhanmu menjadikan dan memilih barang siapa apa yang dikehendaki-Nya. (Al-Qashash: 68)
Allah menjadikan alam ini bukanlah suatu keharusan. Apabila menjadi suatu keharusan, berarti semuanya hawadits, itu tidak mungkin terjadi namanya. Apabila Allah menghendaki, maka terjadilah barang itu berwujud, dan apabila Allah tidak menghendaki, maka tidak pula terwujud.
Dari keterangan itu semuanya, ternyata Allah membuat atau tidak membuat segala sesuatu yang mungkin ini, hanyalah kemungkinan belaka. Sifat membuat alam ini atau tidak membuatnya adalah sifat jaiz bagi Allah. Artinya hal itu bias saja boleh terjadi atau tidak terjadi. Apabila dikehendaki, maka hal itu diadakanlah dan terjadi, dan apabila tidak dikehendaki, tidak diadakan dan tidak terjadi.
Iman kepada Malaikat Allah
Malaikat itu tidak sama dengan manusia di dalam sifat-sifat dan pekerjaannya: bukan laki-laki dan bukan perempuan; tidak makan dan tidak pula minum; dan dalam keadaan biasa tidak dapat dilihat dengan mata kepala, malaikat-malaikat itu sebangsa Ruh saja. Kita tidak diwajibkan mengetahui hakekat dzat malaikat itu. Cukuplah kita mempercayai saja akan keberadaannya, dengan sifat-sifat yang tersebut dalam Al-Qurโan.
Para Nabi dan Rasul, dapat mencapai malaikat pembawa wahyu yang terkadang menjelma sebagai manusia dengan kehendak Allah, dan terkadang pun tidak bertubuh seperti manusia. Keterangan-keterangan tentang Malaikat dan sifat-sifatnya itu di dalam Al-Qurโan banyak sekali. Di antaranya ialah :
ููุฒููู ุจููู ุงูููุฑููุญู ุงููุฃูู ููููู ุนูููู ููููุจููู ููุชููููููู ู ููู ุงููู ูููุฐูุฑููููู
โTurunlah Ar-Ruhul Amin (Jibril) dengan membawa Al-Wurโan di hatimu, supaya engkau menjadi salah seorang dari pada orang-orang yang memberikan peringatanโ. (asy-Syuโaraโ: 193-194)
ู ูุงููููููุธู ู ููู ูููููู ุงููุงููย ููุฏููููู ุฑูููููุจู ุนูุชูููุฏู
โTidak sesuatu perkataan yang dikatakan; melainkan mesti ada malaikat yang mengawasi dan menelitiโ. (Qaaf : 18)
ูููู ููุชููููููููู ู ู ููููู ุงููู ูููุชู ุงูููุฐูู ูููููู ุจูููู ู ุซูู ูู ุงูููู ุฑูุจูููู ู ุชูุฑูุฌูุนููููู
โKatakanlah kamu akan dinantikan oleh malaikat maut yang diwajibkan (mencabut) segala nyawa kamu; kemudian kepada Tuhanmu ingatlah kamu dikembalikanโ. (As-Sajadah: 11)
Bilangan Malaikat itu banyak sekali, dan hanya diketahui oleh Allah sendiri. Masing-masing nama dan pekerjaan sendiri-sendiri. Dan nama-nama itulah yang dihubungkan dengan pekerjaannya. Pekerjaannya yang disebutkan dalam Al-Qurโan dan dalam keterangan para Rasul ada banyak sekali di antaranya sebagai berikut :
1. Membawa wahyu dari hadirat Ilahi, kepada para Nabi dan Rasul. Dinamakan Ar-Ruhul-Amin atau Jibril atau Ar-Ruhul-Qudus.
2. Membawa rezeki kepada semua makhluq dinamakan Mikail.
3. Meniup sangkakala (trompet) di hari kemudian, dinamakan Israfil.
5. Mencabut nyawa dari tubuh makhluq dinamakan Izrail.
5 & 6. Mengawasi dan meneliti pekerjaan manusia, dinamakan Rakib dan Atid.
7 & 8. Menanyai tiap-tiap orang dalam kubur dinamakan Mungkar dan Nakir.
9. Menjaga neraka dinamakan Malik atau Zabaniyah
10. Menjaga surga dinamakan Ridwan
KH A Nuril Huda
Ketua PP Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU)
Terpopuler
1
Hukum Suami Memanggil Istri dengan Sebutan Mamah atau Ummi
2
Menkeu Suahasil: Keuangan Negara Harus Bisa Jalankan Program Prioritas Pemerintah
3
137 Mahasantri Ma'had Aly Lolos Seleksi Administrasi Beasiswa Berkah Muktamar Ke-35 NU
4
Presiden Prabowo Tiba di India untuk Hadiri KTT Ke-18 BRICS
5
Prabowo Bicara Ketahanan di BRICS, Rakyat Indonesia Masih Menghirup Asap Karhutla
6
BGN Sebut 240 Ribu Satuan Pendidikan Belum Terima MBG
Terkini
Lihat Semua