Ini Bahaya Fitnah terhadap Ulama dan Orang Saleh
Buruk sangka dan ujaran kebencian kerap menyasar para kiai dan orang-orang saleh. Buruk sangka disertai ujaran kebencian cepat menyebar di pelbagai jenis media sosial.
Kumpulan artikel kategori Tasawuf/Akhlak
Buruk sangka dan ujaran kebencian kerap menyasar para kiai dan orang-orang saleh. Buruk sangka disertai ujaran kebencian cepat menyebar di pelbagai jenis media sosial.
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menyebut dua pengertian kata “keramat”, yaitu pertama sebagai suci dan dapat mengadakan sesuatu di luar kemampuan manusia biasa karena ketakwaannya kepada Tuhan. Sedangkan pengertian kedua dalam KBBI, kata “keramat” bermakna suci dan bertuah yang dapat memberikan efek magis dan psikologis kepada pihak lain.
Karena kesembuhan mutlak kehendak dan anugerah Allah semata maka juga perlu dipahami bahwa obat yang hanya sebagai sarana bisa berbentuk apa saja. Obat medis, obat herbal, ramuan tradisional, air putih yang didoakan kiai dan lain sebagainya adalah sarana-sarana yang bisa dijadikan obat.
Pernah sakit? Seringan dan separah apa sakit yang pernah Anda derita? Apa pun itu sakit yang menimpa Anda, apa yang Anda lakukan; segera berobat dan berdoa memohon lekas diberi kesembuhan, atau tetap bersabar menikmati sakit yang Allah berikan?
Sebagian tanda keagungan Allah tampil pada fenomena alam, seperti gerhana bulan atau gerhana matahari. Dua kejadian tersebut menjadi bagian dari ayat kauniyah yang biasanya dibedakan dari ayat qauliyah (Al-Qur’an). Ayat berarti tanda. Maksudnya, representasi dari kemahabesaran Allah, yang seharusnya membuat manusia kian meresapi kehadiran-Nya dan meningkatkan intensitas penghambaan.
Kita belakangan tampak religius. Kita sering kali mengenakan atribut formal keagamaan. Tetapi kita cenderung eksklusif, hanya mau bergaul dengan sesama yang juga gemar mengenakan atribut formal keagamaan entah apa alasannya. Kita tidak begitu mau membaur dengan sesama kita yang berada di luar lingkaran masyarakat yang cenderung agamis. Kita juga cenderung menutup diri dari aktivitas ekonomi, politik, sosial, budaya, kesenian, pendidikan, bahkan mungkin sains.
Tidur adalah istirahat alami. Hal ini sesuai dengan firman Allah subhânahu wata‘âlâ di dalam Al-Qur’an surah An-Naba’, ayat 9, berbunyi: “Waja’alnâ naumakum subâtâ (Dan Kami menjadikan tidurmu untuk istirahat).” Dengan tidur secara teratur setiap hari, seseorang akan lebih terjaga kesehatannya. Orang yang tak pernah tidur dalam jangka waktu lama, tentu akan jatuh sakit.
Sahabat kita bisa jadi orang menyapa kita dengan “assalamu alaikum,” “selamat pagi,” “selamat menempuh hidup baru,” orang yang hadir dalam susah-senang kita, atau orang yang menemani kita menghabiskan waktu sekian jam di kedai kopi. Sahabat sejati kita di jalan Allah boleh jadi adalah penjual makanan langganan kita yang “mengajarkan” kita arti istiqamah, sabar, syukur, keikhlasan, ridha, qanaah, dan lain sebagainya.
Hubungan pembantu (PRT) dengan majikan merupakan hubungan kerja atau hubungan sosial ekonomi. Masing-masing pihak memiliki hak dan kewajibannya sebagaimana disepakati bersama baik secara tertulis maupuan lisan saja. Oleh karena itu ada etika tertentu yang disebut adab bagi seorang pembantu terhadap majikannya.
Allah telah menggariskan dan menetapkan jalan hidup hamba-Nya pada dua jenis. Ada mereka yang ditugaskan untuk beribadah secara fisik kepada Allah. Mereka gemar shalat, zikir, puasa, sedekah, dan aneka ibadah fisik lainnya dengan instensitas tinggi. Tetapi ada pula orang-orang yang digariskan oleh Allah untuk mencintai dan merindukan-Nya sebagai disebut Syekh Ibnu Athaillah.
Hubungan majikan dengan pembantu seringkali sangat jauh dari kesetaraan. Hal ini tidak jarang membuat majikan bertindak semena-mena terhadap pembantu. Islam bukanlah agama yang membenarkan penindasan terhadap sesama manusia.
Manusia diciptakan oleh Allah hanya untuk menyembah-Nya. Sejak kecil hingga kini kita berupaya untuk berbuat baik dalam rangka mengabdikan diri kepada-Nya. Tetapi kita tidak pernah tahu siapa kita sebenarnya di sisi Allah. Apakah kita hamba yang baik atau hamba yang buruk? Pertanyaan ini penting dijawab agar kita dapat mengintrospeksi diri.