Salah satu hal terpenting dalam ‘fiqih kedisiplinan’ adalah membiasakan budaya antri di segala lini kehidupan. Antri di jalan tol, antri bayar telpon, antri melontar jumrah dan lain sebagainya. Tradisi antri dalam fiqih mungkin tidak begitu dikenal, akan tetapi dalam beberapa hal fiqih telah mengajarkan ketertiban, misalkan dalam hal pemenuhan rukun wudhu yang mengharuskan urut dan tertib. Sehingga membasuh muka harus didahulukan dari pada membasuh kedua tangan. Menyalahi urutan ini bisa menjadikan wudhu tidak sah.<>Demikianlah fiqih mengajarkan kita untuk senantiasa hidup secara disiplin, bahkan dalam kitab Sulamut Taufiq menyerobot antrian dianggap sebagai sebuah maksiat yang tidak diperbolehkan. Ha ini dikarenakan menyerobot antrian sama halnya dengan merusak ketertiban. Demikian keterangannya
ومن المعاصى البدن اخذ نوبته الغير ÙÙ‰ المكان اوالثوب اوالبئر اوغير ذلك
Redaktur: Ulil Hadrawy
Terpopuler
1
Para Kiai Sepuh ‘Turun Gunung’ Jelang Muktamar 1984
2
BEM PTNU Se-Nusantara Desak DPR RI Evaluasi Menyeluruh Tata Kelola Kejaksaan demi Perkuat Kepercayaan Publik
3
LF PBNU Sebut Suara Dentuman Semalam Berasal dari Meteor Jatuh
4
Ketum PBNU Sebut Tambakberas Jalan Tengah Terbaik untuk Muktamar Ke-35 NU
5
Hukum Memberi Amplop Setelah Shalat Jenazah
6
Kajian Hadits: Bolehkah Orang Fasik Melakukan Amar Makruf–Nahi Mungkar?
Terkini
Lihat Semua