Ini Bahaya Fitnah terhadap Ulama dan Orang Saleh
NU Online ยท Rabu, 21 Februari 2018 | 04:02 WIB
Label ulama su (ulama yang jahat atau mabuk dunia) sering disematkan kepada para kiai yang menjaga sikap moderat, proporsional, dan toleran terutama sekali. Pasalnya para kiai dan orang saleh yang menjaga sikap moderat itu kerap disalahartikan sebagai sikap negatif dan memang berisiko disalahartikan.
Meskipun demikian, kita tidak bisa menaruh sangka buruk apalagi disertai ujaran kebencian terhadap mereka. Buruk sangka tanpa pembuktian dan tabayun, ghibah, ujaran kebencian, dan fitnah terhadap semua orang tidak terkecuali para kiai dan orang saleh adalah tindakan menyakitkan yang dilarang agama itu sendiri.
Tindakan menyakitkan ini dapat berakibat fatal, yaitu meruntuhkan bangunan peribadatan kita kepada Allah. Hal ini dipesan oleh Sahal At-Tustari RA yang dikutip Syekh Abdul Wahhab As-Syaโrani berikut ini:
Artinya, โHati-hatilah (menyakiti makhluk) karena tindakan itu adalah โracun mematikan...โ Sahal At-Tustari RA juga berkata, โPokok kami ada tujuh: berpegang pada kitab suci Allah Al-Quran, meneladani Rasulullah SAW, mengonsumsi makanan halal, menjauhi maksiat, bertobat, menunaikan kewajiban, dan menahan diri dari tindakan menyakitkan bagi orang lain. Penahanan diri agar tidak menyakiti orang lain terbagi dua: pertama, menahan anggota badan. Kedua, menahan batin dari buruk sangka (suuzzhan) terhadap orang lain yang melintas di hati. Pasalnya, buruk sangka termasuk racun mematikan, tetapi bahaya ini jarang disadari oleh banyak orang, terlebih lagi buruk sangka terhadap para wali, ulama, dan para penghafal Al-Quran,โโ (Lihat Syekh Abdul Wahhab As-Syaโrani, Syarah Al-Minahus Saniyyah, [Indonesia: Al-Haramain, tanpa catatan tahun], halaman 7).
Buruk sangka tanpa pembuktian dan tabayun, ghibah, ujaran kebencian, dan fitnah terhadap para kiai dan orang saleh bukan hanya menutup pintu rahmat Allah, tetapi juga membuka lebar pintu murka Allah. Pesan ini berulang kali disampaikan Syekh Ali Wafa kepada Syekh Abdul Wahab As-Syaโrani dalam kutipan berikut ini:
Artinya, โDalam wasiat guruku Ali bin WafaโAllah yarhamuhโ, โWahai para murid, waspadalah kamu terhadap hak salah seorang sahabat gurumu karena daging para wali adalah racun sekalipun mereka tidak mengambil tindakan terhadapmu. Waspada dan waspada atas penghinaan berupa ghibah terhadap salah seorang dari mereka sekalipun ghibah itu tidak sampai ke telinga mereka. Tetapi yang seharusnya paling kalian takuti adalah ketika ghibahmu sampai ke telinga mereka karena sungguh pelindung mereka adalah Allah. Sadarilah hal ini wahai saudaraku,โ (Lihat Syekh Abdul Wahhab As-Syaโrani, Syarah Al-Minahus Saniyyah, [Indonesia: Al-Haramain, tanpa catatan tahun], halaman 7).
Pesan dan pandangan yang disampaikan oleh Syekh Abdul Wahhab As-Syaโrani bukan mengada-ada. Mereka semua merujuk pada larangan Al-Quran pada Surat Al-Hujurat. Pesan dan pandangan itu lahir dari hasil renungan atas surat tersebut yang kami kutip berikut ini:
Artinya, โWahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak sangka. Sungguh, sebagian sangka merupakan sebuah dosa. Jangan kalian mencari-cari kesalahan orang lain. Janganlah sebagian kalian mengghibah sebagian lainnya. Apakah salah seorang dari kalian senang memakan daging bangkai saudaranya? Kalian tentu tidak menyukainya. Takutlah kepada Allah. Sungguh, Allah maha penerima tobat lagi penyayang,โ (Surat Al-Hujurat ayat 12).
Keterangan ini bukan dipahami sebagai larangan untuk mengkritik pemikiran para kiai dan orang saleh. Keterangan ini diharapkan dapat menjadi rambu-rambu bagi kita untuk tidak segera mempercayai lalu lalang informasi di hape android kita dan tidak menjatuhkan vonis terhadap para kiai dan orang-orang saleh itu. Dengan kewaspadaan seperti ini, kita tidak ikut men-share informasi tanpa pertanggungjawaban seperti itu. Wallahu aโlam. (Alhafiz K)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Keutamaan Silaturahmi dan Saling Memaafkan
2
Kunjungi Dubes Iran, Ketum PBNU Sampaikan Solidaritas dan Dukungan Moral
3
Halal Bihalal sebagai Ijtihad Sosial Ulama Nusantara
4
DPR Akan Bahas dan Kawal Proses Hukum Kasus Dugaan Pelecehan oleh Juri Tahfidz TV
5
Pemerintah Akan Pangkas MBG Jadi 5 Hari, Begini Penjelasan Kepala BGN
6
Genosida Israel di Gaza Masih Belum Berhenti, 72.267 Jiwa Meninggal Sejak Oktober 2023
Terkini
Lihat Semua