Islam membagi dua rasa cemburu, yaitu cemburu yang dibolehkan dan cemburu yang dilarang. Cemburu yang dilarang ini dapat menghadirkan murka Allah SWT. Selain menjadikan murka Allah menimpa suami, jangan sampai kecemburuan itu menjadikan Allah memurkai si istri sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Jabir bin Atiq berikut.
Artinya, โSesungguhnya sifat cemburu itu ada yang dicintai oleh Allah dan ada yang dibenci oleh Allah. Adapun cemburu yang disukai adalah cemburu yang berdasarkan curiga (dengan bukti yang jelas). Adapun cemburu yang dibenci adalah cemburu yang tidak didasari dengan bukti yang jelas.โ
Ibnu Hajar memperjelas, yang dimaksud cemburu di atas adalah ketika seorang istri cemburu dengan suami karena selingkuh dengan yang lain, melalui sesuatu yang dilarang oleh Allah seperti zina.
Jika kecurigaan itu didasari dengan bukti yang jelas, maka itu fir ribah, yakni diridhai oleh Allah. Sedangkan jika kecurigaan terhadap suami yang selingkuh tersebut tidak didasari bukti, maka hal itu sangat dibenci oleh Allah.
Namun menurut Ibnu Hajar, hal itu berbeda jika seorang istri cemburu dengan suami yang memiliki istri dua atau lebih. Jika sang suami telah berusaha untuk adil namun sang istri masih tetap saja cemburu, maka hal itu merupakan sesuatu yang lumrah dan manusiawi, asal kecemburuan si istri tersebut tidak sampai terekspresikan dengan perilaku-perilaku yang melanggar ketentuan-ketentuan Allah SWT. Sebaiknya kecemburuan diselesaikan dengan dialog dengan pasangan karena musyawarah merupakan jalan terbaik menyelesaikan masalah. Wallahu aโlam. (M Alvin Nur Choironi)
Terpopuler
1
PBNU Finalisasi SK Kepengurusan Peserta Muktamar Ke-35 dan Road Map NU 25 Tahun
2
Hukum Lomba Mancing Berbayar di Kolam
3
Tim PBNU Tinjau Tiga Pesantren di Cirebon sebagai Calon Lokasi Muktamar Ke-35 NU
4
Prediksi Cuaca 3-9 Juli 2026:Kemarau Berlanjut, Hujan Masih Mengiringi Sebagian Wilayah Indonesia
5
Lokasi Muktamar NU dari Masa ke Masa (Bagian Pertama-Masa Kolonial)
6
Suluk Kajen Diresmikan, Siap Jadi Pusat Riset Manuskrip dan Pemikiran Syekh Ahmad Mutamakkin
Terkini
Lihat Semua