Masihkah Manusia Bersyahwat di Padang Mahsyar?
NU Online · Ahad, 19 November 2017 | 01:04 WIB
Mendapatkan keterangan di atas, pikiran kita sebagai manusia normal pasti akan berpikir macam-macam. Lalu timbul berbagai pertanyaan di benak kita. Benarkah nanti saat di padang mahsyar, manusia akan bernafsu melihat lawan jenis telanjang?
Pertanyaan semacam ini sebenarnya sudah pernah ditanyakan oleh sahabiyah secara langsung kepada Rasulullah SAW tepatnya dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah RA.
Artinya, “Aisyah berkata, ‘Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Manusia akan dikumpulkan pada hari kiamat dalam keadaan tanpa sandal, telanjang tanpa pakaian dan tanpa disunat.’ Kemudian aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, apakah para laki-laki dan perempuan saling memandang satu sama lain?’ Rasulullah pun menjawab, ‘Wahai Aisyah masalah yang akan dihadapi lebih penting dari pada hal itu.’ Dalam riwayat lain, ‘Masalah yang akan dihadapi lebih penting daripada sekedar saling melihat satu dengan yang lain,’” (HR Muttafaq Alaih).
Dengan sikapnya yang kritis, Aisyah telah terlebih dahulu bertanya tentang hal itu daripada kita. Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya pada saat itu manusia memiliki nafsu untuk melihat dengan syahwat lawan jenisnya. Akan tetapi karena masalah yang akan dihadapi pada saat itu lebih berat daripada sekadar melihat lawan jenis, akhirnya manusia lebih fokus terhadap masalah besar tersebut sehingga saat itu sama sekali tidak terpikirkan oleh manusia untuk melihat lawan jenisnya.
Hadits di atas diperkuat dengan pendapat beberapa ulama, salah satunya adalah Imam Syamsuddin Al-Ramli dalam kitabnya, Nihayatul Muhtaj ila Syarhil Minhaj, menyatakan bahwa manusia pada saat itu tidak akan sempat berpikir demikian karena beban berat yang akan ditanggung setelahnya.
Artinya, “Maksud perkataan Nabi, ‘Seorang laki-laki tidak akan sadar bahwa dirinya laki-laki dan seterusnya,’ adalah karena intensitas ketakutan yang tinggi ada saat itu dan para manusia menunggu kelapangan yang ia dapatkan dari Allah sehingga matanya hanya sering memandang sesuatu yang ia pikirkan dalam kepalanya.”
Maka dari itu, saat dikumpulkan di padang mahsyar, semua orang mengalami ketakutan yang tinggi atas apa yang akan terjadi pada dirinya. Apakah Allah akan mengampuninya atau akan mengazabnya sehingga tidak ada keinginan sama sekali untuk berbuat yang tidak senonoh, walaupun semua oang dalam keadaan telanjang. Wallahu a‘lam. (M Alvin Nur Choironi)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
2
Khutbah Jumat: Tahun Baru Hijriah, Momentum Upgrade Diri Menuju Muslim yang Lebih Baik
3
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
4
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua