Lima Cara Bijak Memberi Nasihat kepada Orang Lain
Memberikan nasihat kepada orang lain tentang sesuatu hal yang negatif atau kurang baik hendaknya disampaikan ketika sepi tidak orang lain yang melihat atau mendengarnya.
Kumpulan artikel kategori Tasawuf/Akhlak
Memberikan nasihat kepada orang lain tentang sesuatu hal yang negatif atau kurang baik hendaknya disampaikan ketika sepi tidak orang lain yang melihat atau mendengarnya.
Rasulullah sudah mengisyaratkan, beliau membersamai orang yang peduli kaum lemah di akhirat.
Manusia itu sesungguhnya lemah sepanjang zaman dan karenanya membutuhkan karunia Allah. Hanya Allah yang bisa memenuhi apa yang menjadi kebutuhan manusia dengan karunia-Nya. Karunia itu berupa pahala sebagai bekal hidup abadi di akhirat nanti.
Perihal rasa malu, ada yang sesuai dan diperkenankan syariat tapi ada yang tidak elok dan tercela. Sebagai contoh, malu yang kurang relevan adalah ketika malu bertanya tentang hal yang tidak diketahui dalam hal ilmu. Kita kenal peribahasa populer: malu bertanya sesat di jalan.
Allah SWT membekali nabi dan rasul-Nya dengan mukjizat, yaitu sebuah kejadian di luar kebiasaan yang dapat menunjukkan kebenaran nabi dan rasul tersebut; dan tentu saja menunjukkan kekuasaan dan keesaan-Nya.
Pasalnya, mimpi para nabi, kata Ibnu Abbas RA, adalah wahyu ilahi. Muhammad bin Ka’ab mengatakan, wahyu ilahi mendatangi para nabi saat mereka terjaga dan tertidur. Oleh karena itu, keduanya memiliki pengertian yang sama atas takwil mimpi Ibrahim AS.
Banyak artikel dan kajian telah berusaha mengurai makna basmalah dan rahasianya, namun rasanya tidak mungkin akan habis hingga hari kiamat. Ini membuktikan betapa luasnya ilmu Allah yang tertuang dalam lafal basmalah.
As-Syarqawi dalam mengomentari hikmah ini menjelaskan bahwa orang-orang dengan status makrifat tidak memandang dirinya sedikitpun sehingga dapat diandalkan. Mereka justru menyaksikan pelaku hakiki adalah Allah. Mereka hanya tempat pengejawantahan kehendak-Nya. (As-Syarqawi, Syarhul Hikam: 3).
Dalam kajian tasawuf, para wali memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah. Tetapi para nabi tetap lebih tinggi di sisi Allah SWT. Kedudukan para nabi jauh lebih tinggi daripada kedudukan para wali. Sedangkan kedudukan para wali hanya seper sekian dari kemuliaan para nabi sebagaimana dikutip di dalam Ar-Risalah Al-Qusyairiyyah berikut ini:
Adapun tugas kita di dunia ini memang bukan untuk melakukan sensus mana orang yang dapat disebut sebagai wali atau bukan. Tugas utama kita adalah beribadah kepada Allah dengan tetap menjaga hak-hak muslim lainnya sebagai hamba Allah, termasuk salah satunya husnuzzhan.
Sabar berasal dari bahasa Arab الصبر (ash-shabru) yang kemudian diserap dalam bahasa Indonesia menjadi kata "sabar". Ketika sudah menjadi bahasa Indonesia, maka ada sedikit perubahan makna sehingga muncullah makna sabar seperti terkesan lemah dalam sinetron-sinetron.
Sebenarnya tipu daya iblis dan setan sebagai turunannya itu lemah. Banyak cara bahkan cara tidak terduga untuk menangkal godaannya.